
Sore hari Aleta dan Anes menjenguk Alea bersamaan, ya mereka memang janjian untuk menjenguk Alea. Tidak hanya Aleta dan Anes ada Tiana dan Adelle juga yang akan menjenguk Alea.
"Mommy." Panggil Anes, Aleta, Adelle, dan Tiana hal itu cukup mom Dea terkejut karena mereka datang bersamaan.
"Yaampun anak cucu mommy ini sampai gak inget pulang kah baru datang sekarang hmmm, ini cucu-cucu mommy sudah besar nak." Ucap mom Dea menggendong tubuh mungil Alexa.
"Mom masa yang di gendong satu doang Alden nya gak di gendong nih." Goda Aleta, menunjuk tubuh mungil Alden yang ada di gendongan Deandra.
"Gak muat lah ta kalau gendong dua-dua nanti yang satu jatuh gimana." Ucap mom Dea, merekapun tertawa kecil.
Anes mengambil tubuh mungil Alden dari gendongan suaminya, dan berjalan menuju kamar Alea untuk melihat adik ipar dan bayinya.
"Selamat sore nyonya Abrisham." Ucap Anes, kepada Alea yang sedang menatap putranya di boks bayi.
"Kak Anes kenapa baru kesini sekarang?" Tanya Alea.
"CK, di tanyain kan sama adiknya." Ucap mom Dea.
"Iya nih gimana ya jawab nya." Goda Anes.
"Anes kayaknya lagi sibuk mom mangkanya baru kesini." Ucap Aleta.
"Iya akhir-akhir ini memang lumayan sibuk, Dean juga suka banget pergi-pergi ke luar kota." Protes Anes, mom Dea tersenyum mendengar aduan putrinya.
"Gak apa-apa kamu sabar saja sayang." Ucap mom Dea, Anes mengangguk mendengar perkataan mommy nya.
"Kak Dean mana kak?" Tanya Alea.
"Biasalah baru sampai sudah di culik sama Daddy di ajak ngobrol." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.
"Tanpa kalian sadari Deandra adalah menantu kebanggaan Daddy karena dia laki-laki sendiri." Ucap Aleta, membuat Vee dan Alea tertawa karena mereka juga baru menyadari nya.
"Benar juga kak Anes kak anak perempuan mommy satu-satunya, dan kak Dean menantu laki-laki satu-satunya juga." Ucap Alea, merekapun tertawa bersama.
"Ngomong-ngomong Al gimana rasanya melahirkan?" Tanya Anes.
"Bukan main si ngeri-ngeri sedap." Ucap Alea, Aleta tertawa kecil sementara Tiana meringis mendengar nya.
"Mules nya itu loh bikin merem melek." Ucap Vee, mereka tertawa mendengar perkataan Vee.
"Pas buat gimana merem melek gak?" Goda Adelle.
"Yaampun terbang melayang itumah bukan merem melek lagi." Ucap Vee, Anes tertawa lepas membuat sang mommy merengkuh tubuh putrinya karena gemas.
Bagi mom Dea Anes tetap putri kecilnya, ya meskipun Anes sudah memiliki dua anak tapi tetap saja Anes adalah putri kecilnya. Mom Dea akan selalu bahagia saat melihat putri satu-satunya itu tertawa lepas.
"Untung pas lagi terbang gak dibuat terhempas ke bumi." Kekeh Anes.
"Lah kaya judul lagu." Ucap Adelle.
"Kan emang lagu yaampun Adelle." Ucap Anes.
"Menyebalkan sekali everybadeh." Ucap Vee.
__ADS_1
"Tiana diam Mulu nih." Ucap Anes.
"Maklum Tiana mah asih polos belum merasakan yang namanya ngeri-ngeri sedap." Ucap Vee.
"Ini polos yang meragukan karena polos tapi perutnya sudah segede ini." Ucap Adelle tertawa renyah.
"Heh jangan gitu itu karya baru buatan bapak Axel Abrisham." Kekeh Anes.
"Iya jangan dell kalo orang nya ngamuk bisa di bombardir kita ledekin istrinya." Ucap Aleta.
Tolong Tiana tidak tahan ia ingin tertawa lepas mendengar ocehan-ocehan keluarga ini, ia cukup terkejut dengan kekompakan yang konyol ini.
"Nah loh." Ucap Vee.
