Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 203


__ADS_3

Siang hari Mae memutuskan untuk mendatangi kantor putranya, Mae berjalan memasuki kantor dengan elegan.


Beberapa karyawan menyapa mami dari bos mereka dengan sopan, Mae memasuki lift untuk ke ruangan Axel.


Ting... Pintu lift terbuka dan Mae berjalan menuju ruang kerja Axel, dari kejauhan Mae melihat Tiana yang baru saja keluar dari ruang kerja putranya.


"Siapa itu." Gumam Mae, selama ini ia tahu putranya tidak akan membiarkan orang asing masuk kedalam ruang kerja nya.


"Tapi memakai seragam kantor ini." Ucap Mae, wanita itu terus berjalan dan berdiri di meja sekretaris Axel.


"Permisi." Ucap Mae.


"Iya, eh ibu saya kira siapa." Ucap sekretaris Axel.


"Bagaimana kabar kamu?" Tanya Mae.


"Kabar saya baik Bu, kabar itu bagaimana?" Ucap nya lalu balik bertanya tentang kabar Mae.


"Ya seperti yang kamu lihat saya baik-baik saja." Ucap Mae, wanita itu mengangguk dan tersenyum.


"Anak saya ada?" Tanya Mae.


"Oh tuan ada di dalam bu, masuk saja tidak apa-apa." Ucap nya, Mae tersenyum.


"Oke baiklah." Ucap Mae, wanita itu sudah berjalan mendekati ruang kerja Axel namun tiba-tiba langkahnya terhenti mengingat wanita yang tadi.


"Ada apa Bu?" Tanya sekretaris Axel, saat melihat Mae kembali ke meja nya.


"Apa putra saya sering membawa masuk wanita asing?" Tanya Mae.


"Hah, enggak kok Bu tuan tidak pernah membawa wanita asing ke kantor." Ucap nya.


"Tapi tadi saya melihat seorang wanita keluar dari ruang kerja anak saya, tapi memakai seragam kantor ini." Ucap Mae, wanita itu tersenyum yang memakai seragam kantor ini hanya para cleaning servis.


"Oh itu Tatiana Bu cleaning servis baru, dia baru masuk kerja beberapa waktu lalu." Ucap nya, Mae mengernyit.


"Cleaning servis masuk ke ruang kerja Axel saat Axel ada di ruangan?" Tanya Mae.


"Tadi tuan meminta untuk dibuatkan teh Bu." Ucap nya, Mae menatap sekretaris Axel.


"Bukankah seharusnya kamu yang membuatkan minuman untuk anak saya." Ucap Mae.

__ADS_1


"Tadi kebetulan saya sedang keluar Bu, memangnya ada apa Bu?" Tanya sekretaris Axel.


"Oh enggak kok gak apa-apa, tadi siapa namanya?" Ucap Mae.


"Tiana Bu Tatiana." Ucap nya, Mae mengangguk dan tersenyum.


Mae wanita itu masuk ke ruang kerja Axel dan menatap Axel yang sedang fokus bekerja, ternyata selain mom Dea yang suka muncul tiba-tiba di kantor Alexi Mae juga suka muncul tiba-tiba dan membuat Axel kaget.


"Mami." Ucap Axel terkejut.


"Hai boy, kamu sedang sibuk?" Tanya Mae.


"Enggak si, aku gak terlalu sibuk ada apa mom?" Ucap nya.


"Mami mau ajak kamu untuk bertemu dengan anak teman mami sayang." Ucap Mae.


"Aduh mi maaf aku tidak bisa pergi." Ucap Axel.


"Kenapa kamu lagi gak sibuk kan." Ucap Mae.


"Enggak, tapi aku tidak ingin di jodoh-jodohkan mi. Aku ingin seperti Alexi yang memiliki pasangan karena sama-sama suka." Ucap Axel.


"Boy mami tidak menjodohkan kamu, mami hanya ingin kamu berkenalan dengan dia. Selebihnya itu terserah kamu nak." Ucap Mae.


"Yakin gak mau ikut?" Tanya Mae.


"Enggak dulu mi." Jawab nya.


"Tadi mami liat cewe keluar dari ruang kerja kamu, siapa?" Ucap Mae.


"Itu cleaning servis baru di kantor mi." Jawab Axel.


"Cantik juga boleh tuh." Ucap Mae.


"Boleh apa si mami suka ngarang." Ucap Axel.


"Boleh lah mami kenalan siapa tahu cocok." Goda Mae.


"Jangan aneh-aneh deh mi, sebaiknya mami pergi saja." Ucap Axel, Mae tertawa kecil melihat wajah malas putranya.


"CK, baiklah mami akan pergi sekarang." Ucap Mae, Axel mengangguk dan menatap kepergian mami nya.

__ADS_1


...


"Ada apa ngajak ketemu disini?" Tanya mom Dea, karena emang Mae mengajak nya untuk bertemu di luar.


"Axel tidak mau bertemu dengan wanita yang kemarin aku bicarakan de." Ucap Mae.


"Yaampun Mae iyalah Axel pasti nolak, mungkin dia masih punya rasa takut karena terakhir kali menjalin hubungan Axel di selubgkuhi." Ucap Dea.


"Tapi de tadi aku melihat seorang cleaning servis keluar dari ruang kerja Axel." Ucap Mae.


"Mungkin hanya untuk mengantar minum atau makanan ke ruang kerja Axel." Ucap Dea.


"Tapi dia sangat cantik dan manis de." Ucap Mae.


"Cantik dan manis itu menurut kita saja Mae, tidak tahu menurut Axel kan." Ucap mom Dea, Mae tersenyum tipis.


Iya juga selama ini Axel selalu menjaga jarak dari wanita setelah kejadian itu, Mae tidak bisa berkata apa-apa ia hanya berharap semoga Axel akan segera mendapatkan pasangan.


Mae tidak ingin putranya bersedih atau merasa takut untuk menjalin hubungan dengan wanita lain, karena Mae percaya tidak semua wanita sama.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Maaf dikit dulu lagi kurang enak badan, terus belum mendapatkan pencerahan pula 😌*


N: Oke semoga besok dapat pencerahan Thor 😁


A: Iya semoga ya 😊

__ADS_1


N: 🤗🤗🤗


__ADS_2