Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 316


__ADS_3

Kabar kehamilan Vee begitu cepat menyebar kepada para suami, kini Arkan yang sedang membujuk Adelle untuk menambah anak lagi agar Rava memiliki adik.


"Sayang." Panggil Arka kepada Adelle.


"Hmmm." Sahut Adelle.


"Katanya Vee lagi hamil sayang, kamu gak ada niatan gitu buat nyusul." Ucap Arka, membuat Adelle menoleh dan menatap suaminya.


"Ini kok aku jadi mencium bau-bau disuruh hamil lagi yak." Ucap Adelle.


"Ya aku gak nyuruh tapi kalau memang kamu mau ya aku siap kok, aku siap bekerja keras agar kita nambah anak." Ucap Arka, membuat Adelle menatap nya tajam.


"Jangan aneh-aneh ya sayang anak Vee saja belum lahir." Balas Adelle.


"Kenapa harus nunggu anak Vee si yang." Ucap Arka.


"Ya karena Vee kakak tertua." Ucap Adelle tertawa kecil, sementara Arka hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan istrinya.


Dan di kediaman Justin terlihat Vee dan Alea yang sedang duduk berhadapan, Alea menatap Vee yang tengah menonton drama kesukaan nya.


"Punya suami ganteng tapi kenapa kakak ku yang satu ini tidak bersyukur, masih saja menatap Oppa-oppa dalam drama dengan penuh ke kaguman." Gumam Alea, membuat Vee menoleh menatap adik ipar nya.


"Apa kamu bilang?" Tanya Vee.


"Gak ada orang aku gak ngomong apa-apa." Ucap Alea.


"Gak usah bohong aku gak bud*k." Ucap Vee.


"Yang ngatain kakak bud*k siapa si orang gak ada." Ucap Alea, Vee memicingkan matanya menatap tajam Alea.


"Aku bersyukur loh ya kurang bersyukur darimana lagi coba? Disaat perut kalian ramping sliming, se*soy cuma perut aku yang buncit bagaimana ikan kembung." Ucap Vee, Alea tertawa mendengar perkataan Vee.


"Haha, ini kenapa si." Ucap Alea.


"Ya gak kenapa-kenapa intinya aku bersyukur." Ucap Vee.


"Kak akupun menunggu perutku seperti itu, tapi karena kau tertua di keluarga ini maka terima saja nasibmu. Karena aku tidak ingin usia anak keduaku sama seperti usia Varo dan Gavin yang balap-balapan." Ucap Alea, Vee mengangguk tertawa kecil mendengar perkataan Alea.


"Mommy." Panggil Gavin tiba-tiba.


"Iya sayang kenapa?" Ucap Alea.


"Mom aku ada tugas sekolah yang mengharuskan pergi keluar apakah boleh?" Ucap Gavin, Gavin yang beranjak remaja namun masih terlihat gemas membuat Vee ingin sekali mencubit gemas Gavin.


"Alea." Panggil Vee.


"Hmmm." Sahut Alea menoleh kepada Vee, Gavin yang melihat tatapan aneh Vee pun merasa tidak enak hati.


"Gavin ayok." Ajak Varo.


"Iya bang." Balas Gavin.


"Eh jangan pergi dulu Gavin." Ucap Vee, membuat Alea bingung.


"Maaf mom kami buru-buru." Ucap Gavin dan Varo.

__ADS_1


"Varo jangan bawa Gavin pergi." Ucap Vee, Alea terdiam semakin bingung.


"Kak tadi manggil kenapa mau ngapain?" Tanya Alea lagi.


"Ish kok Gavin pergi si." Kesal Vee.


"Loh kan Gavin pergi ada tugas sekolah lagian kan pergi juga sama Varo." Ucap Alea.


"Alea kayak nya aku ngidam deh." Ucap Vee, Alea mengernyit menatap Vee.


"Jangan bilang kakak ngidam mau makan anak aku." Curiga Alea.


"Yakali aku makan Gavin si ya g*la apa kamu yak." Ucap Vee.


"Ya terus ngapain tuh kakak manggil-manggil Gavin kaya gitu." Ucap Alea.


"Aku itu gemas sama anak kamu pengen unyel-unyel pipi Gavin." Ucap Vee.


