
Hari ini Alexi memutuskan untuk pulang cepat, tumben sekali bukan lelaki itu mau pergi dari kantor nya lebih dulu.
Alexi melajukan mobilnya menuju rumah sakit ia akan menjenguk nenek sebelum nenek di perbolehkan pulang oleh dokter, Alexi berjalan memasuki rumah sakit dan langsung pergi menuju kamar rawat nenek.
"Tuan." Lirih Alea, Alexi tersenyum tipis ada angin darimana lelaki itu mau tersenyum kepada orang yang baru dikenal nya.
"Bagaimana keadaan mu nek?" Tanya Alexi sopan.
"Keadaan nenek sudah jauh lebih baik nak, Alea merawat nenek dengan baik." Jawab nenek, membuat Alexi menatap Alea yang sedang menunduk.
"Terimakasih karena kamu sudah merawat nenek dengan baik." Ucap Alexi.
"Hmmmmm, ini sudah menjadi tugasku." Jawab Alea.
Alexi diam saat dokter masuk dan mengatakan jika nenek sudah boleh pulang, Alexi dan Alea pun mengangguk dan membantu nenek untuk turun dari tempat tidur nya.
"Biar aku yang mengantar nenek." Ucap Alexi, nenek menatap Alea dan menggandeng tangan Alea.
"Kalian berdua yang akan mengantarkan nenek pulang." Jawab nenek, Alexi dan Alea pun mengangguk dan berjalan keluar dari ruang rawat nenek.
Saat tiba di mobil Alea duduk di kursi penumpang tepatnya di samping nenek, sementara Alexi lelaki itu mengemudikan mobilnya menuju rumah nenek.
Sepanjang perjalanan nenek terus saja berbicara mengucapkan terima kasih kepada Alea dan Alexi, kedua orang itu hanya bisa tersenyum mendengar perkataan nenek.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama Alexi dan Alea pun tiba di kediaman nenek, mereka melihat rumah yang terlihat kecil namun layak untuk ditinggali.
"Nenek tinggal disini bersama siapa?" Tanya Alea lembut.
"Nenek tinggal bersama anak dan cucuk nenek nak, sekarang mungkin mereka sedang bekerja di pasar." Ucap nenek, Alea dan Alexi mengangguk.
"Baiklah sekarang nenek istirahat, kami akan pamit pulang." Ucap Alexi, nenek memegang tangan Alexi.
"Terimakasih ya nak, kamu anak yang baik semoga kebahagiaan selalu menyertai mu." Ucap nenek, tak hanya kepada Alexi nenek juga mengatakan hal yang sama kepada Alea.
"Kalau begitu Alea pulang ya nek." Ucap Alea memeluk nenek.
Kini Alea dan Alexi sedang dalam perjalanan pulang, Alexi melirik Alea yang duduk di samping nya.
"Mau saya antar ke rumah?" Tanya Alexi, Alea menoleh dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak perlu tuan saya harus mengambil mobil saya dulu di rumah sakit." Ucap Alea.
"Panggil saya Alexi." Ucap lelaki itu, Alea menoleh dan tersenyum.
Melihat Alea yang kembali diam Alexi merasa heran, Alea gadis yang berbeda dari kebanyakan gadis. Jika gadis lain akan banyak bicara dan mencari kesempatan, namun tidak dengan Alea.
__ADS_1
"Apa yang sedang kamu fikirkan?" Tanya Alexi, Alea menoleh dan tertawa kecil.
"Tidak ada, aku hanya memikirkan nenek tadi. Dia pasti sedang sendirian saat ini, dan pasti jika dia menginginkan sesuatu ia harus mencari nya sendiri." Ucap Alea.
"CK, kamu memikirkan orang lain sementara kamu melupakan dirimu sendiri." Ucap Alexi, Alea tertawa.
"Lalu apa bedanya dengan anda tuan, bukankah Anda juga begitu mengkhawatirkan nenek." Ledek Alea, ya gadis itu benar Alexi memang mengkhawatirkan nenek.
"Jadi kita sama-sama mengkhawatirkan nenek." Ucap Alexi, Alea mengangguk ia menatap Alexi.
Ciptaan tuhan disampingnya itu sungguh indah, hidung mancung, bibit tipis mata yang terlihat begitu berbinar.
"Saya tahu saya tampan, tidak perlu menatap saya seperti itu." Ucap Alexi, membuat Alea terkejut. Bagaimana tidak Alexi terlihat begitu berwibawa tapi sekarang lelaki itu sedang dalam mode on.
