
Keesokan paginya setelah selesai mandi tiba-tiba saja perut Alea terasa sakit, Alea berjalan dengan hati-hati menuju tempat tidur dimana suaminya sedang tidur.
"Asssh." Lirih Alea ia menggigit bibir bawahnya.
"Sayang." Lirih Alea, semalam Alexi tidak banyak bicara hanya menyuruhnya untuk langsung tidur.
"Emmmh." Lenguh Alexi.
"Sayang hiks..." Lirih Alea lagi, wanita itu menangis karena perut nya yang begitu sakit.
Mendengar suara Isak tangis Alea Alexi pun terbangun, Alexi tertegun saat melihat Alea menangis dengan menggigit bibir bawahnya.
"Kenapa menggigit bibir hmmm, itu bisa melukai kamu Alea.
Ucap Alexi langsung terduduk, Alea memejamkan matanya membuat Alexi menatap nya.
"Ada apa?" Tanya Alexi ia menangkup wajah cantik Alea.
"Perut, perut aku sakit hiks." Lirih nya, Alexi langsung membulatkan matanya.
"Mau melahirkan? Tapi kan ini belum waktunya." Ucap Alexi.
"Aku tidak tahu Alexi ini sangat sakit." Lirih Alea, Alexi pun langsung turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.
Alexi membersihkan tubuhnya dengan cepat dan langsung memakai pakaian nya, setelah itu Alexi langsung menggendong tubuh Alea keluar dari kamar.
Saat menuruni anak tangga mom Dea, Vee, dad Justin dan Aiden menatap heran ada apa dengan Alea.
"Loh Al Alea kenapa?" Tanya mom Dea.
"Gak tau mom tiba-tiba saja Alea mengeluh perut nya sakit." Ucap Alexi.
"Sakit mau melahirkan? Tapi ini belum waktunya Alea melahirkan." Ucap Vee, Alexi hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
"Yasudah ayok kita bawa ke rumah sakit, dad kamu sarapan sendiri ya mom mau menemani Alea." Ucap mom Dea.
"Iya tidak apa-apa toh ada Vee dan Aiden dirumah." Ucap dad Justin.
"Mom nanti Vee nyusul ya." Ucap Vee, mom Dea mengangguk dan berjalan mengikuti Alexi.
Setelah kepergian Alexi dan mom Dea dad Justin dan Aiden kembali duduk di meja makan, Aiden menatap Daddy nya dengan serius.
"Dad bagaimana apakah Daddy akan benar-benar menemui orang tua Haris?" Tanya Aiden.
"Sepertinya itu harus dad tidak terima karena menantu mereka terus mengganggu Alea." Jawab dad Justin.
"Tapi bagaimana dengan Alia dad yang menggangu Alea itu Alia." Ucap Vee.
__ADS_1
"Tenang saja sayang kalau Haris dan orang tuanya sudah tiada bisa berkutik lagi, otomatis Alia juga tidak akan bisa apa-apa. Dan setahu Daddy meskipun orang tua Alea menyayangi Alia tetap saja semua aset keluarga nya atas nama Alea." Ucap dad Justin.
"Jadi kapan Daddy akan menemui mereka?" Tanya Aiden.
"Bukankah lebih cepat lebih baik." Ucap dad Justin.
"Baiklah kita temui mereka hari ini aku akan menemani Daddy." Ucap Aiden, dad Justin mengangguk menerima tawaran putranya.
Di rumah sakit Alea masih menangis dan memegangi perutnya, sementara dokter sedang memeriksa Alea dengan teliti.
Setelah memeriksa Alea dan memberikan obat penenang dokter keluar dari kamar rawat Alea, Alexi dan mom Dea langsung berdiri menghampiri dokter.
"Dok bagaimana keadaan putri saya?" Tanya mom Dea membuat Alexi menoleh, ini alasan Alexi kecewa kepada keluarga Alea. Disaat mommy nya menganggap Alea sebagai putri namun ternyata keluarga Alea meragukan kebaikan dan ketulusan sang mommy.
"Kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan nyonya, tapi jika setelah ini nona muda masih merasa sakit sepertinya kita harus melakukan operasi untuk menyelamatkan ibu dan bayinya." Ucap dokter, Alexi dan mom Dea saling memandang.
"Jadi kalau Alea sudah tidak merasa sakit itu artinya dia baik-baik saja?" Tanya mom Dea.
"Benar, kemungkinan nona hanya perlu melakukan istirahat total dirumah." Ucap dokter, mom Dea mengangguk dan langsung masuk kedalam kamar dimana Alea yang sedang memejamkan matanya disana.
