Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 150


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari-hari Anes begitu menyebalkan bagi Anes, ia selalu di teror oleh Deandra namun Anes juga selalu berhasil membuat Deandra kesal.


Contoh hari ini disaat Deandra meminta Anes untuk mengantar nya ke suatu tempat, dengan rela Anes membocorkan ban mobil nya sendiri agar tidak mengantar lelaki itu tepat waktu.


"Ada apa?" Tanya Deandra, saat Anes memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Tidak tahu, sebaiknya aku cek dulu." Ucap Anes, ia keluar dari mobil dan berjongkok di samping ban mobil.


Anes membuat ban mobil nya kempes, ia berjalan menuju ban belakang dan melakukan hal yang sama.


"Enak saja, kau pikir kau siapa. Cukup sekali saja aku menuruti keinginan kamu dengan tenang." Gumam Anes, setelah itu Anes kembali berdiri dan mengetuk kaca mobil penumpang.


"Ada apa" Tanya Dean lagi.


"Ban nya bocor." Ucap Anes, Deandra mengernyit dan keluar dari mobil.


Lelaki itu menatap ban depan dan ban belakang mobil Anes, lalu mengalihkan pandangan nya kepada Anes.


"Kenapa bisa bocor?" Tanya Deandra.


"Mana aku tahu." Jawab Anes santai, Deandra menatap Anes dengan tajam.


"Kau sengaja melakukan nya?" Tanya Deandra lagi.


"Kau g*la untuk apa aku melakukan nya, apa untungnya untukku." Ucap Anes, Deandra mendekati Anes hingga membuat Anes mundur beberapa langkah.


"Karena kamu tidak ingin mengantar saya, maka dari itu kamu melakukan semuanya." Ucap Deandra, Anes diam kenapa tebakan Deandra bisa tepat.


"Bo*oh, jika aku melakukan nya itu sama aja merepotkan diriku sendiri." Ucap Anes, Deandra mendecih.


"Akhirnya kamu mengakui jika kamu bo*oh." Cibir Dean, membuat Anes mendelik tajam.


"Kau_" Pekik Anes.


"Bukankah yang aku katakan itu benar." Ucap nya lagi, lelaki itu mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang untuk menjemput nya.


"Karena kelakuan kamu saya jadi telat, dan ingat saya akan memberikan pelajaran untuk kamu." Ucap Dean, Anes tercengang bisa-bisanya Deandra mengancam Anes.


"Dasar keras kepala dan arogan." Teriak Anes, saat Deandra sudah pergi dengan mobil yang menjemput nya.


Anes buru-buru menghubungi supir nya dan meminta jemput, tak lupa ia juga meminta orang untuk membawa pulang mobil nya.


Saat sampai di rumah Anes dibuat tercengang oleh keadaan rumah nya, ia memasuki rumah dengan lesu.


Semua orang berpasangan hanya Anes saja yang belum memiliki pasangan, Anes menatap Aiden, Vee, Alexi, Alea, Arka, dan Adelle.


"Kau baru pulang nes?" Tanya Vee, Anes mengangguk dan langsung memeluk tangan Vee lalu menyandarkan kepalanya di pundak Vee.


"Hmmmmmm." Jawab Anes.


"Manja sekali." Ejek Aiden.

__ADS_1


"Memangnya kenapa jika aku bermanja kepada Vee, dia kakak ku apakah ada yang salah." Sengit Anes, Aiden diam kenapa Anes jadi sensitif seperti itu.


"Kau kenapa Anes, kenapa terlihat kesal seperti itu." Ucap Adelle.


"Tidak apa-apa, tidak bisakah kalian jangan bermesraan di hadapan ku. Tolong kasihani aku yang jomblo ini." Ucap Anes, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan Anes begitu juga dengan Alea.


"Apakah kamu benar-benar ingin memiliki pasangan, bukankah selama ini sendiri saja sudah cukup untuk kamu." Ucap Alexi, Anes mendelik tajam kepada adiknya.


"Kau g*la, aku juga manusia yang ingin memiliki pasangan seperti kalian. Aku juga ingin bermesraan seperti ini." Ucap Anes, ia berniat untuk mencium pipi Vee namun Aiden buru-buru menutup mulut Anes dengan tangan nya.


"Jangan macam-macam kepada istriku." Ucap Aiden.


"Emmmmmmhhhh, Kakak kenapa pelit sekali. Mom saja sering mencium pipi Vee." Sengit Anes.


