Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 66


__ADS_3

Keesokan harinya di sebuah perusahaan besar terlihat dua orang lelaki yang berjalan memasuki kantor milik Axel, beberapa mata menatap kagum kepada kakak adik itu.


Karena melihat para karyawan yang berbisik-bisik akan ketampanan keduanya, Kenny pun menoleh memperhatikan kedua lelaki itu.


Senyumnya terbit saat melihat dua laki-laki yang ia suka, Alexi dan Aiden keduanya berjalan beriringan.


"Tuh mulai tuh, kenapa si mereka itu suka banget bikin hati neng ambyarrr." Ucap salah satu karyawan.


Tak lama Adelle dan Aleta datang Adelle berpapasan dengan Kenny, hingga membuat Kenny menatap Adelle.


"Kalian siap-siap nya pemotretan akan segera dimulai." Ucap Aleta, Kenny berjalan mendekati Adelle.


"Hai." Sapa nya, Adelle menoleh.


"Hmmmmm, ada apa?" Tanya Adelle.


"CK, tidak ada." Jawab Kenny, Adelle mengernyit heran menatap Kenny.


Kenny tahu jika Adelle pernah menjalin hubungan dengan Aiden, bahkan Kenny juga tahu jika saat ini Adelle adalah istri dari seorang Arka.


Ada sedikit rasa sirik di hati Kenny kenapa Adelle bisa mendapatkan keduanya, sementara Kenny wanita itu selalu di tolak oleh Aiden dan Alexi.


"Kamu beruntung ya." Ucap Kenny, Adelle menoleh dan menatap Kenny. Dulu keduanya selalu bersaing untuk Aiden.


"Maksudnya?" Tanya Adelle.


"Setelah mendapatkan Aiden kamu menikah dengan Arka, terkesan serakah bukan." Ucap Kenny, Adelle tersenyum tipis.


"Aku belum termasuk kategori wanita yang beruntung." Ucap Adelle.


"Kamu berhasil membuat Aiden jatuh cinta begitupun dengan Arka, lalu kamu meninggalkan Aiden demi Arka." Ucap Kenny.

__ADS_1


"Sudahlah Kenny itu hanya masalalu, aku sudah memiliki hidupku sendiri begitupun dengan bang ai." Ucap Adelle, tak lama Anes datang dan duduk di samping Adelle.


Wanita itu memberikan minuman kepada Adelle, Adelle tersenyum tipis menerima pemberian Anes.


"Kenapa tuh muka." Tanya Adelle.


"Gak apa-apa lagi bete aja." Ucap Anes, tumben sekali Anes terlihat begitu manja kepada Adelle.


"Kamu gak ngajak Vee lagi?" Tanya Adelle.


"Gak, aku males kalau harus terus berdebat dengan bang ai karena memperebutkan Vee." Ucap Anes, Adelle tertawa kecil.


"Memangnya Vee tidak bosan terus di rumah, tadi aku melihat Aiden disini." Ucap Adelle, Anes mendongak.


"Gak kayak nya, hari ini mom akan mengajak Vee jalan-jalan." Ucap Anes, Adelle mengangguk. Sementara Kenny wanita itu bingung dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Anes dan Adelle.


Aleta kembali dan melihat Anes yang terlihat murung, Aleta tersenyum tipis kepada Anes dan ikut duduk di samping Anes.


"Muka-muka nya kalau gak debat sama Aiden sama Alexi nih." Ucap Aleta.


"Kenapa tuh, tumben kamu debat sama mommy." Ucap Aleta.


"Aku tadi mau ngajak Vee ke kantor, tapi ternyata Vee lebih dulu membuat janji dengan mommy." Ujar nya.


"CK, mau sampai kapan kalian memperebutkan Vee. Kasihan lah nes lama-lama Vee pasti ngerasa gak nyaman juga." Ucap Aleta, benar sekali kenapa Anes sampai lupa tentang kenyamanan Vee.


Tak lama kemudian mereka melihat Alexi dan Aiden yang kembali berjalan, sepertinya mereka akan pergi.


Kenny menatap Aiden dan Alexi terlihat sekali jika gadis itu ingin menemui Alexi dan Aiden, namun menahan nya karena ada Adelle dan Anes.


Saat Kenny dan Adelle mulai pemotretan Anes dan Aleta menatap keduanya, sebenarnya mereka cantik tapi sayang bukan termasuk dalam kriteria kakak dan adik nya.

__ADS_1


"Kenny kaya rada calm ya." Ucap Anes.


"Belum lah baru balik, masih calm gitu." Ucap Aleta.


"Bener juga si kamu." Kekeh Anes, kini keduanya memperhatikan Kenny dan Adelle sampai selesai pemotretan.


Setelah itu Anes dan Aleta memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran, mereka merasa lapar dan harus mengisi perut nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: Mon maap dikit dulu author belum dapet pencerahan πŸ˜‚


N: Nyari dulu dah biar bisa bikin kita bapeureuπŸ˜‚

__ADS_1


A: Oke Uun bye πŸ˜‚


N: Oke bye🀣*


__ADS_2