Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 188


__ADS_3

Tiga hari berlalu Anes bertemu dengan mantan kekasih Axel di sebuah restoran, Anes menatap wanita itu bersama dengan Aleta yang juga sudah masuk ke kantor.


"Bukankah itu mantan kekasih Axel?" Tanya Aleta.


"Aku bahkan tidak ingin menyebutkan namanya, sebut saja dia tusuk Cil*k." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


"Jahat ih kamu, gak main-main kalau sudah kesal semua omongan keluar." Ucap Aleta.


"Biarkan saja lagipula dia pantas diberikan sebutan seperti itu." Ucap Anes, Aleta mengangguk saja dari pada ia kena bogeman Anes.


Anes dan Aleta duduk di kursi pojok kanan, dari kejauhan Anes melihat seseorang yang masuk kedalam restoran dan menghampiri mantan Axel.


Mata Aleta terbelalak melihat siapa yang datang, oh my pemandangan macam apa ini. Aleta langsung mengalihkan pandangan nya kepada Anes.


"Anes bukankah itu Deandra?" Tanya Aleta, Anes mengangguk dan tersenyum kecut.


"Dia bersama mantan Axel hahaha, tidak adakah wanita yang lebih dari aku." Ucap Anes bangga, Aleta menggelengkan kepalanya.


"Anes kamu masih tidak ingin menerima Deandra?" Tanya Aleta, Anes menatap Aleta.


"Maksud kamu." Ucap Anes.


"Mendekatlah." Ucap Aleta, wanita itu membisikkan sesuatu kepada Anes yang membuat mata Anes membulat sempurna.


"Kau g*la." Pekik Anes.


"Pelankan suaramu Aneska." Ucap Aleta.


"Gak, aku gak mau." Balas Anes.


"Anes selain kamu membuat mommy dan Daddy senang, kamu juga akan bahagia jika kamu berhasil membuat Deandra jatuh cinta. Tapi ingat permainan pertama kamu jangan menggunakan hati, harus Dean yang kalah lebih dulu." Ucap Aleta, Anes menggelengkan kepalanya.


"Ini tidak mungkin." Ucap Anes.


"Ini sangat mungkin, sudah kau ikuti saja caraku. Ingat jangan sampai kamu menyerah, kamu harus membuat nya kalah." Ucap Aleta, Anes diam kenapa jadi dirinya yang di atur oleh Aleta.


Saat pelayan datang membawa pesanan untuk meja yang ditempati oleh Deandra dan mantan Axel, Anes berjalan dibelakang pelayan itu dan menabrak nya.


Hingga membuat makanan dan minuman yang dibawanya tumpah mengotori pakaian mantan Axel, Anes menutup mulutnya pura-pura terkejut.


"Aaaaaa." Ucap pelayan itu.


Brukkk... prannngggg... Piring dan gelas nya pun terjatuh kelantai dan pecah.


"Ups, sorry." Ucap Anes, Aleta tersenyum tipis melihat kelakuan Anes.


Wanita itu jika sudah tidak suka kepada seseorang memang selalu bar-bar, tidak peduli dimana tempat nya yang penting Anes puas.


"Anes apa kau g*la." Teriak wanita itu.


"Aku sudah mengatakan jika aku tidak sengaja, apa kau t*li." Ucap Anes, wanita itu merasa malu ini adalah kali pertama ia bertemu dengan Deandra.


"Nona kau mengotori pakaian nya." Ucap Deandra, Anes menatap lelaki yang terlihat berwibawa.


"Apa kau juga t*li tuan, saya mengatakan dengan jelas jika saya tidak sengaja." Ucap Anes, Deandra menghela nafasnya.


"Kau harus tanggung jawab." Ucap mantan Axel, ia mengambil segelas minuman dan berniat untuk menyiram Anes.


Anes wanita itu menatap mantan Axel dengan tatapan menantang, mantan Axel bangun dari duduknya dan menyiram Anes.

__ADS_1


Byuuuuuuurrrrr... Anes memejamkan matanya, satu detik, dua detik, tiga detik Anes heran kenapa ia tidak merasa basah di wajah nya.


Dengan perlahan Anes membuka matanya dan melihat Deandra yang berdiri di hadapannya dengan menatap Anes, Anes mendongak menatap manik mata Deandra.


Sementara mantan Axel dibuat terkejut ternyata yang terkena minuman itu adalah Deandra, lebih tepatnya punggung Deandra.


"Tu_tuan apa yang anda lakukan?" Tanya nya.


"Tidak ada, kalau begitu saya permisi." Ucap Deandra, lelaki itu langsung pergi dari hadapan Anes dan mantan Axel.


