
Dua Minggu kemudian kini Aiden mulai bersikap biasa saja kepada Vee, ia tidak ingin mengibarkan bendera per*ng dengan sang mommy uang selalu mengoceh kepadanya.
Dan hari ini Vee sudah mulai kuliah, ia ingin melanjutkan kuliah nya yang sempat tertunda.
"Kau mau kemana?" Tanya Aiden.
"Aku akan ke kampus." Ucap Vee.
"Siapa yang mengijinkan kamu ke kampus?" Tanya Aiden.
"Mommy Dea, bahkan mommy yang mengurus kepindahan ku." Ucap Vee.
"What, kenapa mommy tidak bilang apapun kepadaku." Pekik Aiden.
"Tuan muda apa kau lupa jika selama ini kau selalu sibuk." Ucap Vee, Aiden pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan tuan muda!" Ucap Aiden.
"Memangnya kenapa?" Tanya Vee polos.
"Aku ini suamimu bukan tuan mu." Jawab Aiden, kini lelaki itu keluar dari kamar nya.
Selama dua minggu kebelakang Vee dan Aiden tidur di kamar terpisah, dan tentu saja itu tanpa sepengetahuan mommy Dea.
Karena Vee akan keluar dari kamar saat semuanya sudah tertidur, Vee tidak ingin tidur dalam kamar yang sama dengan lelaki yang tidak mencintainya.
"Dasar kutub Utara!" Kesal Vee.
"Kau bilang apa barusan?" Tanya Aiden.
"Tidak aku tidak mengatakan apapun." Jawab Vee, ia berlari kecil meninggalkan Aiden.
"Loh Vee kamu kenapa sayang lari-lari seperti itu?" Tanya Dea.
"Eh, tidak mom aku tidak apa-apa." Jawab Vee.
"Gadis kecil." Pekik Aiden, ia salah tingkah saat semua orang menatap nya.
"Gadis kecil?" Tanya Anes.
"I_iya aku memanggil kamu nes." Jawab Aiden ngasal.
Anes dan Dea pun saling pandang, sementara Justin dan Alexi tidak mempedulikan hal itu. Mereka tidak ingin berdebat di pagi hari.
...
Tiga hari berlalu Veronica menjalani hari-hari nya seperti biasa, namun si*l saat ini ia diminta Dea untuk mengantar pakaian ganti untuk Aiden.
"Pergilah ke apartemen Aiden, dia membutuhkan ini Vee." Ucap Dea, karena tadi Aiden menelpon meminta sang mommy untuk mengirimkan pakaian ganti untuk nya.
__ADS_1
"Ta_tapi mom Vee kan." Ujar nya.
"Tidak apa pergilah, supir akan mengantar kamu." Ucap Dea, mau tidak mau Vee pun menuruti nya.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu mom." Ujar nya.
Akhirnya Vee pun pergi menuju apartemen Aiden yang bertempat di dekat kantor, dalam perjalanan Vee hanya menatap ke arah jalan.
"Nona kita sudah sampai." Ucap seorang supir, membuyarkan lamunan Vee.
"Ah iya, terimakasih pak." Ucap Vee.
Gadis itu turun dan berjalan masuk karena mommy Dea sudah memberi tahu nomor apartemen Aiden, maka bisa dengan mudah Vee menemukan nya.
Vee berjalan memasuki lift setelah memberi tahu identitas nya, setelah keluar dari lift Vee mulai mencari unit apartemen nya.
"Mungkin ini." Ucap Vee, ia menekan bell nya beberapa kali hingga pintu itu terbuka.
"Kau, ternyata kamu yang diminta mommy untuk mengantar pakaian ku." Ucap Aiden, ia mengambil paper bag di tangan Vee.
Aiden menarik tangan Vee agar masuk ke apartemen nya, namun saat baru saja Aiden akan menutup pintu tiba-tiba ada seseorang yang menahan nya.
"Kau." Ucap Aiden terkejut saat melihat Adelle.
"Hai." Ucap Adelle memeluk Aiden, sementara Vee terdiam karena Aiden masih memegang tangan nya.
Ada rasa nyeri di dadanya namun Vee mencoba menolak rasa itu, ia menatap Adelle yang bergelayut manja di lengan Aiden.
"Dia, Adelle maaf dia_dia ist_" Ucapan Aiden terhenti, saat Vee membuka suaranya.
"Hai, aku Vee sepupu kak ai." Ucap Vee ngasal, membuat Aiden melotot dan Adelle mengernyit.
"Sepupu, apa kau memiliki sepupu sebesar ini?" Tanya Adelle.
"Punya aku sepupunya." Ucap Vee.
"Tunggu bukankah semua sepupu bang ai itu laki-laki, dan hanya Aleta sepupu perempuan nya." Ucap Adelle, Vee tersenyum kaku ia bingung apa yang harus ia lakukan.
"Aku_" Ucapan Vee terhenti, saat tiba-tiba Alexi datang dan terkejut melihat keadaan yang ada di hadapannya.
"Aku kekasih Alexi." Ucap Vee tiba-tiba, membuat Alexi terbelalak dan Aiden melotot tidak percaya.
"What's, apa maksudnya aku jombl_" Dengan cepat Vee membungkam mulut Alexi menggunakan tangan nya.
"Kau kekasih Al?" Tanya Adelle, Vee pun mengangguk tanpa memperhatikan wajah kesal Aiden.
"Kau kemari untuk menjemput aku bukan, kalau begitu ayok kita pergi honey." Ucap Vee, Alexi melotot sempurna.
Vee menarik tubuh Alexi keluar dan saat berada di depan lift, Alexi melepaskan tangan Vee dari mulutnya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan Vee?" Ucap Alexi.
"Maafkan aku al, aku tidak ingin wanita itu mengetahui siapa aku." Ucap Vee.
"Maksudmu? Apa kamu sudah mengetahui siapa wanita itu?" Tanya Alexi.
"Tentu saja aku tidak tahu dia siapa, yang jelas aku tidak ingin bnayak orang tahu mengenai pernikahanku dengan Aiden." Ucap Vee, membuat Alexi menepuk dahinya sendiri.
"Kau itu membuat ku pusing, dan sekarang kau membuatku melupakan tujuan ku untuk mengajak Aiden ke hotel xx karena kami ada projek bersama." Ucap Alexi, membuat Vee tersenyum kaku.
"Yasudah kau susul kembali Aiden." Ucap Vee mendorong Alexi, namun gadis itu buru-buru masuk kedalam lift.
"Bisa-bisanya dia bertingkah konyol." Ucap Alexi, lelaki itupun memutuskan untuk menemui Aiden kembali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Bisa-bisanya si Vee main tarik anak orang 😂
A: Refleks bund liat cowok ganteng 😂
N: Alexi buat gue sii 😂
A: Oooo tidak bisa 😂😂
N: Tetep aee pelit dari jaman ayah Rio dan bunda Sisil 😌
__ADS_1
A: 😂😂😂*