
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama karena macet, Anes pun tiba di kantor dan berjalan dengan elegan.
Dari kejauhan Anes melihat Aleta yang berlari ke arah nya, Anes menatap Aleta dengan tatapan malas.
"Anes." Ucap Aleta, wanita itu terlihat sedikit manja kepada Anes.
"Ada apa?" Tanya Anes, Aleta tertawa kecil lalu memegang tangan Anes.
"Maafkan aku karena sudah meninggalkan kamu." Ucap Aleta, Anes melirik Aleta dengan malas.
"Ya, aku sudah terbiasa di dekati lalu di tinggalkan." Ucap Anes pura-pura marah.
"Iihhh, gak gitu konsep nya. Kamu tahu bagaimana Titan bukan, aku saja sebal kepada dia." Ucap Aleta, Anes menoleh dan menatap wajah Aleta dengan intens.
"Benarkah kamu malas? Tapi kamu mau di ajak pergi oleh Titan mu itu." Ucap Anes, sedikit mengejek Aleta.
"Anes cukup, jangan bahas lagi." Ujar nya, Anes tertawa kecil lalu berjalan menuju ruang kerja nya.
"Ya, baiklah." Ucap Anes.
"Jadi bagaimana kamu bisa pulang kemarin?" Tanya Aleta, kini kedua wanita itu sudah berada di ruang kerja Anes.
"Tentu saja naik mobil." Ucap Anes, Aleta mendengus bukan itu yang ia maksud.
"Cih, bukan itu yang aku maksud." Ujar nya.
"Lalu?" Tanya Anes.
"Bagaimana kamu bisa pulang, bukan kah kemarin hujan deras." Ucap Aleta, Anes menyentil dahi Aleta dengan gemas.
"Sudah aku katakan aku naik mobil, apakah kamu pikir aku akan kehujanan hingga basah kuyup begitu." Ucap Anes, Aleta tertawa ia benar-benar bo*oh menanyakan hal itu kepada Anes.
Aleta dan Anes berbincang dengan asik, Anes menatap Aleta dan membuat Aleta sedikit tidak nyaman dengan tatapan Anes.
"Ada apa?" Tanya Aleta.
"Bagaimana hubungan kamu dengan Azka?" Tanya Anes, Aleta melebarkan bola matanya.
Sementara itu di tengah lain terlihat Azka yang sedang duduk di sofa ruang kerja Alexi, lelaki itu memainkan ponselnya dengan fokus.
"Kau tidak ada kerjaan lain Azka?" Tanya Alexi.
"Memangnya kenapa." Ucap Azka.
"Tidak apa-apa, hanya saja aku melihat sepertinya kamu memiliki banyak waktu luang." Ujar nya.
"Memang nya kenapa jika aku memiliki banyak waktu luang." Ucap Azka, Alexi menghela nafasnya menatap Azka.
"Tidak ada, bagaimana hubungan kamu dengan Aleta?" Ucap Alexi, Azka mengernyit hubungan apa yang dimaksud.
"Hubungan?" Tanya Azka, Alexi mengangguk.
"Hmmmmmm, bukankah kamu begitu gencar mengganggu Aleta." Ujar Alexi, Azka menghela nafasnya dan menatap Alexi.
"Tidak ada hubungan apapun diantara kami." Ucap Azka.
__ADS_1
"Benarkah?" Tanya Alexi.
"Hmmmmmm, bukankah itu terlalu cepat jika aku mengatakan kami memiliki hubungan." Balas Azka.
"Terlalu cepat apanya?" Tanya Alexi.
"Aku belum lama memutuskan hubungan dengan Lolita, apa aku harus membuat pengumuman baru. Jika saat ini aku sedang menjalin hubungan dengan cucu perempuan dari keluarga Abrisham." Ucap Azka, Alexi mendengus.
"Tidak, itu tidak boleh terjadi." Ucap nya, Azka mengangguk itu memang tidak boleh terjadi.
"Jadi bagaimana, aku dengar kemarin kamu mengajak Aleta pulang dan meninggalkan Anes." Ucap Alexi, Azka mengangguk. Gara-gara ia meninggalkan Anes dirinya jadi mendapatkan kuliahan dari papi nya.
"Ya, dan kau tahu aku menyesal karena sudah meninggalkan Anes." Ucap Azka, Alexi tertawa ia tahu kenapa Azka mengatakan hal seperti itu.
"CK, itu memang salahmu. Kau tahu bagaimana keluarga menyayangi Anes, aku bahkan sering merasa iri kepada Anes." Kekeh Alexi.
