Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 192


__ADS_3

Ruang operasi terbuka membuat para keluarga menghampiri dokter yang menangani Vee, mom Dea menatap wajah lesu dokter itu.


"Dok bagaimana keadaan putri saya?" Tanya mom Dea.


"Nyonya kami berhasil menyelamatkan nona muda dan bayi nya, tapi_" Ucap dokter itu terhenti, membuat senyum para keluarga kembali memudar.


"Tapi apa dok?" Tanya Aiden, terlihat jelas jika Aiden begitu frustasi atas kejadian yang dialami oleh Vee.


"Tapi nona muda mengalami koma karena kehilangan banyak darah, dan kondisi nya yang sangat lemah." Ucap dokter, membuat air mata Aiden mengalir di pipinya tanpa permisi.


"A_apa?" Tanya Aiden, ia tak percaya ini terjadi kepada istrinya.


"Maafkan saya tuan, kami akan melakukan yang terbaik untuk nona muda tuan." Ucap dokter itu, mom Dea berusaha menahan tangisnya.


Sementara Adelle wanita itu sudah sesegukan sejak datang kerumah sakit, Adelle tidak percaya jika Vee mengalami ini.


Meskipun dulu Adelle sangat membenci Vee karena menikah dengan Aiden secara diam-diam, tapi sungguh saat ini Adelle sangat menyayangi Vee.


Karena usia Vee lebih muda dari dirinya, Adelle bahkan menganggap Vee seperti adik nya sendiri. Adelle menatap Aiden yang terlihat sangat sedih.


"Mom Vee mom." histeris Aiden.


"Bang Vee akan baik-baik saja, kamu harus yakin Vee kuat." Ucap mom Dea.


Aiden melihat seorang perawat membawa seorang bayi yang begitu lucu dan menggemaskan, perawat itu berdiri di hadapan Aiden.


"Tuan selamat putra anda laki-laki dan begitu tampan." Ucap perawat itu, membuat Aiden menatap putranya dengan terisak.


Ia mengambil bayi laki-laki itu dan mengadzani nya, mom Dea menutup mulutnya agar isak tangis nya tidak terdengar oleh Aiden.


"Sayang kamu harus kuat untuk Aiden." Ucap dad Justin.


"Bukankah ini sangat berat untuk putra kita dad." Lirih mom Dea, dan Justin memeluk istrinya penuh cinta.


Setelah mengadzani putranya Aiden memberikan kembali putranya kepada perawat, karena putranya harus dimasukkan kedalam inkubator.


Tak lama setelah kepergian putranya Aiden menatap tubuh Vee yang terbaring pucat di star brankar yang di dorong oleh para perawat dan dokter, Aiden semakin terlihat lemah saat menatap Vee yang memejamkan matanya.


"Vee kamu kuat kan sayang kamu harus kuat, Vee kamu tidak boleh seperti ini. Jangan tinggalin aku Vee bangun, kamu harus bangun." Ucap Aiden, ia memegang tangan Vee dengan lembut.


"Sayang jangan seperti ini kasihan Vee, kamu harus kuat dan harus membuat nya bangun." Ucap mom Dea, Aiden berjalan mendekati dinding dan terduduk disana.


Aiden menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut nya, mom Dea semakin tidak bisa menahan tangisnya.


"Hiks... Anak mommy kuat kan, kamu kuat untuk anak kamu dan Vee bang. Mom mohon jangan seperti ini." Ucap mom Dea memeluk putranya.


"Boy Vee akan baik-baik saja, sebaiknya kamu tenangkan diri kamu dulu." Ucap Mae, Aiden menggelengkan kepalanya.


Adelle yang berada dalam rengkuhan Arka menangis sedih melihat Aiden, baru kali ini Adelle melihat Aiden yang sangat tidak berdaya.


Di rumah sakit lain Anes menatap kedua pelayan Vee, keduanya benar-benar merasa bersalah karena meninggalkan Vee.


"Nona maafkan kami, sungguh kami tidak sengaja meninggalkan nona muda." Ucap nya.

__ADS_1


"Bisa kalian ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Anes, keduanya mengangguk setuju karena memang mereka juga butuh perlindungan dari keluarga Justin.


Flashback on...


*Pada saat diruang keluarga kedua pelayan itu tertawa ria bersama Vee, karena mereka sedang menonton drama kesukaan Vee.


"Kalian tahu aku sering menonton ini bersama dengan Anes." Ucap Vee bangga.


"Benarkah? Apakah nona Anes juga menyukai drama ini karena pemeran lelaki yang semula dingin menjadi bucin." Ucap pelayan A.


"Tentu saja, kami menyukai drama yang sama." Ucap Vee.