"Yaampun kak jadi karena itu kakak manggil Gavin, sampai dia ketakutan." Ucap Alea tertawa.


"Iya ish tapi anak nya keburu pergi gimana dong Al." Ucap Vee.


"Ya mau gimana nunggu Gavin pulang lah." Ucap Alea, Vee mencebikan bibirnya membuat Alea tertawa kecil.


...


Sore hari Aiden dan Alexi baru saja pulang dari kantor nya, kedua lelaki itu tidak melihat keberadaan putra mereka.


"Tumben Gavin gak keliatan di taman biasanya bocah itu lagi baca buku." Gumam Alexi.


"Anak itu biasanya dicari karena kebiasaan baik nya, ini dicari karena kebiasaan tak baik." Cibir Alexi.


"Heh jangan salah biarpun begitu Varo selalu juara di kelas nya." Ucap Aiden.


"Aku gak nanya bang sumpah, lagian Gavin juga selalu juara utama di kelas nya." Ucap Alexi.


"Yasudah intinya belajar gak belajar Varo tetap juara." Ucap Aiden dengan sombong.


"Waahhh ini nih contoh Daddy yang hala fi tukar tambah." Ucap Alexi.


"Sembarangan kalau ngomong." Balas Aiden.


"Ya kan emang bener." Ucap Alexi.


"Ini ada apa sih orang itu pulang dari kantor ucapin salam Ini malah pada berantem, lagi ributin apa kalian berdua?" Tanya Vee.


"Enggak kok gak ada apa-apa sayang." Ucap Aiden.


"Beneran gak ada apa-apa hmmm?" Ucap Vee.


"Iya sayang benar gak ada apa-apa." Ucap Aiden.


"Tadi bang ai bilang kalau Varo suka gangguin Gavin baca buku itu gak masalah, karena Varo selalu juara di kelas nya." Ucap Alexi, membuat Vee melotot dan Aiden menelan saliva nya.


"Enggak sayang aku gak ngomong gitu." Ucap Aiden menatap tajam Alexi.

__ADS_1


"Beneran bang ai ngomong gitu Vee, aku mana bisa bohong si sama kakak tertua." Ucap Alexi.


"Sayang gini aku jadi curiga jangan-jangan bar-bar nya Varo itu nurun dari kamu." Ucap Vee, Alexi mengulum bibir nya menahan tawa Vee lupa jika dirinya juga bar-bar.


"Gak gitu sayang masa dari aku." Ucap Aiden.


"Ya terus kenapa kamu ngomong gitu, pantas saja kadang-kadang Varo ngeselin." Ucap Vee.


"Bang ai lebih ngeselin Vee waktu seumuran Varo." Ucap Alexi, membuat Aiden menghela nafasnya dan memanggil Alea.


"Alea tolong ini suami siapa lebih baik di lelang saja." Teriak Aiden membuat Alea tersentak.


"Suara siapa tuh kaya punya dendam pribadi teriak-teriak begitu." Gumam Alea, wanita itu pun berjalan menuju pintu utama namun ia melihat Vee, Aiden dan Alexi suaminya yang berdiri di ruang tengah.


"Kalian ngapain diri disini?" Tanya Alea.


"Mau lelang Alexi kita lagi diskusi harga." Ucap Aiden kesal.


"Hah, jangan dong bang masa suami aku di jual jahat banget." Ucap Alea.


"Suaminya ngeselin dan sudah tidak di butuhkan lagi." Ucap Aiden, Vee tertawa renyah mendengar perkataan suaminya.


"Dikira aku apa kali ya." Cibir Alexi.


"Ini ada apa si sebenarnya?" Tanya Alea.


"Anak kecil gak boleh kepo." Ucap Aiden lalu pergi begitu saja.


"Capek banget nikah sama anak bungsu dikatain anak kecil Mulu." Ucap Alea, Alexi mencubit gemas hidung Alea.


"Gak boleh gitu biarpun kita dikatain anak kecil, tapi karya seni kita sudah beranjak remaja." Ucap Aiden, Alea pun tersenyum dan mengangguk.


Alea mengajak Alexi ke kamar nya untuk membersihkan diri, tak lupa juga Alea menyiapkan pakaian rumah untuk suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2