Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 44


__ADS_3

Keesokan harinya pagi hari di kediaman Abrisham tepatnya di kediaman Axel, Mae menatap sang putri yaitu Aleta yang santai saja.


"Ta belum ada niatan buat nikah apa ya." Ucap Sang mommy, membuat Aleta tersedak.


"Air-air emak nya Aleta kumat." Ucap Aleta membuat Julian tertawa, sejak kecil Aleta selalu menjadi teman debat nya Mae.


"Anak lucknut kau, mami nya lagi ngomong serius malah begitu." Cebik Mae, Aleta tertawa.


"Mi gak bosen apa tiap hari ngomongin kaya gitu, Aleta aja bosen denger nya." Ucap Aleta.


"Heh sarmineh, lihat mommy Dea sudah punya Vee menantu nya tersayang, aunty Mei sudah punya Adelle yang juga menantu tersayang nya. Lah mami punya apa Aleta yaampun lama-lama mami masupin balik kamu kedalam perut." Sengit Mae.


"Ish, papi aja nyantai kok. Lagian kalau mami pengen punya menantu nikahin aja tuh si Axel." Ucap Aleta, membuat Axel menyemburkan air yang baru saja diminum nya.


"Etdah disembur gak tuh." Ucap Mae, membuat Aleta memekik.


"Axel Devano, jorok banget ish papi."Pekik nya, sementara Julian dan Axel tertawa senang.


"Sorry, lagian suruh siapa nyuruh aku nikah." Ucap Axel, membuat Aleta menatap nya tajam.


"Sayang, sudah jangan pedulikan perkataan mami mu." Ucap Julian, sang papi benar-benar tidak ingin membuat kedua anak nya merasa tertekan.


Karena Julian tahu rasanya dijodohkan seperti apa, jadi lelaki itu tidak terlalu ikut campur mengenai kisah asmara keduanya anak nya.


Sementara di kediaman Justin Anes lagi-lagi tidak melihat kakak iparnya nya, Anes dan Dea memutuskan untuk melihat Aiden dan Vee dikamar nya setelah sarapan.


"Apa Aiden belum sembuh?" Tanya Justin.


"Seperti nya belum dad, soalnya semalam aku melihat Vee yang mengambil kompresan untuk Aiden." Jawab Anes, Justin mengangguk.


"Baiklah Daddy jalan ke kantor dulu, sayang jangan lupa cek Aiden. Jika masih seperti itu lebih baik dirawat di rumah sakit." Ucap Justin.


"Mana mau kerumah sakit si dad, Aiden lagi lengket sama Vee. Ditinggal Vee bentaran aja udah kaya ditinggal setaon." Ucap Anes, Justin dan Dea tertawa kecil.


Setelah Dea mengantar Justin ke teras untuk berangkat ke kantor, kini ia dan putrinya berjalan ke kamar Aiden.


"Pintunya masih di tutup mom." Ucap Anes.


"Kita buka aja sayang." Ucap Dea.


"Lah jangan, kalau lagi itu gimana." Ujar Anes, Dea tersenyum.


"Kita coba dulu, lagian kakak kamu gak mungkin ceroboh begituan gak kunci pintu akmar kan." Ucap Dea, Anes pun mengangguk.


Kini Dea mengintip kamar Aiden dan melihat Aiden juga Vee yang masih terlelap, Aiden memeluk Vee dengan erat begitupun sebaliknya.


"CK, waktu mau dinikahin aja sok-sokan nolak. Udah nikah berasa amplop sama perangko lengket bener." Ucap Anes, Dea tertawa kecil. Kini mereka menutup kembali pintu kamar Aiden dan memutuskan untuk pergi.

__ADS_1


Saat Dea dan Anes menuruni anak tangga mereka melihat Arka bersama dengan Adelle, Dea menghampiri keduanya.


"Pagi mommy." Sapa Arka.


"Pagi boy, pagi sayang." Balas Dea, dan menyapa Adelle.


