
Satu bulan berlalu setelah kepergian papi nya Vee sudah kembali seperti semula, ia terlihat lebih ceria dari sebelumnya. Usaha Anes, Aleta, Alea dan Adelle untuk membuat Vee bahagia dan nyaman ternyata berhasil. Tidak lupa juga usaha Aiden sebagai suami Vee, yang selalu memberikan kebahagiaan untuk Vee.
Siang ini Alea sengaja tidak pergi ke kantor karena ingin pergi bersama Vee dan Adelle, mereka akan pergi ke cafe.
"Kalian mau kemana?" Tanya mom Dea.
"Kita mau keluar sebentar mom boleh gak." Ucap Alea.
"Boleh dong, tapi sudah ijin kepada Alexi dan Aiden kan." Ucap mom Dea.
"Sudah kok mom, kita udah ijin." Ucap Vee, mom Dea mengangguk dan tersenyum manis.
"Yasudah kalian hati-hati ya, Vee biar Varo mom yang jaga di rumah. Kamu senang-senang saja ya sayang." Ucap mom Dea, Vee mengangguk dan tersenyum manis.
"Merepotkan mom tidak?" Tanya Vee.
"CK, tentu saja tidak nak. Sudah kalian pergi saja, happy fun ya." Ucap mom Dea, Alea dan Vee pun mengangguk dan pergi.
Vee dan Alea berada dalam satu mobil, Vee melirik Alea ia banyak mendengar kabar mengenai Alea dan Alia.
Apakah kisah kedua orang itu sama seperti Vee dan saudara tiri nya, Alea tidak sengaja menatap Vee dan tersenyum.
"Ada apa kak? Ada yang ingin kakak bicarakan?" Tanya Alea, Vee mengangguk dan tersenyum manis.
"Ada tapi nanti saja saat sudah sampai di cafe." Ucap Vee, Alea mengangguk dan memarkirkan mobilnya.
"Sudah sampai ayok." Ucap Alea, Vee mengangguk dan keluar dari mobil.
Dari kejauhan Alea dan Vee bisa melihat mobil milik Adelle, Alea dan Vee berjalan menghampiri Adelle.
"Hai." Ucap Vee.
"Yaampun kalian darimana saja si, aku hampir berakar ini." Protes Adelle.
"CK maaf, ayok masuk." Ucap Vee, Adelle pun mengangguk dan mereka masuk kedalam cafe.
Ketiga wanita itu masuk kedalam ruang VVIP, Adelle tidak mengajak Rava karena putranya itu di jaga oleh Mei ibu mertua nya.
"Mau pesan apa?" Tanya Adelle.
"Apa saja yang penting makan." Ucap Vee, Alea tertawa mendengar perkataan Vee.
__ADS_1
Setelah memesan makanan Adelle menatap Alea, dan itu membuat Alea bingung karena tadi Vee sekarang Adelle yang menatap nya.
"Cih, kalian kenapa si kok ngeliatin aku kaya gitu." Ucap Alea.
"Baru tahu si Alexi pinter juga ya milih istri." Ceplos Adelle, membuat Vee dan Alea mengernyit.
"Kenapa?" Tanya Vee.
"Gak nyangka aja anak bontot selera nya yang molek." Ucap Adelle, Vee tertawa sementara Alea tertegun.
"Berarti gak semua anak bungsu dapet sisa ya." Ucap Vee terkekeh.
"Berterimakasih dulu kepada Haris yang meninggalkan Alea, hingga membuat Alea menjadi ipar kita." Ucap Adelle, Alea paham wanita itu tertawa kecil.
"Ngapain berterimakasih." Ucap Alea.
"Berterimakasih lah, kalau Haris gak nikah sama Alia nanti nikah nya sama kamu. Oke kali ini aku bangga kepada Haris karena meninggalkan kamu." Ucap Adelle.
"Bangga karena Alexi tidak mengecewakan keluarga kan." Ucap Vee.
"Nah bener, Alexi itu dari dulu gila kerja Al. Sama seperti Aiden dua kakak beradik itu gila kerja semua." Ucap Adelle.
"Nah itu diam-diam menghanyutkan." Ucap Adelle, Vee dan Alea tertawa kecil.
"Tapi ngomong-ngomong kok bisa ya Haris nikah sama Alia." Ucap Vee, Alea tersenyum manis.
"Bisa lah kak." Ucap Alea.
"Aneh ya kan Haris cinta sama kamu Al." Ucap Adelle kepada Alea.
"Saat itu_" Ucap Alea menjelaskan semuanya, jika pada saat Haris memutuskan untuk menikah dengan Alia itu karena perusahaan orang tuanya yang hampir bangkrut. Adelle dan Vee cukup terkejut dengan penjelasan Alea.
"Apakah sekarang uang membutakan segalanya." Ucap Adelle.
"Hei, jangan bilang gitu hei. Lupa kalau suami kamu juga berduit." Ucap Vee, Adelle tertawa kecil.
"Enggak dong, yakali lupa." Ucap Adelle, mereka semua berbincang dengan asik di tempat lain terlihat para suami yang sedang duduk di ruang kerja Aiden.
"Tumben kamu kesini." Ucap Aiden kepada Arka.
"Pekerjaan aku sudah selesai jadi kesini saja." Ucap Arka, Aiden tertawa ia tahu mau pulang pun Adelle sedang tidak ada di rumah.
__ADS_1
"CK, resiko jadi bapak-bapak Ar." Ucap Aiden.
"Gak apa-apa juga si yang penting Adelle bahagia." Ucap Arka, Aiden mengangguk dan tersenyum.
Tiba-tiba saja Alexi masuk kedalam ruang kerja Aiden dan menatap kedua saudaranya itu, Aiden dan Arka juga menatap Alexi.
"Kenapa?" Tanya Aiden.
"Jangan sampai Alea ketularan solimih nya Adelle dan Vee." Ucap Alexi, Arka dan Aiden tertawa kecil.
"Sudah bukan rahasia umum lagi Al siapapun yang dekat dengan Adelle dan Vee pasti ketularan virus Solimi nya, toh mereka juga tadinya ketularan Anes dan Aleta." Ucap Arka.
"Sudah tidak paham lagi yang seperti itu saja bisa menular." Ucap Alexi, Aiden tertawa.
Para suami terlihat pasrah dengan kelakuan istri mereka, karena bagi ketiganya yang terpenting adalah kebahagiaan istri mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A**: Maaf sedikit dulu karena belum dapat pencerahan lagi 😌*
N: Semangat cari pencerahan Thor 😂
A: Oke siap 😂
__ADS_1