
Malam hari Aiden yang sedang tidur meraba tempat disampingnya, Aiden mencari keberadaan Vee karena merasa Vee tidak ada di sampingnya akhirnya Aiden pun membuka matanya.
"Kemana Vee." Gumam nya.
"Sayang." Panggil Aiden, dengan suara khas bangun tidur nya.
"Vee." Panggil nya lagi, Aiden bangun dari tempat tidur nya dan berjalan menuju kamar mandi.
"Sayang." Panggil Aiden, saat dirasa tidak ada yang menyahut Aiden pun memutuskan untuk mencari Vee keluar kamar.
Aiden berjalan menuruni anak tangga ia menatap lampu dapur yang menyala, Aiden berjalan dan melihat jika istrinya sedang ada di dapur.
"Sayang." Panggil Aiden, Vee menoleh terkejut karena suaminya bangun.
"Loh kamu bangun sayang?" Tanya Vee.
"Hmmm." Jawab nya, lelaki itu memeluk Vee dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak Vee.
"Kenapa hmmm, aku hanya mengambil air minum saja." Ucap Vee.
"Gak bisa tidur kalau tidak ada kamu." Jawab nya, Vee tertawa kecil mendengar perkataan Aiden.
"Aduh-aduh bayi gede nya aku kasian." Ucap Vee, menggoda suaminya yang tiba-tiba manja.
"Bucin terus bucin, bisa gak kalau mau mesra-mesraan di kamar aja. Hargai aku yang belum nikah." Ucap Alexi yang tiba-tiba muncul, Aiden dan Vee menoleh menatap adik bungsu mereka.
"Sirik aja si." Ucap Aiden, Alexi menatap kakak sulung nya dengan sinis.
"Sirik si enggak ya, tapi bisa lah hargai aku kalian kalau mau mesra-mesraan depan aku nanti kalau aku sudah menikah jangan sekarang, kalau nanti kan bisa jadi motivasi aku buat mesra-mesraan bersama dengan Alea." Ucap Alexi, membuat Aiden dan Vee tertawa mendengar perkataan Alexi.
Bisa-bisanya mesra-mesraan dijadikan sebuah motivasi oleh Alexi, melihat Kakak dan kakak iparnya tertawa Alex hanya menatap mereka dengan acuh tak acuh.
Alexi lelaki itu berjalan mendekati kulkas membuat kedua kakaknya memperhatikan gerak-gerik Alexi, tanda dan berpikir apa yang sedang dilakukan oleh Alexi.
"Kamu ngapain?" Tanya Aiden, Karena malam-malam begini Alexi mencari sesuatu yang membuatnya bingung.
"Nyari makanan." Jawab nya, Vee sebagai kakak ipar Alexi menatap adik iparnya yang mencari makanan.
"Kamu lapar Al?" Tanya Vee, Alexi menganggukmengiyakan pertanyaan kakak iparnya.
"Hmmm." Jawab nya.
"Mau aku masakan sesuatu?" Tanya Vee, Alexi menggelengkan kepalanya ia menolak tawaran Vee. Bukan apa-apa tidak mau merepotkan kakak iparnya apalagi ini sudah sangat malam.
"enggak, gak perlu kalian istirahat aja." Ucap Alexi.
"nggak apa-apa biar aku buatin makanan ya, gak apa-apa kan sayang aku masakin Alexi makanan dulu kasihan." Ucap Vee, Aiden mengangguk jelas saja yang membiarkan istrinya membuat makanan untuk Alexi.
__ADS_1
Karena bagi Aiden melihat Vee memperhatikan adik-adik nya itu sangat membahagiakan, Alexi menatap Vee dengan tidak enak hati.
Vee untuk duduk saja di meja makan begitupun dengan suaminya, Aiden dan Alexi duduk di meja makan menunggu Vee yang sedang memasak di dapur.
"Al aku dengar kemarin Alea dan Alia bertengkar." Ucap Aiden.
"Hmmmm, bahkan Alia sampai men*mp*r Alea." Jawab nya, Aiden mengernyit heran.
"Memangnya mereka sering seperti itu ya?" Tanya Aiden lagi.
"Enggak, cuma gak tau kenapa Alia itu selalu mengusik Alea." Jawab Alexi.
"Alea diam saja gitu gak melawan?" Tanya Vee, yang ikut berbicara.
"Sebenernya Alea ingin melawan kepada Alia, namun Alea masih waras ia tidak mungkin bertengkar dengan ibu hamil kan." Ucap Alexi, membuat Vee dan Aiden terkejut.
"Memangnya Alia sedang hamil ya?" Tanya Vee.