"Pagi mom." Balas Adelle, Anes duduk di sofa dan menatap keduanya.


"Masi pagi perasaan ini ngapa udah ada tamu aeee." Kekeh Anes, Arka tertawa.


"Oiya tumben ada apa?" Tanya Dea.


"Begini mom kemarin Adelle bertemu dengan Vee, da Vee bilang kalau bang ai sedang sakit. Jadi kami ingin menjenguk nya." Ucap Arka.


"Ohh, tapi Vee dan Aiden nya belum bangun ka." Ucap Dea kepada Arka.


"Masa si." Ucap Arka, Dea dan Anes pun mempersilahkan Arka dan Adelle untuk melihat Aiden.


Karena takut keduanya tidak percaya, kini Arka sudah berada di depan kamar Aiden bersama dengan Anes.


Anes membuka pintu bertepatan dengan Aiden juga Vee yang baru terbangun, Arka dan Adelle melihat bagaimana Aiden memeluk Vee.


"Emmmhhh, kau sudah bangun." Ucap Vee, Aiden mengangguk.


"Aku akan mengambil minum dulu untukmu." Ucap Ujar Vee, saat duduk Vee melihat Anes Arka dan Adelle di ambang pintu.


"Hai, udah bangun ternyata." Ucap Anes tersenyum.


"Hmmmmm, masuklah." Ucap Vee, meskipun Vee tahu Aiden tidak suka orang lain berada di kamar nya.


Namun Vee lebih tidak enak jika tidak mempersilahkan mereka, Aiden pun mengerti posisi Vee maka dari itu ia tidak marah.


"Bolehkah?" Tanya Anes, yang tahu tentang Aiden.


"Masuklah." Ucap Aiden, Anes tersenyum dan masuk.


Anes, Adelle dan Arka duduk di sofa kamar Aiden. Mereka melihat Vee yang memberi minum kepada Aiden.


"Bagaimana keadaan mu bang?" Tanya Arka.


"Sudah jauh lebih baik." Jawab Aiden.


"Iyalah harus sembuh yang ngerawat 24 jam noh, semalam aku lihat Vee berkeliaran di dapur cuma buat ambil komoresan." Kekeh Anes, Arka dan Adelle pun tertawa.


"CK, berlebihan." Ucap Vee, Vee duduk di samping Aiden lalu melihat jam dan terbelalak saat waktu menunjukkan pukul 09:00.


"What." Pekik Vee, langsung berlari keluar kamar.

__ADS_1


"Loh Vee kamu kenapa?" Tanya Adelle, namun Vee hanya mengangkat tangan nya.


Anes melirik jam dinding dan tertawa kecil, Adelle semakin bingung dengan tingkah Anes dan Vee.


"Vee gak apa-apa dell, dia kaget karena sekarang udah jam 09:00. Karena waktu sarapan Aiden bisa terlewat." Ucap Anes, Adelle tersenyum.


Benar saja tidak lama kemudian Vee kembali dengan membawa nampan berisi bubur, air dan buah. Untung saja mbak pelayan peka membuatkan buburnya.


"Kau makan dulu." Ucap Vee, sungguh sebenarnya Vee merasa tidak enak. Namun apa boleh buat ini demi kesembuhan suami nya.


Setelah selesai makan Vee memberikan obat kepada Aiden, Arka dan Adelle melihat bagaimana Vee mengurus Aiden.


"Baiklah karena mau sudah baik-baik saja maka kami pamit dulu bang." Ucao Arka.


"Hmmmmm, makasih Arka." Ucap Aiden.


"Makasih Adelle." Ucap Vee, Adelle tersenyum.


Kini merekapun pergi dan Vee menyiapkan air hangat untuk Aiden, karena Vee tidak ingin Aiden merasa lemas jadi meminta Aiden untuk mandi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Gak Taulah ya mau ngomong apa, gue masih bapeure 😭


A: Mohon maaf dilarang bapeure 😒


N: Heh, mana sempet lah 😭

__ADS_1


A: 😂😂😂*


__ADS_2