Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 134


__ADS_3

Setelah kejadian di mall dimana Axel harus membayar banyak belanjaan yang di pilih oleh Anes, kini lelaki itu merasa parno jika berdekatan dengan Azka yang malah membuat dirinya kena imbas.


Anes selalu merasa lucu jika bertemu dengan Axel, bahkan Axel hanya bisa menghela nafasnya saja.


"Sering-seringlah ikutin Azka yang lagi ngikutin Aleta." Ucap Anes kepada Axel.


"Kenapa? Agar kamu bisa menguras isi dompet aku lagi." Ucap Axel, Anes tertawa mendengar perkataan Axel.


"Tentu saja, lagian itu tidak ada setengahnya dari isi black card kamu." Ucap Anes, oh my God Axel ingin sekali menyentil kening Anes.


"Kenapa kamu tidak minta kepada adik bungsu mu, aku yakin dompet dia lebih tebal." Ucap Axel, Anes tertawa kecil.


"Isi dompet Alexi mungkin sama dengan isi dompet ku." Ucap Anes, Axel tercengang ia tahu betul betapa kartu yang dimiliki oleh Alexi.


Lelaki itu memiliki banyak kartu dan banyak uang, bahkan Axel pernah mendengar Alexi memberikan salah satu kartu milik nya kepada Alea.


"Andai aku wanita." Ucap Axel, Anes menoleh menatap Axel.


"Kenapa memangnya jika kamu wanita?" Tanya Anes penasaran.


"Aku akan mengejar Alexi sampai dapat, tidak akan aku lepaskan lelaki itu." Ucap Axel, Anes memukul tangan Axel dengan keras hingga membuat lelaki itu menggaduh.


"Asssshhh, sakit Anes." Ucap Axel.


"Aku tidak akan membiarkan adikku dengan wanita seperti kamu." Ucap Anes, kali ini Axel yang tertawa kecil.


"Tapi sayangnya aku seorang pria." Ucap Axel, dengan tatapan mengejek.


Anes hanya mendengus saja melihat kelakuan Axel, Anes senang karena para saudara nya selalu berusaha untuk menjaga Anes.


Kedua keluarga nya itu kompak dan adil, di dalam keluarga Abrisham hanya ada dua cucu perempuan yaitu Anes dan Aleta. Lalu di keluarga Artadinata juga sama hanya ada dua cucu perempuan yaitu Anes dan Ayaza, bukankah itu terdengar sangat adil.


Jika di keluarga Abrisham Anes cucu perempuan paling kecil karena Aleta lahir lebih dulu, namun di keluarga Artadinata Anes adalah cucu perempuan pertama karena Ayaza lahir jauh dibawah Anes.


...


Malam hari Alexi tiba di kediaman keluarga Xavier, lelaki itu baru saja mengantar Alea yang baru pulang dari kantor nya.


"Kamu tidak ingin mampir?" Tanya Alea.


"Tidak, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahat kamu." Ucap Alexi, Alea tersenyum manis ia tidak merasa terganggu sama sekali.


"Tapi aku tidak merasa terganggu." Ucap Alea.

__ADS_1


"Aku tahu, tapi kamu harus istirahat dengan cukup hmmmmmm. Akhir-akhir ini kamu selalu sibuk di kantor." Ucap Alexi, lelaki itu mengelus kepala Alea dengan lembut.


"Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati dijalan oke. Dan langsung istirahat jangan kemana-mana lagi." Ucap Alea, Alexi mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah tuan putri." Ucap Alexi, Alea tersenyum sangat manis kepada Alexi.


Alexi keluar dari mobil dan berjalan memutar membukakan pintu mobil untuk Alea, lagi-lagi Alea tersenyum menerima perlakuan manis dari Alexi.


"Terimakasih tuan muda tampan." Kekeh Alea, Alexi ikut tertawa kecil mendengar perkataan Alea.


"Sama-sama tuan putri, masuklah." Ucap Alexi, Alea mengangguk dan berjalan masuk.


Setelah dirasa Alea sudah benar-benar masuk kedalam rumah, Alexi pun pergi untuk pulang ke rumah nya. Jujur saja ia juga merasa lelah hari ini, karena sangat banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.


"Lihatlah tuan putri kita yang baru saja pulang." Ucap Alia, ya wanita itu sedang berkunjung ke rumah mama keluarga Xavier.


"Alia cukup jangan ganggu adik kamu." Ucap mama.


"Kenapa ma, bukankah yang aku katakan itu benar. Lihat jam berapa sekarang dan Naura baru saja pulang." Cibir Alia, Alea menoleh menatap Alia.


