Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 164


__ADS_3

Keesokan harinya Anes sedang bermanja di atas tempat tidur, karena hari ini Anes memutuskan tidak ingin pergi ke kantor.


Saat Anes akan memejamkan matanya kembali tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk oleh seseorang, dengan terpaksa Anes membuka kembali matanya.


"Siapa?" Tanya Anes.


"Aku Vee." Sahut Vee.


"Masuk saja tidak di kunci." Ucap Anes, tanpa menunggu lama Vee pun langsung membuka pintu kamar Anes.


Vee tersenyum manis kepada Anes membuat Anes curiga, ia memicingkan matanya menatap Vee yang sedang tersenyum manis.


"Ada apa nih senyum-senyum seperti itu, perasaan aku jadi gak enak." Ucap Anes, Vee terkekeh mendengar perkataan Anes.


"Kamu sibuk tidak?" Tanya Vee, Anes terlihat bingung mendengar pertanyaan Vee.


"Sangat sibuk, kamu tidak lihat jika aku sedang bermanja dengan kasurku." Ucap Anes, menggoda Vee.


"Anes aku serius." Ucap Vee, Anes tertawa kecil lalu mendudukkan tubuhnya.


"Tidak aku tidak sedang sibuk, memangnya kenapa?" Tanya Anes.


"Bagus, itu artinya kamu bisa menemani aku untuk pergi ke mall." Ucap Vee, Anes tercengang mendengar perkataan Vee.


"Hah, Ngapain ke mall?" Tanya Anes.


"Aku ingin memanjakan mata Anes, ayolah aku sudah lama tidak pergi ke mall." Ucap Vee, wanita itu memohon kepada Anes.


"Kenapa harus aku, dirumah ini banyak orang kan." Ucap Anes.


"Apakah kamu lupa jika semua orang sedang sibuk menyiapkan pertunangan Aleta dan azka." Ucap Vee, Anes menghela nafasnya ia menatap Vee yang terlihat sedih.


"Baiklah-baiklah aku akan menemani kamu, tunggu sebentar aku akan mandi dan bersiap-siap dulu." Ucap Anes, Vee mengangguk dengan antusias.


Tak lama setelah itu Adelle muncul membuat Vee kaget, melihat wajah kaget Vee membuat Adelle tertawa renyah.


"Kau mengagetkan aku saja." Ucap Vee.


"CK, maaf aku tidak sengaja." Kekeh Adelle, wanita itu melihat penampilan Vee yang begitu rapi.


"Kamu mau kemana?" Tanya Adelle.


"Aku ingin pergi ke mall bersama Anes." Jawab nya.


"Seriusan ke mall?" Tanya Adelle.


"Hmmm, memangnya kenapa." Ucap Vee.


"Aku ikut." Ujar nya, Vee tercengang mendengar perkataan Adelle.

__ADS_1


Kalau seperti ini sama saja Anes mengasuh kedua ibu hamil, Vee tidak bisa membayangkan bagaimana repot nya Anes. Apalagi wanita itu sangat posesif akan kehamilan Vee dan Adelle.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Anes keluar dari kamar mandi, wanita itu belum menyadari kehadiran Adelle.


Anes berjalan menuju ruang ganti, hari ini Anes akan memakai pakaian yang santai saja toh ia tidak ke kantor hari ini.


"Come on." Ucap Anes setelah selesai bersiap-siap, matanya berkedip lucu saat melihat kehadiran Adelle.


"Ini perasaan tadi hanya ada satu ibu hamil, ini kenapa ada dua? Kamu membelah diri Vee." Ucap Anes, Vee mencebikan bibirnya yang benar saja Vee membelah diri.


"Ngarang, mana ada aku membelah diri." Kesal nya, Anes mendekati Adelle lalu mencubit gemas pipi Adelle.


"Ini nyata loh Vee ini bukan mimpi." Ucap Anes, Adelle kesal dengan tingkah Anes.


"Anes ini aku Adelle dan nyata bukan mimpi." Pekik nya, Anes tertawa kecil lalu menatap dua ibu hamil yang duduk di hadapannya.


"Ini kenapa kalian kompakan ingin ke mall?" Tanya Anes.


"Tadinya aku kesini ingin mengajak kamu untuk melihat gedung pertunangan Aleta dan Azka, tapi Vee mengatakan jika ia akan pergi ke mall bersama kamu." Ucap Adelle, Anes menghela nafasnya.


