
Keesokan harinya dad Justin datang ke rumah sakit bersama dengan Aiden, mom Dea dan Vee. Dad Justin melihat Alexi yang sedang menyuapi Alea di atas tempat tidur nya.
"Daddy." Ucap Alea.
"Pagi sayang, maaf Daddy dan Aiden baru sempat kesini kemarin kami benar-benar sibuk sampai tak memiliki waktu luang untuk menjenguk kamu." Ucap dad Justin.
"Tidak apa-apa dad dan terimakasih karena Daddy mau menjenguk Alea." Ucap Alea.
"Tidak masalah sayang sudah menjadi kewajiban Daddy sebagai orang tua bukan." Ujar nya.
"Silahkan duduk dad." Ucap Alexi, dad Justin tersenyum dan mengelus punggung Alexi.
"Wahh Al apakah Daddy sudah benar-benar tua sekarang, karena putra bungsu daddy sudah memiliki putra sekarang." Ujar nya, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan dad Justin.
"Tentu saja sudah bahkan sebelum putraku lahir kau memang sudah tua dad." Ujar nya, mom Dea tertawa kecil mendengar perkataan Alexi dan suaminya.
"Ngomong-ngomong siapa nama anak kalian?" Tanya Aiden.
"Namanya Gavin Abrisham." Jadwal Alexi.
"Nama yang bagus setelah Giovaro Abrisham kini muncullah Gavin Abrisham." Kekeh dad Justin, yang membuat anak-anak nya ikut tertawa.
"Jadi sudah tidak inisial A nih anaknya." Goda Vee.
"Gak lah bisa kembaran anak kita sama anak Anes." Kekeh Aiden.
"Ah iya baru ingat kalau anak Anes kembar." Ucap Vee tertawa kecil, mom Dea pun tertawa dengan menggendong baby Gavin.
Mereka banyak berbincang tak lupa juga memberi support untuk Alea sebagai mommy baru, Vee mengatakan jika Alea kerepotan maka Vee akan membantu Alea merawat Gavin sama seperti Alea yang selalu membantu dirinya merawat Varo.
Gavin Abrisham
...
Satu Minggu berlalu hari ini Alea sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah, dan saat Alea sedang duduk berjemur di taman belakang rumah ada Vee dan mom Dea yang menghampiri Alea.
"Sayang." Ucap mom Dea mengelus pundak Alea.
"Iya mom." Sahut Alea.
"Itu ada_" Ucapan mom Dea terhenti, saat suara seseorang yang memanggil nama Alea terdengar.
"Naura." Lirih nya dengan suara bergetar, Alea tertegun ia kenal suara itu dengan pelan-pelan Alea menolehkan wajahnya benar saja dugaannya.
__ADS_1
Ternyata ada mama dan papa nya yang datang, Alea menunduk dan tersenyum tipis ia masih merasa kecewa kepada orang tuanya.
"Mommy dan kakak masuk ke dalam dulu tidak apa-apa?" Tanya Vee, Alea menatap Vee seperti mengatakan jangan tinggalkan aku.
"Kak." Lirih Alea.
"Tidak apa-apa kakak akan duduk tidak jauh dari sini." Ucap Vee, mom Dea tersenyum dan mengusap Alea dengan lembut.
"Silahkan berbincang tuan dan nyonya." Ucap mom Dea, mama dan papa Alea pun mengangguk dan duduk disamping Alea.
"Naura apakah ini cucu kami?" Tanya mama menatap baby Gavin yang berada di gendongan Alea, namun bukannya menjawab Alea justru malah bertanya.
"Untuk apa tuan dan nyonya Xavier datang kemari?" Tanya Alea, ia bahkan tak ingin melihat wajah orang tuanya.
"Naura jangan panggil kami seperti itu ra, kami ini orang tua kamu nak." Ucap mama.
"Orang tua, ya kalian memang orang tuaku tapi apakah hanya sebatas orang tua?" Tanya Alea, kini matanya berkaca-kaca menatap mama dan papa yang duduk di sampingnya.
"Naura kami tahu kami salah nak." Ucap papa.