"Karena nona dan nona Anes dua orang yang sama, kalian sama-sama baik dan cantik. Semoga takdir nona Anes juga akan sama baik nya dengan takdir nona muda." Ucap pelayan B.


"Hmm, kalian benar semoga Anes mendapatkan lelaki seperti Aiden." Ucap Vee, kedua pelayan nya tersenyum.


"Mbak bolehkah aku meminta tolong." Ucap Vee.


"Tentu, apa yang nona inginkan?" Tanya kedua.


"Tolong belikan aku keripik kentang di supermarket depan, dan mbak bisa tolong buatkan aku jus strawberry." Ucap nya.


"Siap nona muda, nona tunggu disini dengan baik dan jangan pergi kemanapun." Ujar nya.


"Oke." Balas Vee.


Dan keduanya pun pergi, yang satu pergi ke supermarket dan yang satu ke dapur untuk membuat jus strawberry.


Saat sudah selesai membuat jus pelayan pun berjalan menaiki anak tangga, dan tanpa sengaja ia tersandung membuat jus yang dibawanya tumpah.


Ia berlari ke dapur dan mengambil sebuah kain untuk membersihkan tumpahan jus nya, namun belum juga membersihkan tiba-tiba saja seseorang menelpon nya*.


***Panggilan telepon


Pelayan A**: Ha_hallo tolong ak_aku*.


Pelayan B: Kamu kenapa?


Pelayan A: Jika kamu ingin temanmu selamat maka segera datang kesini kejalan xx dibelakang bangunan kosonh, tanpa memberi tahu siapapun. Jika tidak temanmu ini akan hanya menyisakan nama tanpa nyawa (Ancam seseorang).


Pelayan B: Apa yang kau lakukan, lepaskan temanku. Tutt...tut..Tut...


*Tanpa menunggu lama pelayan B pun pergi untuk mencari teman nya, karena panik ia sampai lupa membersihkan lantai yang basah.


Setibanya disana ia melihat temannya yang sudah berlumuran darah, air matanya mengalir deras melihat teman kerja nya seperti itu.


"Mbak, hiks... Apa yang terjadi mbak." Teriak nya histeris, sampai seseorang datang dan membuat nya menoleh.


"Akhirnya kamu datang juga." Ucao seseorang.


"Nyo_nyonya apa yang kamu lakukan?" Teriak nya.


"Aku hanya memberikan pelajaran untuk nya karena menolak perintah ku." Ujar nya.

__ADS_1


"Apa yang kamu perintahkan kepada temanku?" Tanya nya.


"Di_dia menyuruhku untuk mencampur obat di minuman nona Vee, agar bayi di dalam kandungan nona tidak selamat." Ucap pelayan A, membuat pelayan B terkejut.


"Apa kau g*la nyonya, kau siapa berani-berani nya menyuruh kami untuk melukai nona kami." Teriak pelayan B.


"Kau lupa jika aku mami dari Vee." Ucap nya.


"Ibu mana yang ingin membuat putrinya terluka, ibu mana yang ingin membuat putrinya kehilangan bayi yang selama ini sudah di jaga dengan baik." Teriak nya lagi.


"Cukup, kau terlalu banyak bicara. Siapa kau hah, aku hanya menyuruhmu seperti itu tapi kau mengeluarkan banyak kalimat." Ucap nya, dengan memukul tangan dan kaki pelayan B dengan balok.


"Aaaaaa, sakit... Hiks.." Teriak nya histeris.


"Ini teguran untuk kalian karena berani menolak permintaan ku." Teriak nya lagi, ia terus meny*ksa kedua pelayan Vee.


Namun keduanya tetap tidak ingin menyerah, mereka tidak mau menyakiti nona nya yang sudah baik kepada mereka.


Hingga akhirnya para bodyguard tuan Justin datang dan berhasil menemukan mereka, hingga membuat wanita itu kabur dari sana*.


Flashback off...


Anes dan Aleta yang mendengar itu merasa kesal, bisa-bisanya ia ingin melakukan hal jahat tapi menggunakan pelayan kepercayaan di kediaman Abrisham.


Mommy dan Daddy memang tidak pernah salah memilih para pekerja di rumah maupun di kantor nya, Anes berjanji akan membuat wanita itu jera dengan cara nya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Anes be like, waktunya beraksi 😂*


A: Yang ada disana yang ada disini 😁


N: Lah gue baca nya bernada Thor 🤣


A: Selalu Mengadi-ngadi kau ini Uun 😂


N: Bukan gue kalo ga Mengadi-ngadi 🤣


A: Iya juga si bener 😂

__ADS_1


N: 🤣🤣🤣


__ADS_2