Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 268


__ADS_3

Di sebuah mall besar terlihat para putri keluarga Abrisham dan Artadinata sedang berjalan-jalan di mall, dengan baik hati Tiana menggendong tubuh mungil Varo sementara Revan bocah itu di dorong di stroller oleh Adelle.


"Itu kayaknya bagus deh buat Tiana." Ucap Alea, wanita itu berlari ke arah baju yang terpajang di patung.


"Eh jangan kak gak usah." Ucap Tiana.


"Tiana jangan menolak oke." Ucap Alea, Tiana merasa tidak enak hati menerima belanjaan dari saudara-saudara nya.


Ada rasa ingin menangis karena merasa malu wanita itu seperti terlihat di kasihani sekarang, padahal Alea dan yang lain tidak berpikir sampai kesitu.


Setelah selesai berbelanja mereka memutuskan untuk makan, Aleta memesankan makanan untuk Tiana dan Tiana tersenyum tipis bukankah ini sangat memalukan.


Tiana merasa dirinya menjadi beban Aleta dan yang lain, Vee yang peka mengusap punggung Tatiana dengan lembut.


"Kamu pasti bisa menaklukkan Axel percaya sama kita, kita akan menjadi pendukung kamu Tiana." Ucap Vee, Tiana mengangguk lemah.


Aleta terdiam menatap Tiana ia merasa bersalah karena sikap Axel harus mengorbankan hidup dan prasaan Tatiana, Aleta berpikir mungkin ada saat nya wanita lugu dan menggemaskan itu menyerah dan pergi meninggalkan adiknya jika Axel terus seperti ini.


Sore hari mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah, sesampainya di rumah Tiana langsung menaruh barang-barang nya di ruang ganti dan wanita itu memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.


Kejadian hari ini membuat hatinya sakit Tiana merasa lemah, tapi dari sini ia bertekad tidak akan terlihat lemah lagi di hadapan Axel.


Saat keluar dari kamar mandi seseorang menarik tangan nya dan menyandarkan Tiana di pintu kamar, Axel ya orang itu adalah Axel lelaki itu menatap nyalang Tiana.


"Apa yang kamu katakan kepada mommy hmmm, kamu ingin aku memenuhi kebutuhan kamu seperti aku menjamin kehidupan kekasihku dulu? Jangan mimpi Tiana aku hanya melakukan itu kepada orang yang aku cintai." Ucap Axel.


"Aku tidak mengatakan apapun kepada mami kamu." Ucap Tiana.


"Bohong kau bohong, kalau kau tidak mengatakan nya lalu dari mana mami tahu? Ingat aku akan memenuhi kebutuhan kamu seperti apa yang kamu inginkan, tapi jangan pernah mengharapkan jika aku akan mencintai kamu!" Ucap Axel dengan tegas, lelaki itu berjalan menuju ruang ganti dan membuka brankas miliknya.


Axel mengambil dua kartu dan menyerahkannya ke tangan Tiana, lelaki itu tersenyum sinis kepada Tiana.


"Ini ambil ini ambil, aku sudah menduga inilah yang kamu harapkan dari pernikahan kita kau rela menyerahkan dirimu hanya untuk uang." Ucap Axel, Tiana mendongak menatap wajah tampan suaminya yang menyakiti hatinya.


"Jika aku hanya menginginkan uang bukan kau yang akan aku nikahi, dengar jika aku gila harta setidaknya dad Justin dan papi Julian yang akan aku dekati kau tahu. Semua yang kau miliki ini berasal dari mereka, ingat aku bukan penggila harta. Ambil ini aku tidak butuh semua ini." Ucap Tiana, wanita itu menyerahkan kembali kartu yang baru saja diberikan oleh Axel kepadanya. Tiana berjalan keluar dari kamar dan melempar handuk kecil yang tadi ia pegang ke sembarang arah.

__ADS_1


Axel tercengang menatap kepergian Tatiana, lelaki itu menunduk dan mengusap wajah nya dengan kasar. Disini Axel merasa ada yang aneh dengan dirinya, kenapa ia selalu ingin menyakiti Tatiana.


