Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 141


__ADS_3

Tiga hari berlalu di sebuah perusahaan mewah waktu sudah menunjukkan pukul 04:00 sore, semua karyawan sudah mulai meninggalkan meja kerja nya untuk pulang ke kediaman masing-masing.


Bukan hanya para karyawan Anes dan Aleta pun sama, mereka akan pulang ke kediaman nya masing-masing. Saat mereka akan meninggalkan kantor hujan turun dengan derasnya, Anes menatap langit yang begitu gelap.


"Yah hujan nes." Ucap Aleta, Anes mengangguk ia menatap sekeliling.


"Kita nunggu reda atau lanjut aja ta?" Tanya Anes, Aleta menatap langit yang gelap dan terkadang ada petir yang menyambar.


"Kita nunggu reda kali ya." Ucap Aleta, Anes mengangguk ia berdiri di lobby kantor.


Dari kejauhan terlihat Azka yang berjalan kearah dua wanita cantik itu, Azka memegang tangan Aleta hingga membuat wanita itu menoleh.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Aleta, berusaha menarik tangan nya yang di pegang oleh Azka.


"Tentu saja mengajakmu pulang." Ucap Azka.


"Aku akan pulang bersama Anes." Ucap Aleta, Azka menatap Anes yang sejak tadi memperhatikan keduanya.


"Apa, kau mau mengatakan Anes untuk kali ini Aleta akan pulang bersama ku. Begitu!" Tegas Anes, Azka tertawa kecil ternyata Anes pintar menebak isi fikiran nya.


"Tanpa aku bicara ternyata kamu sudah mengerti." Kekeh Azka, Anes memutar bola matanya malas.


"Gak ya, aku gak mau balik bareng kamu Titan." Pekik Aleta, Azka menatap Aleta dan mendekatkan wajahnya.


"Jika Anes saja tidak keberatan lalu kenapa kamu keberatan." Ucap Azka, Aleta melebarkan matanya.


"Tentu saja aku keberatan, yang kamu ajak pulang itu aku bukan Anes." Protes Aleta, Anes menggelengkan kepalanya. I


Ia sudah merasa pusing dan lelah selalu menjadi saksi bisu perdebatan antara Azka dan Aleta, tuhan bisakah Anes menenggelamkan diri kedalam tanah.


"Kenapa kalian selalu berdebat? Apakah kalian tidak lelah hah?" Ucap Anes, Aleta pun diam ia menatap Anes.


"Baiklah karena Anes tidak keberatan, jadi Aleta ayok kita pulang." Ucap Azka menarik tangan Aleta, Anes tercengang wanita itu benar-benar di tinggalkan.


"Untung sepupu, untung sayang jika tidak sudah aku tendang kau ke planet lain." Geram Anes, karena merasa kantor sudah sepi Anes pun memaksakan diri untuk pulang.


Jalanan terlihat gelap hingga membuat Anes harus berhati-hati dalam mengemudikan mobilnya, namun saat Anes berniat menambah laju mobilnya seseorang menyebrang begitu saja.


Hingga membuat Anes terkejut lalu memberhentikan mobilnya dengan mendadak,


bahkan kening Anes sampai membentur stir mobil.


"Asssshhh." Desis wanita itu, Anes memegang kening nya yang terasa sedikit sakit.


Lalu menatap kedepan dimana orang yang tiba-tiba menyebrang tadi sedang berjongkok di depan mobil Anes, wanita itu keluar dari dalam mobil tanpa menggunakan payung.


Anes merasa cukup khawatir kepada orang yang hampir saja ia tabrak, Anes menghampiri orang itu dan berjongkok di hadapan nya.

__ADS_1


"Tuan anda tidak apa-apa?" Tanya Anes, wanita cantik itu memegang lengan lelaki yang ada di hadapannya.


Lelaki itu mendongak menatap Anes dan membuat Anes terkejut, lelaki arogan yang beberapa waktu lalu ia temui.


"Kau_" Ucapan Anes terhenti, saat lelaki itu tidak sadarkan diri.


"Eh, tuan jangan pingsan dulu. Setidaknya bangun lah sendiri dan masuk kedalam mobil, jika kamu pingsan siapa yang akan mengangkat tubuh mu." Celoteh Anes, ia benar-benar merasa si*l hari ini.