"Iya dia sedang hamil, kan kemarin dia marah-marah kepada Alea karena katanya sikap Haris berubah tidak lagi perhatian kepadanya." Ucap Alexi, Aiden dan Vee menggelengkan kepalanya.
Mereka tidak habis pikir ada laki-laki seperti Haris, harusnya Haris lebih memperhatikan istrinya yang sedang hamil karena jika Alia mengalami banyak tekanan atau pikiran itu akan mempengaruhi kandungannya.
"Lagian itu laki aneh banget, dia yang hamilin istrinya lah dia juga yang gamau ngasi perhatian." Ucap Aiden.
"Lah memang nya si Haris itu laki sayang? Aku kira bukan." Ucap Vee, membuat Alexi dan Aiden tercengang.
"Lagian mana ada si laki model begitu, orang tuh istri lagi hamil di perhatiin bukan malah dibikin stress." Ucap Vee, wanita itu meletakkan makanan yang sudah di masak nya di hadapan Alexi.
"Bener juga si, orang itu mau punya anak bangga ya kan." Ucap Aiden.
"Lah gimana mau bangga, Haris aja minta aku untuk membatalkan rencana pernikahan aku bersama Alea." Ucap Alexi, menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
Perkataan Alexi semakin membuat Aiden dan Vee tidak percaya jika ada manusia seperti Haris, bisa-bisanya dia yang sudah beristri dan akan memiliki anak tapi masih berusaha untuk mendapatkan Alea.
"Itu si Haris g*la kali ya, dia ngapain nikahin Alia kalau masih cinta kepada Alea." Ucap Aiden.
"Tipe-tipe pengen beristri dua tapi duit aja di tanggung papi nya Alea kan." Ucap Vee, nah kan jiwa julid nya Vee mulai muncul.
Jangan salah kalau jiwa julid Vee sudah mode on, maka kata-kata Vee akan sama menyakitkan seperti kata-kata Anes dan Aleta.
"Sayang jangan terlalu jujur kenapa." Ucap Aiden, Alexi tertawa lagi.
"Aku kan bicara fakta dan apa adanya sayang." Ucap Vee.
"Iya aku tahu tapi jangan terlalu jujur juga sayang pakai filter dikit." Ucap Aiden.
"Gak salah pakai-pakai filter untuk orang seperti itu." Ucap Vee, Aiden menggelengkan kepalanya Vee yang dulu calm menjadi seperti ini karena sering bergabung dengan Anes, Aleta dan Adelle.
__ADS_1
"Wah kacau, Al kalau kamu sudah menikah dengan Alea jangan biarkan dia bergabung dengan Anes, Aleta, dan Adelle kalau tidak istri kamu nanti akan seperti ini juga." Ucap Aliden menunjuk Vee.
"Ya bagus dong kalau seperti ini, nanti kalau ada yang nyinyir bisa di balas pakai kata-kata mutiara." Ucap Vee, Aiden tertawa Vee selalu saja bisa menjawab perkataan nya.
"Ya gak gitu juga sayang." Ucap Aiden tertawa kecil.
"Nih ya kalau Alea sudah pintar dalam berkata, itu akan mudah untuk Alea membungkam mulut Alia benar kan. Dengan begitu Alia gak akan seenaknya ngatain Alea." Ucap Vee.
"Sayang Alia sedang hamil jangan dulu dikasih kata-kata mutiara, khawatir dia akan melahirkan sebelum waktunya." Ucap Aiden, kali ini Vee yanh tertawa kecil.
"Ngarang mana ada seperti itu." Ucap Vee.
"Ada sayang nanti Alia, kalau dia kesal kepada Alea terus emosi kan bahaya." Ucap Aiden, Alexi hanya tertawa saja sejak tadi mendengarkan ocehan kedua kakak nya.
Alexi jadi membayangkan bagaimana jika dirinya dan Alea sudah menikah, pasti akan lebih ramai apalagi Vee tipikal orang yang mudah berbaur begitupun dengan Alea.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Cewek nya cuma Vee aja rame, gimana kalau ada Alea, Adelle, Anes dan Aleta ya 😂
A: Bisa un bisa berasa kaya lagi di pasar 😌
N: Rame banget yenkan 🤣
A: Bukan lagi, jangan lupa Aiden, Alexi, Axel, Azka dan Arka kang rumpi nya 😌
N: Deandra masih datar Thor, belum ketularan virus nya Anes 🤣
A: Kalo udah ketularan khawatir lebih meresahkan Uun 😩
N: Bagus itu 😂😂😂
A: Sue 😒
N: 😂😂😂
__ADS_1