Di tempat lain tepatnya di kediaman Dio terlihat Adelle yang sedang merebahkan tubuhnya di samping Arka, Adelle memeluk tubu kekar suaminya.


"Kamu tadi siang belanja sama yang lain honey?" Tanya Arka.


"Iya sayang." Balas Adelle.


"Bagaimana Tatiana baik dan menyenangkan?" Tanya Arka.


"Hmmm, dia sangat baik, lugu dan sopan tapi kenapa Axel bisa tidak menyukai wanita sebaik Tatiana." Ucap Adelle, Arka tersenyum dan mengelus kepala Adelle dengan lembut.


"Mungkin ini terlalu cepat untuk Axel, kita doakan saja cepat atau lambat Axel akan jatuh cinta kepada Tatiana." Ucap Arka, Adelle mengangguk sepasang suami istri itu banyak sekali berbincang berdua.


Sementara itu di kediaman Justin terlihat Vee yang duduk dan menatap suaminya yang sedang menimang Varo, Vee menatap wajah tampan Aiden.


"Dad kamu hak ada niatan gitu untuk menasihati Axel, kasihan Tatiana kalau Axel terus seperti ini." Ucap Vee.


"Aku sudah sering menasehati nya sayang tapi emang dasar nya dia keras kepala mau bagaimana." Ucap Aiden.


"Ya mau bagaimana lagi Aleta dan aku saja tidak dia dengar, kamu ingin siapa lagi yang akan menasehati Axel mommy dan Daddy? Bukan di nasehati malah di bogem nanti sama Daddy." Ucap Aiden, Vee tertawa ia mengingat pesan-pesan Daddy kepada para anaknya yang selalu mengingatkan untuk tidak menyakiti para istrinya.


"Ya kalau memang harus di nasehati oleh Daddy gak ada salahnya, tapi sama uncle Julian saja dia malah ngeyel." Ucap Vee.


"Sudahlah besok-besok suruh Anes dan Aleta yang menasehati, aku juga kasihan kepada Tiana dia meninggalkan orang tuanya untuk berbakti kepada Axel yang menjadi suaminya." Ucap Aiden.


"Aku kalau jadi Tiana gak akan tahan si mending cari cowok lain gak apa-apa gak kaya yang penting baik dan penyayang, toh Tiana cantik ini kan." Ucap Vee, Aiden menoleh menatap istrinya.


"Untung dulu aku cepat sadar sebelum kamu cari yang lain." Ucap Aiden, Vee tertawa bisa-bisanya Aiden mengingat masa lalu.


"Itu beda dulu kan kamu hanya bersikap cuek saja dan tidak mau berbagi tempat tidur, kalau Axel main nya bentak-bentak gak asik takut jantungan kebanyakan di bentak." Ucap Vee, Aiden tertawa dan mengelus kepala Vee dengan lembut.


"Kalau aku bentak-bentak kamu kebayang gak nanti marah nya Anes, Alexi, mommy dan Daddy pelindung kamu kan banyak sayang apalagi Anes garda terdepan kamu diamah." Ucap Aiden, Vee tertawa memang benar Anes yang selalu menyadarkan suaminya agar tidak menyakiti Vee.


"Kamu ke Anes nurut banget ya bukan cuma kamu si Alexi dan Daddy juga." Ucap Vee.

__ADS_1


"Ratu nya dia di rumah setelah mommy, susah anak perempuan satu-satunya tadinya aku merasa tersaingi tapi makin kesini malah makin sayang dan posesif karena dia satu-satunya yang bisa mengerti aku." Ucap Aiden, Vee mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Anes juga kan yang menyiapkan cincin saat kita menikah karena saat itu kamu gak ada persiapan sama sekali." Ucap Vee.


"Iya dia yang siapin cincin nya." Jawab Aiden, Vee tersenyum manis ia merasa Anes begitu menyayangi nya dulu padahal Vee dan Anes belum dekat pada saat itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Gue harap si Axel bakal lebih bucin dari yang lainnya, dia yang paling nyakitin soalnya 😁*


A: Doain Uun 😂


N: Yok bareng-bareng yok 😂

__ADS_1


A: 😂😂😂


__ADS_2