"Lalu kamu ingin ikut bersama kami?" Tanya Anes, Adelle mengangguk antusias tentu saja ia ingin ikut.


"Hmmm, boleh kan Anes boleh ya Anes baik deh." Ucap Adelle, Anes menepuk dahinya sendiri.


"Adelle cukup kamu tidak perlu memuji aku, karena aku tahu aku memang baik." Ucap nya percaya diri, Vee tertawa geli mendengar perkataan Anes.


"Ya baiklah ibu-ibu hamil mari kita pergi, nanti jangan lepaskan genggaman kalian dari aku dan jangan terpencar." Ucap Anes, Anes mengarahkan Adelle dan Vee seperti sedang mengarah anak kecil.


"Suka-suka aku lah, lagian selama kita pergi itu kalian menjadi tanggung jawab aku. Jadi anggap saja aku bodyguard kalian." Ucap Anes, Vee dan Adelle saling pandang.


Anes memang beda ia lebih baik di anggap bodyguard, padahal ada banyak sebutan lain selain itu.


"Tunggu sebentar." Ucap Anes.


"Ada apa lagi Aneska?" Tanya Anes.


"Karena kita pergi ke mall itu artinya aku harus membawa bodyguard sungguhan, karena aku yakin kalian akan banyak berbelanja. Tidak mungkin aku membawa belanjaan kalian sendiri." Ucap Anes, Vee menghela nafas nya benar saja Anes selalu posesif kepada Adelle dan Vee.


"Anes kita bisa membawa barang belanjaan kita sendiri." Ucap Adelle.


"No, kalau kalian bawa yang berat-berat aku khawatir itu Baby keluar sebelum waktunya." Ucap Anes, sudah lah Vee dan Adelle sebaiknya kalian pasrah saja.


"Kalian mau kemana?" Tanya Dena, kebetulan sekali Dena sedang ada di rumah.


"Kita mau pergi keluar sebentar aunty." Jawab Anes, Dena mengernyit menatap Vee dan Adelle.


"Kalian bertiga?" Tanya Dena lagi.


"Enggak aunty kita satu komplek, lagian make nanya lagi sudah tahu kita hanya bertiga." Ucap Anes, Dena tertawa Anes rada-rada sensitif semenjak Dena menyetujui perjodohan nya.

__ADS_1


"Ya kira gitu mau ngajak emak-emak kompleks sebelah juga." Goda Dena.


"Udah kaya mau demo aja bawa banyak orang." Ceplos Anes, Dena gemas ia memeluk leher Anes membuat Anes memekik.


"Aunty, lepasin ihh aunty." Pekik Anes.


Gak ya, kamu akhir-akhir ini sensitif banget sama aunty kenapa hmmm?" Ucap Dena.


"Yaelah udah kaya apaan tau kaga peka, ya aunty nyadar lah aunty itu satu-satunya harapan aku. Tapi aunty malah setuju gitu aja, aunty tahu keponakan aunty yang cantik tiada tara ini belum siap menikah." Ucap Anes mendramatisir, Adelle dan Vee terkejut melihat sikap Anes kepada Dena.


Ternyata Anes sangat manja jika kepada Dena, Vee dan Adelle jadi tertawa lucu. Anes selau galak dan dingin kepada orang lain, ternyata kelemahan Anes adalah keluarga nya sendiri.


"Aunty melakukan semua ini untuk kebaikan kamu, jika aunty tidak menyetujuinya bagaimana kamu akan mencari laki-laki yang sepadan dengan keinginan kamu." Ucap Dena, Anes mencebikan bibirnya.


"Bilang saja aunty menyukai dia kan, aunty di sogok apa si sama keluarga Gavriel. Kalian dikasi apa sampai gampang banget bilang iya." Cerocos Anes, Dena tertawa gemas dan mengigit pundak Anes.


"Aaaaaa, sakit aunty." Pekik nya.


"Kita semua dikasi kepastian." Ucap Dena tersenyum manis, Anes memutar bola matanya malas.


Ia menatap kesal kepada Dena, ah sudahlah aunty nya itu benar-benar membuat Anes esmosi tingkat tinggi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Devinisi cuma para keluarga yang bisa liat tingkah konyol Anes 😂*


A: Bukan lagi si, Anes kalau di luar dingin 😁


N: Iya apalagi kalau sama Deandra ye kan 🤣

__ADS_1


A: Aslinya 😁


N: 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2