Setelah di tinggal oleh Aleta dan Azka, kini Anes harus bertemu dengan lelaki aneh dan sombong itu.


Dengan tertatih-tatih Anes membopong tubuh tinggi lelaki itu dan memasukkannya kedalam mobil, Anes menghela nafasnya dan menyandarkan tubuhnya saat dirinya juga sudah berada di dalam mobil.


"Selain menyebalkan ternyata kamu juga merepotkan." Ucap Anes, ia melajukan kembali mobilnya.


Namun sesaat kemudian Anes kembali menepikan mobilnya di pinggir jalan, ia berfikir sejenak akan membawa lelaki itu kemana.


"Kemana aku harus membawanya, aku tidak mungkin membawa orang asing kerumah kan. Selama ini Daddy begitu menyembunyikan kediaman kami dari orang asing, jika tiba-tiba aku mengajak nya apakabar dengan nasibku." Gumam Anes, ya memang selama ini keluarga Justin tidak pernah sembarangan membawa orang asing ke kediaman nya.


Karena merasa pusing akhirnya Anes memutuskan untuk membawa lelaki itu ke apartemen miliknya saja, meskipun Anes selalu pulang kerumah namun wanita itu tetap memiliki apartemen pribadi.


Setelah tiba di apartemen Anes meminta tolong para penjaga untuk membantu nya, Anes berjalan menuju unit apartemen miliknya yang berada di lantai paling atas.


Setibanya di kamar Anes menatap lelaki yang sudah terbaring di atas tempat tidur, setelah itu Anes memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.


"Lihatlah dia bahkan tidak bangun sama sekali, haruskah aku melempar nya dari sini." Gumam Anes, ia menggelengkan kepalanya.


Di kediaman Justin Aiden terlihat mengernyit saat Anes mengirimkan pesan, jika dirinya tidak bisa pulang dan akan tidur di apartemen.


Tidak biasanya Anes tidak pulang kerumah, Vee yang melihat wajah bingung suaminya pun menghampiri Aiden.


"Ada apa sayang?" Tanya Vee.


"Tidak ada, hanya saja Anes mengatakan jika ia tidak bisa pulang." Ucap Aiden, Vee mengangguk ia paham mungkin saja karena hujan deras.


"Tidak apa-apa, mungkin karena hujan deras dan Anes memilih untuk pulang ke apartemen. Karena jarak apartemen dan kantor itu lebih dekat." Ucap Vee, Aiden tersenyum dan menatap Vee.


"Hmmmmmm, mungkin saja." Balas lelaki itu, Vee mengangguk dan mengelus kepala suaminya lembut.


"Bagaimana pekerjaan kamu hari ini?" Tanya Vee, ia selalu ingin tahu kegiatan suaminya di kantor.


"Seperti biasa sayang." Ucap Aiden.


"Apakah sangat melelahkan?" Tanya wanita cantik itu.


"Tidak sayang, aku sama sekali tidak merasa lelah." Ujar nya, Vee tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di pundak Aiden.


"Syukurlah." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil melihat tingkah lucu Vee.

__ADS_1


"Bagaimana baby hari ini? Apakah rewel atau membuat kamu lelah?" Tanya lelaki itu.


"Tidak juga, dia begitu baik karena tidak membuat aku kelelahan." Ujar nya, tangan Aiden turun kebawah mengelus perut buncit Vee.


"Baby nya Daddy sehat-sehat ya nak, nanti Daddy jenguk kamu kalau sudah waktunya." Ucap Aiden, Vee tersenyum lalu menatap Aiden.


"Iya Daddy, Daddy semangat ya kerja nya. Nanti kalau baby sudah lahir kita jalan-jalan bersama." Ucap Vee, menirukan suara anak kecil.


Aiden terkekeh ia selalu dibuat gemas oleh istrinya, Aiden menangkup wajah cantik Vee dan mengecup setiap inci wajah cantik Vee.


Seperti itulah Aiden, semakin hari ia malah semakin dibuat jatuh cinta oleh istrinya itu. Bahkan semakin kesini Vee malah semakin menggemaskan bagi Aiden.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Maaaaakkkk, pengen laki model Aiden Mak 😭*


A: Kumat dah kumat 😒


N: Mon maap suka hilap emang 😂


A: Mengadi-ngadi sekali anda 😒


N: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2