
Satu bulan berlalu hari ini Vee memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya, Vee berjalan membawa kotak bekal untuk Aiden makan siang.
Saat tiba di kantor Vee disapa beberapa karyawan, dan Vee membalas nya dengan senyuman.
"Permisi Aiden nya ada?" Tanya Vee.
"Tuan muda sedang berada di ruang meeting nona." Jawab sekretaris Aiden.
"Di ruang meeting ya, apa masih lama?" Ucap Vee dan bertanya.
"Tidak seperti nya sebentar lagi akan keluar." Jawab sekretaris itu, Vee mengangguk dan berjalan menuju ruang kerja suaminya.
Vee meletakkan kotak bekal disana dan dia keluar dari ruang kerja Aiden, Vee berjalan menelusuri kantor.
Dari kejauhan Vee melihat Aiden yang sedang berbincang dengan seorang wanita, Vee memperhatikan dari jauh.
"Aku senang sekali akhirnya kita bertemu lagi." Ucap wanita itu.
"CK, aku tidak menyangka jika kita akan bertemu seperti ini." Ucap Aiden.
"Aku sangat merindukanmu." Ucap wanita itu memeluk Aiden dengan tiba-tiba, Vee menatap nanar pemandangan di hadapannya.
"Cih, kamu tidak pernah berubah tapi tolong jangan seperti ini." Ucap Aiden.
"No, aku ingin seperti ini ai. Apa kamu lupa dulu kamu selalu menolak jika aku memelukmu karena ada Adelle, tapi sekarang bukankah hubungan kamu dan Adelle sudah berakhir." Ucap wanita itu, Aiden tersenyum tipis.
"Hubungan aku dan Adelle memang sudah berakhir, tapi sekarang aku memiliki seorang ist_" Ucapan Aiden terhenti, saat wanita itu menutup mulut Aiden.
"Jangan katakan ada wanita lain yang kamu cintai." Ucap nya, Aiden benar-benar merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini.
"Lepaskan." Ucap Aiden.
"Ai akhhh." Pekik wanita itu saat merasakan kepalanya sakit.
"Nona." Ucap sekretaris nya.
"Dia kenapa?" Tanya Aiden.
"Nona memang sedang sakit tuan, tapi nona memaksa ingin pergi karena ingin bertemu dengan tuan." Ucap nya.
"Hei are you ok?" Tanya Aiden.
"No ai kepalaku sakit." Lirih nya, Aiden bingung harus bagaimana.
"Kita bawa ke dokter saja." Ucap sekretaris nona X, ya sebut saja begitu.
Dengan ragu Aiden mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya ke rumah sakit, Vee memutuskan untuk bersembunyi agar Aiden tidak melihatnya.
"Siapa wanita itu kenapa Aiden terlihat sangat khawatir." Gumam Vee.
Ia memutuskan untuk pergi dari kantor suaminya, Vee berlari keluar dari perusahaan milik Aiden ia berlari dan tidak sengaja menabrak seseorang.
"Asssh." Desis Vee dan orang yang di tabrak nya.
"Kak Vee." Panggil Alea.
"Alea." Lirih Vee, wanita itu mengusap air matanya dan tersenyum manis kepada Alea.
"Kamu kenapa?" Tanya Alea.
__ADS_1
"Enggak kok aku gak apa-apa cuma kelilipan aja." Ujar nya.
"Kelilipan?" Tanya Alea.
"Iya, Alea maaf aku buru-buru dan harus pergi." Ucap Vee.
"Kak tunggu kakak kenapa?" Tanya Alea.
"Enggak aku gak kenapa-kenapa." Jawab Vee.
"Ada apa sayang." Tanya Alexi, lelaki itu baru saja mengambil sesuatu yang tertinggal di mobil nya.
"Kak Vee." Lirih Alea.
"Loh Vee kamu disini." Ucap Alexi.
"Eh, iya aku habis mengantar makanan untuk Aiden." Jawab Vee.
"Sudah bertemu dengan Aiden? Setahuku dia sedang meeting." Ucap Alexi.
"Iya dia memang sedang meeting Al, mangkanya aku langsung pergi soalnya kasihan Varo kalau aku tinggal terlalu lama." Ucap Vee, Alexi menatap mata sembab Vee.
"Kamu nangis?" Tanya Alexi, Alea kembali menatap wajah Vee yang memang terlihat sembab dibagian matanya.
"Kamu kenapa ada yang bikin kamu sedih?" Tanya Alea, ditanya seperti itu membuat Vee semakin ingin menangis.
"Aku tidak apa-apa sungguh." Ucap Vee.
