
Satu Minggu berlalu di kediaman Julian terlihat Aleta dan Azka yang sedang bercanda, dan tiba-tiba saja Azka keceplosan mengatakan jika Aleta yang sedang duduk di pangkuan nya itu berat.
"Sayang kamu gendutan ya berat amat." Ucap Azka, Aleta langsung turun dari pangkuan suaminya dan menatap Azka dengan mata berkaca-kaca.
"Apaan si ngata-ngatain orang gendutan, aku gak gendut kamu nya saja yang lemah tidak bisa menggendong istri sendiri." Ucap Aleta sambil menangis, Azka menganga karena Aleta tiba-tiba menangis.
"Loh kok nangis." Ucap Azka.
"Kamu jahat gak mau deket-deket kamu, huaaaa mami." Tangis nya mulai keras.
"Sayang gak gitu aku kan nanya." Ucap Azka, lelaki itu mulai ketar-ketir mendengar tangisan Aleta.
"Gak gak mau." Raung nya, Axel dan Julian yang saat itu baru pulang menghampiri Aleta dan Azka.
"Ada apa ini, Kak kenapa kok nangis." Ucap Julian sang papi.
"Azka nya jahat masa aku dikatain gendut." Ucap Aleta, Axel tertawa ini Aleta kurang berkaca apa gimana.
Yang dikatakan oleh Azka memang benar akhir-akhir ini tubuh Aleta lebih berisi, Julian yang tak lain adalah papi Aleta memperhatikan postur tubuh putrinya yang memang sedikit berisi.
"Tapi apa yang dikatakan oleh Azka itu benar, kamu sedikit gemuk." Ucap Julian, semakin membuat Aleta meraung.
"Gak aku gak gendut apaan si." Kesal nya.
"Kamu kenapa si masalah badan gendut doang nangis, berlebihan tau gak." Ucap Axel.
"Berisik kamu ya dasar kurus." Ucap Aleta, Axel terbelalak mendengar perkataan kakak nya.
"Dihh harus periksa kejiwaan kali ya aneh." Ucap Axel.
"Aku gak g*la." Teriak Aleta melempar Axel dengan buah apel, Azka mengusap wajah nya kasar akhir-akhir ini ia tidak mengerti dengan sikap Aleta.
"Sayang sudah ya jangan nangis terus kasian kamu nya capek." Ucap Azka.
"Gak mau jahat." Lirih nya, Mae mami Aleta yang sedari tadi di dapur pun menghampiri suara ribut-ribut di rumah nya.
"Ini ada apa si ribut-ribut kenapa?" Tanya Mae.
"Tuh anak perempuan mami gak jelas, orang nanya doang nangis-nangis gimana kalo di pompa kejer udah." Ucap Axel, Mae menatap Aleta yang terlihat terisak.
"Ta kamu kenapa sakit?" Tanya Mae.
"Mami Azka, papi dan Axel jahat aku di katain gendut." Lirih nya.
"Lah perkara di katain gendut doang kamu kejer kaya gini kenapa si, biasanya juga gak apa-apa kan." Ucap Mae, benar biasanya emang Aleta dan Azka selalu bercanda tentang berat badan dan Aleta tidak pernah keberatan akan hal itu.
__ADS_1
"Enggak tau pokoknya kesel aja." Ucap Aleta, Mae pun menatap putrinya dengan intens.
Namun sebelum itu Mae menghubungi Dea terlebih dahulu mengenai sikap Aleta akhir-akhir ini, setelah Dea mengatakan agar Mae meminta dokter keluar mereka untuk kerumah barulah Mae memanggil dokter keluarga nya.
Dan saat malam hari Aleta dan Azka sedang berada di dalam kamar nya, tiba-tiba saja Mae mengetuk pintu kamar bersama dengan dokter keluarga.
"Mami ngapain bawa-bawa dokter sakit? Atau kamu sakit sayang?" Ucap Aleta kepada Mae, lalu bertanya kepada Azka.
"Enggak aku gak sakit." Ujar nya.
"Terus ini?" Tanya Aleta lagi.
"Ini dokter mau periksa kamu, dari tadi kamu nangis terus mami gak tega ta jadi dokter periksa kamu saja ya." Ucap Mae, mata Aleta kembali berkaca-kaca.