"Kenapa baru sekarang kalian menyadari jika kalian salah? Kemarin-kemarin kemana saja hmmm." Ucap Alea, tuan Xavier tertegun ia merasa wajar jika Alea marah dan kecewa.
"Ra kami melakukan itu karena_" Ucapan nyonya Xavier terhenti, saat Alea memotong perkataan nya.
"Karena ingin menjaga perasaan Alia begitu, lalu sekarang untuk apa kalian kesini apakah tidak takut jika putri kalian akan marah dan mengancam untuk bun*h d*r* lagi." Cibir Alea, mama menggelengkan kepalanya membuat Alea mengernyit.
"Kenapa? Kenapa baru sekarang mama mengusir nya hmmm, kenapa setelah hidup dan pernikahan aku hampir berakhir mama melakukan nya?" Tanya Alea, nyonya Xavier menunduk dalam.
"Maafkan mama Naura." Lirih mama.
"Mama tahu hidupku tidak pernah bahagia meskipun bergelimang harta, aku tidak pernah bahagia setelah Alia selalu menginginkan apa yang aku miliki. Aku sudah rela berbagi kasih sayang mama dan papa, lalu dengan tidak tahu d*ri ia menginginkan kekasihku dan dengan baik hati aku juga memberikannya membiarkan diriku terluka dan prasaan aku hanc*r mama tahu? Ah mama tidak mungkin tahu karena yang kalian pikirkan hanya Alia." Ucap Alea.
"Ra tolong." Lirih mama.
"Ma jika kemarin mama tidak membelanya aku tidak akan merasakan sendiri, tapi saat aku marah untuk mempertahankan pernikahan yang aku bangun mama masih membela Alia aku merasa jika mama tidak menyayangi aku. Dan kini semua sudah terlambat hatiku sudah hanc*r, hanc*r oleh orang tuaku lalu di sembuhkan oleh mertua dan suamiku." Lirih Alea, nyonya Xavier memeluk Alea namun bersyukur wanita itu tak menolak pelukan mami nya.
"Maafkan mama Ra, mama janji mulai sekarang mama akan mengutamakan kebahagiaan kamu hanya kebahagiaan kamu." Lirih mama, ia benar-benar merasa bo*oh karena sudah melukai hati putri kandungnya.
Di dalam rumah terlihat Alexi yang berjalan memasuki rumah, dan berpapasan dengan mommy nya.
"Mom diluar ada mobil mama dan papa apakah mereka ada disini?" Tanya Alexi.
"Hmmm, mereka sedang berbicara dengan Alea di taman belakang." Ucap mom Dea.
"Kenapa mommy membiarkan nya?" Tanya Alexi.
__ADS_1
"Lalu mommy harus apa? Melarang nya itu tidak mungkin Al, mommy tidak mau menghalangi orang tua Alea yang ingin bertemu dengan putrinya." Ucap mom Dea.
"Bukan itu maksud aku tapi bagaimana jika Alia menyakiti Alea." Ucap Alexi.
"Tidak akan mereka tidak datang bersama dengan Alia, lagi pula Alia tidak akan berani macam-macam sekarang. Kau lupa jika Daddy sudah mengurus semuanya." Ucap mom Dea, Alexi pun mengangguk mengiyakan perkataan mommy nya.
Tak lama kemudian mama dan papa Alea menghampiri Alexi yang sedang duduk di ruang keluarga, Alea menatap suaminya dan memanggil Alexi.
"Sayang." Panggil Alea.
"Hmmm." Sahut Alexi.
"Mama dan papa akan pulang." Ucap Alea
"Kenapa pulang apa tidak mau menginap saja?" Tanya Alexi.
"Tidak perlu Al kami tidak ingin merepotkan kamu." Ucap papa.
"Tidak pa itu sama sekali tidak merepotkan." Ucap Alexi.
"Tidak perlu Al lagi pula mama dan papa sedang ada urusan penting, kami titip Naura kepada kamu ya." Ucap mama, Alexi mengangguk dan memeluk kedua orang tua dari istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Nyesel kan Bu mangkanya anak sendiri jangan disakitin 😌
A: Suka greget emang ya Uun 😒
N: Bukan lagi emosi lah gue 😩
A: Sabar Uun sabar 😂
__ADS_1
N: Udah Thor udah 😂