"Jika kamu tidak tahu apa yang aku lakukan sebaiknya kamu diam." Ucap Alea, Alea memang tidak pernah diam jika Alia mengganggu nya.


Ia selalu mencoba untuk melawan setiap perkataan Alia terhadap nya, tidak peduli bagaimana pandangan kedua orang tuanya yang jelas Alea sudah merasa muak kepada Alia.


"Cih, aku bukan kamu yang akan melakukan sesuatu yang memalukan. Dan Alexi bukan Haris yang tidak bisa mengontrol dirinya, aku pulang dari kantor karena aku merasa lelah maka aku meminta Alexi untuk menjemput ku." Ucap Alea, Alia merasa kesal mendengar ucapan Alea yang menyudutkan nya.


"Jaga mulut kamu Naura." Teriak Alia.


"Untuk apa? Untuk apa aku menjaga mulut dan perkataan ku, jika kamu sendiri selalu mengatakan sesuatu yang menyakitkan." Ucap Alea.


"Naura." Teriak Alia, ia benar-benar marah kepada Alea.


"Alia cukup, kenapa kamu selalu menggangu adik kamu. Biarkan dia mau melakukan apapun selagi itu membuat nya bahagia, kenapa kamu selalu mengusik ketenangan nya." Teriak mama, ia tak ingin lagi Alea terluka karena Alia.


"Ma aku mengatakan kebenaran nya ma." Ucap Alia.


"Kebenaran apa? Kebenaran karena kamu ingin menjelekan aku di hadapan mama dan papa begitu." Teriak Alea.


"Cukup Alia, apakah Naura pernah mengganggu dan mengusik hidup kamu sampai kamu tidak bisa melihatnya bahagia." Lirih mama, Alea dan Alia diam. Keduanya tahu pertengkaran mereka selalu menyakiti hati mama, tapi bagaimana lagi Alea tidak terima jika Alia terus mengusik nya.


"Ma Alia tidak memiliki maksud apa-apa, Alia hanya tidak ingin orang memandang buruk keluarga kita hanya karena Naura suka pulang malam." Ucap Alia.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun tentang aku dan Alexi Alia, kami berdua tahu batasan kami. Dan ya, tidak ada yang berfikir buruk tentang aku terkecuali kamu. Kamu selalu berfikiran buruk terhadap ku." Ucap Alea, Alia diam ia menatap kesal Alea.

__ADS_1


"Satu lagi jangan berfikir bagaimana pandangan orang terhadap kami, apa kamu lupa siapa Alexi hmmmmmm, dari mana dia berasal kamu lupa? Alexi tidak akan melakukan sesuatu yang akan memalukan keluarga nya!" Telak Alea.


"Jangan terlalu percaya diri Naura, karena kamu belum tahu bagaimana Alexi." Ucap Alia.


"Justru aku sangat tahu bagaimana lelaki ku, jangankan nyamuk wanita diluar sana saja banyak yang menginginkan nya namun selalu mendapatkan penolakan. Apakah kamu juga termasuk wanita yang menyukai Alexi, lalu mendapatkan penolakan?" Ucap Alea, perkataan Alea benar-benar membuat Alia murka.


"Jaga ucapan kamu Naura, jangan merasa di atas angin karena kamu mendapatkan Alexi. Jika suatu saat dia jatuh kedalam pelukan wanita lain, saat itulah kamu tahu bagaimana rasanya." Ucap Alia berapi-api.


"Tapi sayangnya aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, lebih baik kamu simpan pikiran-pikiran buruk mu itu untuk suamimu sendiri. Karena sesuatu hasil merebut itu tidak akan pernah utuh." Ucap Alea, setelah mengatakan itu Alea berlari kecil ke kamar nya.


Sementara Alia menunduk di hadapan mama, mama hanya bisa diam karena memang yang dikatakan oleh Alea itu benar.


Mama hanya bisa mengelus pundak Alia, setelah itu mama pergi ke kamar nya. Mama sudah lelah dengan sikap Alia yang selalu memancing pertengkaran dengan Alea.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Alea mantep si didikan Anes banget 😂*


A: Devinisi mencontoh calon kakak ipar ye kan 🤣


N: Langsung depresot dah si Alia 🤣


A: Bisa jadi 😂


N: Julid bener kita, tertawa di atas kemarahan Alia 🤣


A: Gak apa-apa santai aja santai 😂😂

__ADS_1


N: 🤣🤣🤣


__ADS_2