"Tunggu nes ini hasil karya siapa?" Tanya Aleta menunjuk Alexa dan Alden, Adelle tertawa karena hanya Anes yang langsung memiliki dua anak.
"Ohh sangat tidak diragukan lagi jika ini adalah buatan bapak Deandra Gavriel cuy, sekali tembak jadilah dua kepala ini." Ucap Anes menangkup kepala kedua anaknya, mom Dea sampai menepuk tangan Anes yang memegang kepala Alexa.
"Sayang ish." Ucap mom Dea.
"Waduh Buna nya gak terima oy." Ucap Aleta, mom Dea tertawa kecil.
"Capek banget ketawa mulu." Ucap Tiana, Anes dan yang lain langsung menatap Tiana.
"Tiana dari mana saja baru kedengaran suara nya." Ucap Anes, Tiana tertawa ia memegangi perutnya.
"Nes cukup nes cukup belum waktunya lahiran nes, jangan ngajak ketawa mulu brojol disini gak lucu nes." Ucap Aleta, dan saat mereka sedang berbincang para lelaki pun datang ke kamar itu.
"Anaknya laki-laki ya." Ucap Deandra.
"Sttt diam kau." Ucap Anes langsung terlihat calm saat ada suami nya.
"Hmmm, sok jaim sok polok jyjyk banget." Ledek Adelle, Deandra tertawa kecil dan memegang kepala istrinya.
"Mau nambah anak gak sayang?" Tanya Anes, Dean langsung menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak." Tolak nya membuat Adelle, Vee, Aleta, dan Tiana tercengang mendengar nya.
"Waaah legent nih biasanya yang minta nambah anak suaminya, ini istrinya dan tanpa ragu Dean menolak." Ucap Aleta.
"Kenapa gak mau." Tanya Anes.
"Karena sudah ada Alden dan Alexa." Jawab Deandra.
"Satu lagi gak apa-apa kok." Ucap Anes.
"Tidak sayang." Jawab Dean lembut, membuat orang-orang yang ada di kamar Alea tersentuh.
"Yasudah tidak apa-apa kalau tidak mau, aku juga cuma nawarin doang kok." Ucap Anes, mereka kembali tertawa mendengar perkataan Anes.
"Biar gak malu-malu amat ya kan di tolak." Ucap Anes, dad Justin sampai menggelengkan kepalanya.
Karena sudah menjadi kebiasaan jika Anes pulang rumah akan berubah menjadi seperti pasar rame dan heboh, namun meskipun begitu dad Justin menyukai suasana seperti itu.
__ADS_1
"Uncle El kasi kado apa nih buat baby Gavin?" Tanya Anes.
"Kasi ini bentar lagi launching." Ucap Axel memegang perut Tiana.
"Anaknya mau di kadoin kah El." Ceplos Adelle polos, membuat semua orang tertawa lagi dan lagi.
"Sudah cukup perutku sakit." Ucap Anes, Dean yang biasa memasang wajah datar kini memasang wajah bersinar karena melihat kebahagiaan Anes.
Setelah puas berbincang di kamar Alea merekapun keluar dari kamar dan berkumpul di ruang keluarga, ada Dio, Mei, Julian dan Mae disana mereka sengaja mengunjungi rumah Dea hanya untuk bertemu dengan Anes.
Ya karena mereka sudah sangat merindukan Anes dan kedua anaknya, Mae dan Mei menggendong Alexa dan Alden sementara Anes hanya bisa tersenyum kala suara tawa Alexa dan Alden terdengar di telinga nya.
"Kalian akan menginap disini kan?" Tanya dad Justin.
"Ti_" Ucapan Anes terhenti saat Deandra yang mengangguk tiba-tiba
"Iya dad." Jawab Dean, ia paham jika dad Justin merindukan Anes dan kedua cucu nya.
Dean tak ingin egois ia juga ingin memberi waktu luang untuk Anes bersama dengan keluarga nya, karena selama ini Anes sudah cukup bersama dengan dirinya dan merawatnya dengan sangat baik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Nah kan kumat 🤣
A: Kumat gak tuh 😩
N: Heboh sekali miskah rawan Dean tertekan gue 🤣
A: Heh Ngadi-ngadi 🤣
N: Iyakan Dean biasanya di tempat yang aman dan tentram 😂
A: Bisa-bisanya 😁
__ADS_1
N: 😂😂😂