
Malm harinya tepat pukul 02:00 dini hari Aiden mendapatkan kabar dari seseorang yang selama ini ia percaya untuk mencari tahu tentang papi dari istrinya, Aiden membuka matanya dan membaca pesan tersebut.
***Pesan chat
08******: Selamat malam tuan maaf mengganggu waktu istirahat Anda, saya sudah mendapatkan informasi mengenai orang tua nona. Tapi sebelumnya saya minta maaf karena saya tidak bisa memberi informasi dengan cepat kepada tuan*.
Aiden: Baik tidak masalah, jadi dimana papi mertua saya sekarang?
08****: Tuan bisakah anda datang ke jalan xx, karena saya melihat mobil milik papi nona kecelakaan.
Mata Aiden membulat sempurna saat membaca pesan terakhir, Aiden tidak lagi membalas pesan itu. Aiden langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Alexi adik nya, Aiden mengetuk kamar dengan tidak sabaran.
Tok...Tok...Tok... Aiden lelaki itu terus mengetuk pintu kamar Alexi.
"Ada apa si bang malam-malam ganggu banget heran." Ucap Alexi, lelaki itu mengusap wajah nya.
"Temani saya Al." Ucap Aiden.
"Temani apa? Memangnya kamu mau kemana?" Tanya Alexi.
"Al kamu tahu saya pernah mencari tahu tentang keberadaan papi Vee." Ucap Aiden.
"Iya tahu, terus kenapa?" Ucap Alexi lagi.
"Saya sudah mendapatkan informasi nya Al." Ucap Aiden lagi.
"Ya bagus dong bang, terus kenapa Abang malah membangunkan aku bukan membangunkan Vee." Ucap Alexi.
"Masalahnya informasi yang saya dapat itu kabar buruk." Ucap Aiden, Alexi mengernyit heran dan menatap wajah panik kakak nya.
"Kenapa?" Tanya Alexi mulai curiga.
"Papi nya Vee kecelakaan Al." Ucap Aiden, Alexi tercengang mendengar perkataan kakak nya.
"Apa? Kenapa gak bilang dari tadi si bang yaampun." Ucap Alexi, Aiden menatap tajam adik nya.
"Gimana mau bilang si Al, baru ngomong beberapa kata saja sudah kamu potong terus." Ucap Aiden, Alexi menatap Aiden dengan tersenyum tanpa dosa.
"Maaf-maaf jadi sekarang kita harus kesana nih?" Ucap Alexi, Aiden mengangguk setelah memberi tahu Alexi Aiden kembali ke kamar nya begitupun dengan Alexi.
Alexi naik ke atas tempat tidur dan membangunkan istrinya, Alea menggeliat dan menatap Alexi yang sudah rapi.
"Sayang kamu mau kemana?" Tanya Alea.
"Aku mau menemani bang ai sayang." Ucap Alexi, Alea terduduk dan menatap Alexi.
"Kemana?" Tanya Alea.
"Papi nya Vee kecelakaan jadi aku akan menemani Aiden ke tempat terjadinya kecelakaan itu, dan aku minta sama kamu tolong temani Vee di kamar nya. Jangan kasih tahu Vee dulu tentang ini." Ucap Alexi, Alea menutup mulutnya dan mengangguk.
__ADS_1
"Iya-iya aku akan menemani kak Vee." Ucap Alea, Alexi dan Alea keluar dari kamar nya dan bertemu dengan Aiden di depan kamar Vee.
"Alea mau ikut?" Tanya Aiden.
"Enggak aku mau menemani kak Vee." Ucap Alea, Aiden mengangguk dan tersenyum.
"Aku pergi dulu ya." Ucap Alexi.
"Iya kamu hati-hati ya." Ucap Alea, Alexi mengangguk dan mengecup kening Alea di hadapan Aiden.
"Khemmm, sopan dikit kenapa masih ada orang disini." Ucap Aiden.
"Yaelah biasanya juga Abang yang kaya gitu." Ucap Alexi, Aiden mendengus dan kedua laki-laki itu pergi dari hadapan Alea.
Setelah kepergian Alexi dan Aiden Alea masuk kedalam kamar Vee, ia melihat Vee yang di selimuti dengan rapi. Dan Alea yakin jika itu dilakukan oleh Aiden.
Aiden melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan Alexi menatap Aiden yang terlihat sedikit khawatir.
"Bang kenapa papi nya Vee bisa kecelakaan?" Tanya Alexi.
"Mana saya tahu Al, setelah kejadian mami dan saudara tiri Vee di hukum Anes papi nya juga ikut menghilang. Mungkin dia merasa takut dan malu kepada Vee." Ucap Aiden.