"Sayang." Panggil mom Dea.
"Mommy." Lirih Alea.
"Jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja, kamu jangan terlalu banyak fikiran mommy tidak ingin putri mommy sakit. Semua akan baik-baik saja, Alexi kamu dan semuanya akan baik-baik saja." Ucap mom Dea menguatkan Alea, mom Dea bukan tidak tahu ia tahu jika anak dan menantunya sedang ada masalah.
Hanya saja mom Dea lebih memilih diam karena Alexi dan Alea tidak ada yang berbicara kepadanya, Alea menitihkan air matanya meraih tangan mom Dea dan mengecupi nya.
"Itu sudah menjadi tugas mommy untuk menjaga dan melindungi anak-anak mommy, jangan menangis mommy akan memanggil Alexi." Ucap mom Dea, Alea mengangguk sebelum keluar mom Dea mengecup kening Alea dan mengusap lembut kepala menantunya.
"Boy temui Alea di dalam." Ucap mom Dea, Alexi diam menatap mom Dea yang duduk di samping Alexi dengan tersenyum manis.
"Mom." Lirih Alexi, mom Dean mengangguk dan menggenggam tangan Alexi.
"Ingat jangan menyakiti Alea ataupun membuatnya menangis, dia adalah wanita pilihan kamu boy. Dia rela meninggalkan keluarganya, kehidupan nya, dan semua dunianya hanya untuk kamu." Ucap mom Dea, Alexi menunduk mendengar perkataan sang mommy.
"Tapi_" Ucapan Alexi terhenti saat mom Dea menangkup wajah tampan nya.
"Mom tahu kamu kecewa tapi itu bukan kesalahannya, kamu boleh membela mommy, Daddy, dan keluarga kamu tapi tidak dengan cara mendiamkan istri kamu Alexi. Ingat cepat atau lambat mungkin mommy dan Daddy tidak bisa lagi bersama kamu Al, dan saat itu hanya Alea yang bisa menemani kamu dalam setiap keadaan. Jaga dia peluk dia berikan dia kenyamanan, mommy tidak ingin melihat nya terluka karena ulah putra mommy." Ucap mom Dea, Alexi mengangguk dan memeluk mom Dea.
"Thank you mom." Lirih nya.
"Hmmm, pergilah." Balas mom Dea, Alexi pun bangun dan masuk kedalam kamar rawat Alea.
"Sayang." Lirih Alea, Alexi tersenyum dan langsung menhujani wajah Alea dengan kecupan lembut.
"Maafkan aku karena sudah membuat kamu bersedih." Lirih Alexi, Alea menggelengkan kepalanya dan menitihkan air matanya.
__ADS_1
"Tidak harusnya aku yang minta maaf, maaf karena orang tuaku membuat kamu terluka membuat kamu kecewa maaf." Lirih nya, Alexi menggelengkan kepalanya dan memeluk Alea lalu mengecup puncak kepala Alea.
"Apa masih sakit?" Tanya Alexi, Alea menggelengkan kepalanya.
"Tidak terlalu sakit." Jawab nya, istirahatlah aku akan menemani kamu disini." Ucap Alexi, Alea mengangguk dan tersenyum manis.
Diluar Vee berjalan terburu-buru menghampiri mommy nya, untuk bertanya bagaimana keadaan Alea.
"Mom bagaimana keadaan Alea?" Tanya Vee.
"Sudah jauh lebih baik sayang tidak perlu khawatir lagi." Ucap mom Dea.
"Syukurlah aku sangat takut jika bayinya kenapa-kenapa." Ucap Vee mengusap wajah nya, mom Dea tersenyum lembut kepada Vee.
"Terimakasih karena kamu begitu menyayangi nya." Ucap mom Dea, Vee menoleh dan memeluk mom Dea dari samping.
"Karena hanya kalian yang Vee punya, terimakasih mommy sudah menyayangi Vee." Ucap Vee, mom Dea mengangguk dan mengusap lembut kepala Vee.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N: Maaaak pen nikah pen punya mertua kaya mommy Dea π©
A: Kalo begitu gue juga mau dah un π
N: Ngikut-ngikut Bae lu Thor π
A: Dih masalah buat Lo π
N: Dihh ngeselin βΊοΈ
__ADS_1
A: Bodomamat lah suka-suka gue π
N: Iyadeh iya suka-suka Lo, tar kalo gue protes lama lagi gak up nya π