"Kamu beneran mau pulang?" Tanya Alea.
"Iya aku mau pulang saja." Ucap Vee, Alea dan Alexi saling pandang mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Di tempat lain Aiden baru saja akan memasuki ruang kerja nya, sekretaris Aiden memanggil tuan nya.
"Nona muda yang kamu maksud istri saya?" Tanya nya.
"Benar tuan." Jawab sekretaris Aiden.
Aiden buru-buru masuk kedalam ruang kerja nya, dan ia melihat kotak makanan yang terletak di atas meja.
"Dimana istri saya?" Tanya Aiden, saat tidak melihat keberadaan istrinya.
"Nona sudah keluar lagi tuan." Jawab nya.
"Keluar, kenapa dia tidak menunggu aku datang." Ucap Aiden.
"Tapi sepertinya tadi nona berjalan menuju ruang meeting." Ucap sekretaris Aiden, Aiden tertegun apakah Vee melihat kejadian itu?
"Ada apa?" Tanya Alexi.
"Aku sedang mencari Vee." Ucap Aiden.
"Vee? Dia sudah pulang di antar oleh Alea." Ucap Alexi, Aiden mengernyit heran kenapa di antar oleh Alea.
"Alea?" Tanya Aiden.
"Ia tadinya aku dan Alea kesini ingin menanyakan soal gedung, tapi kami melihat Vee yang keluar dari sini sambil menangis." Ucap Alexi, Aiden semakin yakin jika Vee melihat kejadian tadi di depan ruang meeting.
"Kamu mau kemana bang?" Tanya Alexi, saat melihat Aiden akan pergi.
__ADS_1
"Mengejar Vee." Jawab nya.
"Jangan dulu di kejar kasih ruang untuk Vee menenangkan dirinya, memangnya ada apa kenapa Vee sampai nangis seperti itu?" Tanya Alexi.
"Kita bicarakan di dalam saja." Ucap Aiden, Alexi mengangguk dan mengikuti Aiden kedalam ruang kerja nya.
Aiden menceritakan asal mula Vee marah, pertama Aiden menerima klien yang ternyata teman nya saat kuliah di luar negeri. Aiden merasa terkejut, memang ia dan wanita itu lumayan dekat, tapi dulu wanita itu tahu jika Aiden memiliki Adelle karena Adelle sering sekali menemui nya.
Dan saat Aiden putus dengan Adelle wanita itu merasa senang karena akhirnya ia bisa dekat lagi dengan Aiden, namun sesuatu terjadi dan membuat nya depresi saat dia mendengar kabar jika Aiden menikah secara diam-diam.
Sampai saat ini dia tidak ingin mengetahui sebuah kebenaran tentang Aiden, ia tidak ingin kecewa lagi karena lelaki itu.
"Lalu bagaimana kedepan nya?" Tanya Alexi.
"Mungkin aku akan membatalkan kerja sama dengan dia." Ucap Aiden.
"Kau yakin?" Tanya Alexi.
"Tentu saja aku yakin, aku tidak ingin menyakiti hati Vee lagi, apalagi ini karena wanita. Vee sudah cukup merasakan sakit hati saat aku bersama dengan Adelle." Ucap Aiden.
"Benar, kalau aku jadi Vee mungkin aku tidak akan mau memiliki anak dengan kamu. Atau mungkin aku akan lebih memilih mencari pasangan lain saja." Ucap Alexi, membuat Aiden memelototkan matanya.
"Untungnya Vee bukan kamu." Ucap Aiden.
"Dan kamu beruntung karena aku bukan Vee, jadi kamu tidak memiliki kesempatan untuk menjaga duda ganteng kaya raya tapi tidak tahu setelah kejadian ini." Ucap Alexi, perkataan Alexi membuat Aiden semakin resah.
"Jangan membuat suasana menjadi buruk Al." Ucap Aiden.
"Enggak buruk kok, ngomong-ngomong aku lapar." Ucap Alexi, mengambil kotak bekal yang diberikan oleh Vee.
"Ini milikku." Ucap Aiden merampas kotak itu dari Alexi, hal itu membuat Alexi memutar bola matanya dengan malas.
Jika soal Vee Aiden selalu menjadi yang utama, entahlah kenapa Aiden benar-benar tidak ingin menyakiti Vee istrinya. Aiden sudah sangat mencintai Vee.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Sekian lama baru kali ini ada masalah dalam rumah tangga Aiden dan Vee 😁*
A: Bumbu-bumbu rumah tangga Uun 😂
N:Bener si biar ga datar gitu kan 😂
__ADS_1
A: Nah itu 😁
N: 😂😂😂