"Padahal kan mau bagaimanapun dia bersikap kepada Vee, aku yakin Vee akan memaafkan dia asal tidak mengulang kesalahan yang sama." Ucap Aiden.
"Ya harusnya papi memiliki pemikiran seperti itu." Ucap Aiden, kini mereka sudah sampai di tempat kejadian. Terlihat ramai dan banyak polisi disana.
"Tuan." Ucap orang kepercayaan Aiden, lelaki itu menghampiri mobil Aiden yang sudah terparkir di pinggir jalan.
"Korban dinyatakan meninggal tuan, krena mobil masuk kedalam jurang dan meledak. Dan belum sempat menyelamatkan diri karena mobil nya meledak." Ucap orang itu, Aiden dan Alexi menatap orang kepercayaan Aiden.
"Kamu sudah memeriksa keadaan korban dengan detail?" Tanya Alexi.
"Sudah tuan, dan saya menemukan ini dalam dompet korban." Ujar nya, memberikan sebuah kalung dengan liontin berbentuk love dan ada foto Vee juga di dalam liontin itu.
Aiden menatap foto kecil Vee, mami dan papi nya, tiba-tiba saja air mata Aiden menetes ia tidak bisa membayangkan bagaimana prasaan Vee.
Selama ini Vee selalu mengatakan jika ia ingin memaafkan papi dan akan mengajak papi tinggal dekat dengan nya, karena hanya papi yang Vee miliki. Tapi sekarang papi nya malah pergi meninggalkan Vee sama seperti kakek Vee dulu.
"Bang." Panggil Alexi.
"Al bagaimana prasaan Vee setelah ini, selama ini Vee sangat menunggu kabar tentang papi." Lirih Aiden.
"Bang ini sudah menjadi takdir Vee, dan yang Vee miliki sekarang hanya Abang dan Varo. Abang harus kuat dan harus bisa menjaga Vee, Vee hanya memiliki Abang dan keluarga Abang." Ucap Alexi, Aiden mengusap wajah nya kasar.
"Kamu urus semuanya dan bawa jasad nya ke kediaman Zeiss yang lama, saya akan kirimkan alamat nya." Ucap Aiden, ia memilih untuk membawa jasad papi mertua nya ke rumah yang dulu di tempati oleh papi dan istrinya yang baru.
"Baik tuan." Ucap nya, Aiden menatap mobil amb*lance yang membawa papi mertua nya. Ia juga memutuskan untuk langsung ikut ke rumah itu, ia akan menghubungi Alea nanti saat ini hanya Alea yang bisa Aiden harapkan untuk menenangkan istrinya.
Sementara itu di tempat lain tepatnya di kediaman Justin Vee menggeliat, ia terkejut melihat Alea yang tidur di samping nya.
__ADS_1
"Alea." Ucap Vee, Alea membuka matanya dan tersenyum.
"Kakak sudah bangun." Ucap Alea.
"Kamu disini, dimana Aiden?" Tanya nya.
"Bang ai pergi dengan Alexi semalam kak, mau membangunkan kakak tidak enak karena kakak tidur nya nyenyak sekali." Ucap Alea, Vee tersenyum dan menatap Alea.
"CK, padahal di bangunkan tidak apa-apa." Ucap Vee.
"Sudah jam 05:00 pagi hari kakak mandi dulu sana." Ucap Alea, Vee mengernyit heran kenapa Alea memintanya untuk mandi.
"Ada apa?" Tanya Vee.
"Tidak ada apa-apa, aku juga mau mandi." Ucap Alea, wanita itu bangun dan meraih ponselnya.
"Aku ke kamar dulu kakak juga mandi dulu oke." Ucap Alea, Vee mengangguk dan menatap kepergian Alea.
"Kenapa aku tiba-tiba keinget papi ya." Gumam nya, Vee memegang dada nya yang terasa tidak nyaman.
"Pi papi dimana, pulang ya Pi Vee kangen sama papi. Kita mulai semuanya dari awal Pi, papi bisa tinggal deketan sama Vee dan Varo." Gumam nya, Vee pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Belum ge apa-apa udah mellow aja si jamileh 🙄*
A: Sengaja kan gue nya juga lagi mellow 😌
N: Eh sue mellow nya bagi-bagi gak tuh 😂
A: Bagi-bagi lah yakali kaga 😂
N: Author tersolimi jatuh kepada elu Thor 😌
__ADS_1
A: Biarin dah 😂
N; 😌😌😌