"Berubah lah menjadi wanita, agar kamu bisa merasakan apa yang Anes rasakan." Ucap Azka, Alexi mendecih. Yang benar saja ia harus menjadi perempuan dulu.
"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Titan." Jawab Aleta, kembali lagi kepada dua wanita rusuh itu.
"Benarkah, tapi kenapa kalian terlihat begitu dekat." Tanya Anes.
"Anes sungguh, itu tidak akan mungkin terjadi." Ucap Aleta.
"Aleta ingat, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini." Ucap Anes, Aleta diam apa yang dikatakan oleh Anes ada benarnya.
"Sudahlah jangan dibahas lagi." Ucap Aleta, Anes pun mengangguk.
"Katanya kamu semalam tidak pulang kerumah?" Tanya Aleta, Anes gelagapan apa yang harus ia katakan kepada sepupunya yang cerewet itu.
"Tumben, ada apa?" Tanya nya lagi.
"Kemarin hujan begitu deras karena jarak apartemen lebih dekat dengan kantor, jadi aku memutuskan untuk pulang ke apartemen." Jawab nya.
"Tidak ada yang kamu sembunyikan bukan?" Tanya Aleta, Anes menatap Aleta dengan sinis.
"Memangnya apa yang harus aku sembunyikan, tidak ada yang aku sembunyikan." Ucap nya, Aleta tertawa kecil.
"CK, baiklah. Kalau begitu aku mau bekerja dulu." Ujar nya, wanita itu berjalan keluar dari ruang kerja Anes.
Anes memijat pelipisnya yang terasa pusing, ia pusing mendengar kekepoan Aleta. Jangan salah meskipun Aleta terlihat lugu dan dewasa, namun wanita itu begitu kepo dan heboh.
Di tempat lain terlihat Adelle yang sedang duduk di depan televisi, Adelle duduk dengan mengelus perut nya yang mulai membuncit.
"Anak mami kaya nya seneng banget, nonton apaan si nak." Ucap Mei, ya Mei selalu memperlakukan Adelle seperti anak kecil.
"Mi jangan seperti itu, Adelle sudah besar bahkan sudah mau memiliki anak." Ujar nya.
"CK, memang nya kenapa jika anak mami sudah mau memiliki anak, hmmmmmm?" Tanya nya.
"Mami selalu bertanya seperti itu, pertanyaan seperti itu harus nya untuk anak kecil." Kekeh Adelle.
"Cih, kamu ini. Pertanyaan seperti itu bukan hanya untuk anak kecil sayang." Ucap Mei, Adelle hanya bisa menghela nafasnya saja.
Sudahlah Adelle berdebat dengan Mei tidak akan membuat kamu menang, Mei selalu memiliki cara untuk membuat Adelle bungkam.
__ADS_1
Dari kejauhan terlihat Arka yang berjalan memasuki rumah, kedua wanita itu mengernyit heran. Ini masih terlalu siang untuk jam pulang kantor.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Mei.
"Hmmmmmm, aku pulang cepat hari ini." Jawab Arka.
"Kenapa tumben sekali." Ucap Mei, Adelle menatap suaminya penuh tanda tanya.
"Benar, tumben kamu pulang cepat." Ucap Adelle.
"Aku salah mulu prasaan, pulang telat mami ngomel dan minta aku sesekali pulang cepat agar bisa menemani Adelle. Sekarang kalian juga yang protes saat aku pulang cepat." Keluh Arka.
"CK, biasanya juga kamu gak pernah nurut kalau mami minta kamu pulang cepat." Ucap Mei.
"Benar mi, biasanya juga selalu nolak dengan alasan rasa tanggung jawab." Balas Adelle, Arka merasa tersudutkan oleh mami dan istrinya.
"Ini kenapa kalian jadi kompak gini." Ucap Arka, Mei dan Adelle saling pandang.
"Memangnya kenapa kalau kami kompak?" Tanya Adelle.
"Ya tidak masalah si, tapi kenapa kompak nya pas nyudutin aku doang." Ucap Arka, Mei dan Adelle pun tertawa.
Entahlah mereka paling suka memuat Arka kesal, padahal jika Arka sudah marah mereka juga yang pusing mencari cara agar Arka mau memaafkan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**; Devinisi paket lengkap di part ini 😂*
A: Kurang Aiden dan Vee si 😂
N: Oiya baru nyadar 😂😂😂
A: Hilihhh 😒
__ADS_1
N: 😂😂😂