"Itu mom." Ucap Aiden, Anes mendecih ia menatap Alea.


"Kalau begitu kamu saja, kemari adik manis." Ucap Anes, dengan cepat Alexi memegang tangan Alea.


"Tidak, wanitaku masih normal." Ucap Alexi, Anes terbelalak mendengar perkataan adiknya.


"Kau pikir aku tidak normal begitu, sembarangan saja kalau bicara." Sengit Anes, semua orang tertawa melihat tingkah Anes.


"Sudahlah Anes kau harus cepat mencari pasangan, agar tidak di ejek oleh adik dan kakak kamu." Ucap Adelle, Anes menghela nafasnya.


"Sepertinya jodohku masih tersangkut di pohon pisang." Ceplos nya, Arka terbahak mendengar ucapan Anes.


"Kau kira jodoh kamu layangan pake acara nyangkut segala." Ucap Arka.


"Kau kalah oleh Alexi, bukankah selama ini Alexi yang menggilai pekerjaan nya. Tapi kenapa kamu yang belum mendapatkan pasangan." Ucap Aiden, Anes memutar bola matanya malas.


"Nanti saat aku memiliki pasangan kalian merindukan masa-masa bersamaku." Ucap Anes, percaya diri.


Mereka semua berbincang dengan asik, banyak canda tawa di antara mereka semua. Sangat terlihat jika mereka semua saling menyayangi.


...


Di tempat lain terlihat sepasang suami istri yang sedang berbicara dengan orang kepercayaan nya, mereka melakukan itu karena khawatir akan putra mereka.


"Bagaimana kau bisa tahu jika Deandra dekat dengan wanita?" Tanya seorang wanita paruh baya, yang masih terlihat cantik.


"Dia adalah wanita yang sama yang mengantar tuan muda ke kantor saat itu." Ucap nya.


"Apakah yang saat itu bertemu denganku?" Tanya nya lagi.


"Benar nyonya, dia adalah wanita yang saat itu bertemu dengan anda." Jawab nya.


"Kau tahu?" Tanya seorang lelaki, yang tak lain adalah papa Deandra.


"Hmmmmmm, dia terlihat cantik dan baik. Jangan lupa dia manis saat tersenyum." Ucap mama.


"Tapi kenapa Deandra_" Ucapan papa terhenti.

__ADS_1


"Keduanya sering bertengkar tuan, namun terlihat dekat." Ucap nya lagi.


"Selidiki terus mereka, jangan lupa cari tahu mengenai gadis itu." Ucap papa.


"Apa yang ingin kau cari tahu?" Tanya mama Dean.


"Tentu saja keluarga dan identitas nya, kau tahu jika kita sudah mengetahui orang tuanya maka mudah bagi kita untuk mendekati gadis itu." Ucap papa, mama tersenyum setuju dengan perkataan papa.


"Kau benar, sudah saat nya Dean mendapatkan wanita yang bisa meribah nya." Ucap mama, mama Deandra tahu jika putranya bukanlah seorang playboy atau Casanova.


Deandra selalu gagal dalam percintaan karena para wanita yang dekat dengan nya, bukanlah wanita baik-baik. Meskipun mama tahu jika mereka benar-benar mencintai Deandra, namun mereka juga mengharapkan sesuatu dari putranya.


"Hmmmmmm, segera berikan kabar baik untukku." Ucap papa Deandra.


"Baik tuan." Jawab nya.


"Pergilah." Ucap papa Deandra, orang itupun pamit undur diri.


Papa dan mama menghela nafasnya, benarkah putra mereka sedang dekat dengan wanita? Tapi kenapa Deandra masih terlihat dingin.


Mama tahu apa yang membuat Deandra seperti itu, bukan soal takut. Tetapi Deandra tidak ingin ada banyak berita mengenai dirinya, hal itulah yang membuat Deandra selalu menjaga jarak dengan wanita. Tidak setiap wanita bisa mendekati Dean, terkecuali wanita itu mampu membuat Dean nyaman.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Anes Ngadi-ngadi, mana ada jodoh nyangkut di pohon pisang 😭*


A: Maklum un kelamaan jomblo 😂


N: Gue aee yg jomblo kaga begitu nes nes 😭


A: Anes selalu paling beda 🤣


N: Mana bisa-bisanya mempersulit hidup, dengan kempesin ban mobil sendiri 😭


A: Ga ngerti lagi emang 😭

__ADS_1


N: Mengsedih 😭


__ADS_2