Anes mengerjapkan matanya berkali-kali, ini kali kedua Deandra menghalangi orang yang ingin mencelakai atau mempermalukan nya.


"Anes kamu gak apa-apa?" Tanya Aleta, ia menghampiri Anes dan memutar tubuhnya Anes takut ada yang luka di tubuh saudaranya itu.


"Ta aku tidak apa-apa." Jawab Anes, Aleta menghela nafasnya lega.


"Sedang apa kalian disini?" Tanya mantan Axel, Anes menatap wanita itu dengan nyalang.


"Kau bertanya kepadaku." Ucap Anes.


"Memangnya siapa lagi." Ujar nya.


"Kau ingin tahu apa yang aku lakukan disini?" Tanya Anes.


"Hmmm." Jawab nya.


"Menggagalkan rencana licik kamu." Ucap Anes, wanita itu terbelalak mendengar perkataan Anes.


"Apa maksud kamu?" Tanya nya.


"Kau pikir saja sendiri, kau harus nya sadar siapa lelaki yang sedang kau dekati. Cih, bi*ch." Ucap Anes, wanita itu tercengang mendengar perkataan Anes.


"Anes apakah dia akan kapok." Ucap Aleta.


"Entahlah ta, sepertinya memang aku harus melakukan apa yang kamu katakan." Ucap Anes.


"Kau yakin?" Tanya Aleta.


"Begini jika aku tidak mendapatkan dia itu artinya akan membuat mantan Axel terus berusaha mendekati Deandra, tapi_" Ucapan Anes terhenti.


"Kamu belum menyukainya." Tanya Aleta.


"Bukan belum tapi tidak, dan aku tidak akan pernah menyukainya." Ucap Anes.


"Hush, jangan seperti itu Anes nanti kemakan omongan sendiri malu." Ucap Aleta, Anes mengangkat bahu nya.


....


Sementara itu di kantor Axel meminta cleaning servis untuk membuat kan teh, seorang wanita masuk kedalam ruang kerja Axel.


"Permisi tuan ini teh nya." Ucap seorang wanita.


"Letakan saja di meja." Ucap Axel, wanita itu mengangguk dan meletakkan teh nya di meja kerja Axel.


Axel mendongak menatap wanita itu, ia mengernyit menatap wanita yang sedang menunduk dan berniat untuk pergi.


"Tunggu." Ucap Axel.


"Iya tuan." Ujar nya.

__ADS_1


"Aku meminta teh kepada cleaning servis, kenapa malah kamu yang membawa kan nya." Ucap Axel.


"Tuan saya kan cleaning servis disini tuan." Ucap nya, menunjuk seragam yang ia kenakan.


Axel menatap nya dari atas sampai bawah, membuat wanita itu merasa tidak nyaman.


"Banyak cleaning servis tapi kenapa harus kamu." Lirih Axel.


"Karena cuma teh buatan saya yang enak." Ceplos nya, membuat Axel melotot.


"Pergi kamu, saya sudah tidak membutuhkan kamu lagi." Ucap Axel, mendengar itu ia pun langsung pergi dari ruang kerja Axel.


Jantung nya berdegup kencang mendengar suara keras Axel, ia menyumpah serapahi Axel.


"Prasaan saudara-saudara si bos ganteng-ganteng, baik-baik, lembut dan murah senyum. Tapi kenapa yang ini horor banget ya, kaya orang kekurangan kasi sayang. Eaaaaaakkkk." Ujar nya berdialog sendiri.


"Apalagi tuan Aiden dan dan tuan muda Alexi, beuhhhh wajah nya seperti mengajak untuk membangun rumah tangga bersama." Gumam nya, membuat para rekan kerja nya tertawa lucu.


"Heh, jangan ngayalin tuan Aiden udah punya pawang dia." Ucap senior nya.


"Hah, serius udah nikah tuan Aiden?" Tanya nya.


"Sudah, istrinya cantik baik, lucu manis lagi." Jawab nya.


"Wajar si, orang tuan Aiden nya saja ganteng, manis suka senyum." Ujar nya, senior pun mengangguk dan tersenyum.


Aiden dan Alexi kakak beradik yang selalu membuat kagum para karyawan, entahlah produk Justin ini tidak ada yang gagal.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Nama si cleaning servis nya siapa Thor, lucu tu orang 😂*


A: Maklum, rada ceplas-ceplos emang 😂


N: Kaya mom Mae kan 🤣


A: Bisa dibilang seperti itu 😂😂

__ADS_1


N: 🤣🤣🤣


__ADS_2