"Mi aku kan sudah bilang aku gak g*la, mami kok gak percaya si sama aku." Lirih Aleta, Mae menyentil kening putrinya.
"Memang yang bilang kamu g*la siapa si ta yaampun, jangan bikin mami yg g*la ya ta." Ucap Mae, Azka ingin tertawa tapi istri nya ini sedang sensitif.
"Jadi bagaimana nyonya." Ucap sang dokter.
"Coba periksa putri saya dok, takutnya dia terbentur sampai membuat nya seperti ini." Ucap Mae, dokter tersenyum dan mendekati Aleta.
"Silahkan berbaring nona, saya akan memeriksa anda." Ucap dokter itu, Aleta Mun menurut dan berbaring di tempat tidur nya.
"Maaf nona kalau boleh saya tahu kapan terakhir kali anda datang bulan?" Tanya dokter itu, membuat Aleta mengernyit heran.
"Memangnya kenapa dok?" Tanya nya.
"Jawab aja kenapa si ta gak usah banyak nanya." Ucap Mae, Aleta mendengus mendengar ocehan sang mami.
"Aku gak tau mi aku lupa." Ucap Aleta, sungguh Mae dan Aleta terlihat meresahkan hari ini.
"Jika prediksi saya tidak salah nona Aleta saat ini sedang mengandung nyonya, dan usia kandungan nya sudah menginjak Minggu kelima." Ucap dokter itu, membuat Mae, Aleta dan Azka tercengang.
"Ap_apa gimana dok?" Tanya Mae, namun tiba-tiba saja Aleta menangis dengan haru.
"Mi huaaaaa, aku hamil mi." Ucap Aleta, Azka tertegun apa istrinya hamil apa itu tidak salah?
"Dokter gak bercanda kan, jadi anak saya tiba-tiba cengeng seperti ini karena sedang hamil?" Tanya Mae, dokter mengangguk dan tersenyum tulus.
"Benar nyonya, saya akan memberikan vitamin untuk nona Aleta." Ucap dokter itu, Azka langsung menubruk tubuh Aleta.
"Kamu hamil sayang makasih, makasih banyak karena kamu sudah mau mengandung anak kita." Ucap Azka.
"Huaaaa, mami hiks... kok aku makin sedih si." Lirih nya, Mae menepuk kening nya sendiri.
__ADS_1
Kehamilan Aleta pasti akan membuat dirinya dan Azka ketar-ketir, lihat saja belum apa-apa Aleta sudah banyak menangis dan membuat wajah nya sembab.
"Iya sayang kamu hamil, yasudah mami mau antar dokter kedepan dulu ya. Azka jaga istri kamu." Ucap Mae, Azka mengangguk dan setelah kepergian Mae Azka mengecupi setiap inci wajah cantik Aleta.
"Hiks...Jangan cium-cium kamu bau." Desis nya, kehamilan Aleta membuat Azka memiliki sedikit perasaan tidak tenang.
"Sayang aku wangi dan tidak pernah bau." Ucap Azka.
"Enggak mau kamu bau jangan dekat-dekat." Ringis Aleta, tuhan kenapa kau memberikan anugrah sekaligus dengan cobaan yang harus diterima oleh Azka jika Aleta tidak bisa berdekatan dengan dirinya.
"Sayang." Lirih Azka.
"Hiks.. Kamu gitu si gak mau dengerin apa kata aku, kamu bau Azka aku mual jauh-jauh sana." Ucap Aleta lagi-lagi menangis, siapapun tolong cilik Azka sekarang karena ia merasa tertekan karena sikap istrinya sendiri.
"Yasudah aku keluar ya." Ucap Azka, lelaki itu bangun dan berniat untuk pergi keluar.
"Tuh kamu gitu mau ninggalin aku kan, kenapa karena aku gendut sekarang hah. Aku gendut juga karena hamil anak kamu kok." Ujar nya, Azka menganga apa-apaan ini. Situasi macam apa ini, kenapa Aleta menyebalkan sekali.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Plis Azka anak Lo belum lahir aja udah resek, siap-siap aja di bully bang Aiden sama Arka 😂*
A: Momen yang paling di tunggu-tunggu ya kan 😂
N: Bukan lagi, dari semua orang yang hamil Aleta yang paling nyebelin 🤣
A: Hey masih ada dua orang lagi, Alea dan istri Axel nanti 😂
N: Oiya 😂😂
__ADS_1