"CK, ya ya kau memang tampan." Ucap Alea, Alexi tertawa bisa-bisa nya ia mengatakan hal seperti itu.
"Hmmmmm, banyak yang mengatakan hal seperti itu." Ucap Alexi.
"Ya termasuk aku begitu maksudmu." Kekeh Alea, Alexi hanya mengangkat bahu nya saja.
Kini ia sampai di rumah sakit dan Alea turun dari mobil lalu berjalan menuju mobilnya, Alexi menatap Alea yang melajukan mobilnya. Namun sebelum itu Alea berterima kasih terlebih dahulu kepada Alexi.
Di sebuah rumah besar seorang anak gadis baru saja pulang setelah beberapa hari tak pulang ke rumah, ralat gadis itu akan pulang lalu kembali pergi setelah mengganti pakaian nya.
Sang mama merasa jengah melihat kelakuan putrinya, ia benar-benar ingin Alea mendapatkan pasangan yang bisa membuat gadis itu diam dirumah.
"Pa Naura sudah mengatakan jika Naura sedang membantu seorang nenek." Ujar nya.
"Kamu itu benar-benar harus memiliki pasangan, yang bisa membuat kamu berdiam diri di rumah." Ucap papa Naura.
"Sampai kapan kalian akan membahas hal itu? Naura lelah dengan semua bahasan kalian akan hal itu." Ujar gadis cantik itu, Naura memiliki ketakutan tersendiri dalam menjalin hubungan.
"Naura jaga bicaramu." Ucap sang mama.
"Ma, tidakkah cukup dengan apa yang Naura alami selama ini. Jangan membahas hal yang membuat Naura tidak betah di rumah." Ujar nya.
"Naura papa hanya ingin yang terbaik untuk kamu." Ucap lelaki paruh baya itu.
"Papa selalu mengatakan hal yang sama, apa belum cukup semua yang Naura lakukan. Pernikahan Naura yang batal karena Alia." Ucap Naura, gadis itu berlari ke kamar nya dan membanting pintu dengan sangat keras.
Alea Naura Xavier Adalah putri tunggal tuan Hans Xavier dan Luna Xavier, kehidupan Alea yang semula bahagia harus terbagi dengan Alia Mora Xavier yang berstatus sebagai anak angkat dari tuan Xavier dan nyonya Xavier.
Alea menjalin hubungan dengan Haris Praharja sejak saat sekolah menengah atas, keduanya begitu terlihat cocok. Namun karena papa Haris yang hampir bangkrut memutuskan untuk mengadakan kontrak kerja dengan tuan Hans, pada saat itu tuan Hans mengetahui jika Alia kakak angkat Alea begitu mencintai Haris.
Dan sempat mengancam untuk bunuh diri jika haris tidak mau menikah dengan Alia, mau tak mau tuan Hans yang sudah menyayangi Alia karena merawat gadis itu sejak kecil pun menjadikan pernikahan Alia dan Haris sebagai syarat agar papa Haris bisa menjalin kerja sama dengan tuan Hans.
__ADS_1
Alea yang saat itu sedang melakukan S1 di luar negeri pun merasa hanc*r saat mendengar kabar pernikahan Haris dan Alia, ia berjanji tidak akan Sudi melihat kedua orang itu. Alea merasa sakit hati kepada Haris yang saat itu sudah berjanji akan menikahi Alea jika gadis itu sudah selesai dengan studi nya. Namun semua itu gagal hanya karena sebuah kontrak kerja, lucu bukan.
Sampai pada akhirnya keluarga itu harus kembali ke tanah air, dan Alea baru saja selesai dengan S2 nya di usia yang masih begitu muda.
"Naura buka pintunya nak." Panggil sang mama.
"Alea mau sendiri ma." Ucap gadis itu, mama menitihkan air matanya.
Tak merasa rela melihat putri kandungnya harus tersakiti seperti ini, sebenarnya mama sudah menolak permintaan Alia namun apalah daya mama juga menyayangi Alia seperti mama menyayangi Alea.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
Alexi***
Alea
happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N: Nih yang kemarin minta banyak ya, dan bilanh iklan harus diilangin enak aja. Ini peran gue ngapa Lo ngatur 😌
A: Sabar Uun lagi puasa, tahan dulu lanjut malam oke 😂
N: Yaampun sabar 😂
A: Sabar 😂
__ADS_1
N: 😂😂😂