Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 301


__ADS_3

Series 2


Enam tahun telah berlalu hari ini anak-anak Aiden dan yang lainnya sudah menginjak usia tujuh tahun, hanya berbeda beberapa bulan saja dengan yang lainnya.


Hari ini Varo dan Gavin berlari ke dapur untuk menemui mommy mereka yang sedang sibuk membantu Buna nya, Gavin dan Varo mencoba untuk naik ke atas kursi.


"Mommy." Panggil kedua bocah itu, Vee dan Alea menoleh menatap putra tampan mereka.


"Hei aduh-aduh jatuh kamu nak." Ucap Alea, ia membantu Gavin dan Varo.


"Mau apa sayang hmmm, apa yang kamu inginkan?" Tanya Vee, kedua bocah itu menggelengkan kepalanya.


"Buna." Panggil Varo.


"Iya sayang ada apa." Sahut mom Dea.


"Siapa Daniel Buna?" Tanya nya, mom Dea tersenyum mendengar pertanyaan cucu nya.


"Daniel itu saudaranya Varo memangnya kenapa?" Tanya mom Dea.


"Tapi kenapa kami tidak mengenal Daniel." Ucap Gavin.


"Iya mereka tinggal di luar negeri nak." Jawab mom Dea, kedua bocah itu pun mengangguk mendengar nya.


"Kenapa kalian menanyakan Daniel?" Tanya Vee.


"Tadi aku mendengar ayah, Daddy Alexi dan Daddy berbicara jika Daniel akan pulang." Jawab Varo, ya dia memang memanggil Alexi dengan sebutan Daddy begitupun dengan Gavin yang memanggil Aiden dengan sebuah Daddy.


Jangan tanya anak Anes anak wanita itupun tak akan dibedakan panggilan mereka semua sama, alasannya agar anak-anak mereka tidak merasa sungkan.


"Mom apakah itu benar?" Tanya Vee, mom Dea mengangguk membenarkan.


"Iya semalam Abang menghubungi mommy dia mengatakan jika cepat atau lambat mereka akan kembali, mereka rindu dengan suasana rumah." Ucap mom Dea.


"Laku bagaimana dengan Daddy apakah Daddy tahu?" Tanya Alea.


"Tahu karena mommy langsung memberi tahu Daddy nak, dan mungkin sekarang Daddy sedang berbicara dengan Alexi dan Aiden." Jawab mom Dea.


"Lalu Anes?" Tanya Vee, mom Dea tersenyum manis saat tahu jika Vee begitu menjaga prasaan adik nya.


"Tidak masalah dengan Anes nanti juga dia akan tahu, feeling mommy Anes tidak akan marah jika Abang nya pulang." Ucap mom Dea, Vee dan Alea mengangguk dan berpikir Carl Abang dari suaminya itu pasti akan sangat terkejut saat melihat anggota keluarga yang bertambah.


Karena memang saat pernikahan Vee dan Aiden Carl benar-benar hilang kontak, ia tidak bisa di hubungi bahkan saat Anes menikah pun sama.


...


Sore hari Alea, Vee, Aiden dan Alexi duduk di ruang keluarga jangan tanya kemana mommy karena wanita itu sedang sibuk menemani suaminya keluar rumah.


"Kenapa dia harus pulang." Ucap Aiden.


"Karena ada mommy dan Daddy nya disini." Jawab Vee.


"Apakah dia peduli sebelumnya? Sejak menikah ia hanya mempedulikan istrinya." Cibir Aiden.


"Aku tidak peduli dia pulang atau tidak, yang jelas aku hanya berpikir apa yang akan mereka pikirkan jika mereka melihat anggota keluarga banyak bertambah." Ucap Alexi.

__ADS_1


"Apa peduliku bukankah itu salah dia karena lama tidak kembali, toh mommy juga tidak memberi tahu jika kita sudah menikah." Ucap Aiden.


"Lalu kalian anggap apa kami yanh menemani kalian?" Tanya Vee mendramatisir.


"Gak usah lebay kak jelas-jelas kita ini istrinya pake nanya." Ucap Alea membuat Vee tertawa, lihatlah disaat para suami sedang serius bisa-bisanya kedua wanita itu melucu.


"Sayang sudahlah biarkan mereka pulang aku juga ingin tahu seperti apa kakak sulung kamu." Ucap Vee.


"Rasanya yang anak sulung disini itu Aiden." Kekeh Alexi.


"Ya dia sudah merebut posisi ku bahkan sebelum aku terlahir." Kekeh Aiden, Vee dan Alea tertawa kecil mendengar nya.


"Lalu kami harus bagaimana kepada kakak ipar nanti, kami bahkan tidak pernah bertemu dengan mereka. Haduh mengingat nya saja membuat perutku mulas." Ucap Vee.


"Tentu saja sapa mereka setelah itu kembali ke kamar." Ucap Aiden santai.


"What? Kamu mau Daddy dan mommy sedih." Ucap Vee, Aiden tersenyum tipis.


"Baiklah aku akan berbaik hati kepada kakak ipar, agar dia bisa menerima dan menyayangi aku." Ucap Vee, Alea tertawa renyah melihat Vee yang mengedip-ngedipkan matanya.


Saat Aiden dan yang lain sedang berbincang ia mendapat telpon dari Anes, Aiden menatap nama Anes yang tertera di layar ponselnya tanpa menunggu lama Aiden menjawab panggilan telepon dari Anes dan menyalakan speaker nya.


*Panggilan telepon*


Aiden: Ya girls.


Anes: Kak ini gak benar kan? Bilang kalau ini bohong.


Aiden: Bohong apa si kamu lagi ngomongin apa?


Anes: Carl kak Carl mau pulang? Ini serius?


Anes: Aku tahu dari aunty Dena, kenapa kalian tidak memberi tahu aku?


Aiden: Tidak apa-apa hanya ingin membuat kejutan saja.


Anes: Kejutan udelmu, lagian mommy ngapain masih baik si yaampun mommy kayaknya harus kita jedotin biar sadar.


Aiden: Ini adalah contoh anak yang halal untuk di tukar tambah!


Anes: Lagian punya mommy dan Daddy baik banget heran.


Aiden, Alexi, Vee dan Alea: Hei nyadar memangnya kamu gak baik.


Anes: Hehe, aku kan baik ada batasnya gak kaya mommy.


Aiden: Sudahlah jangan bicarakan itu, mana Alexa aku ingin berbicara dengan nya.


Anes: Sekarang apa-apa Alexa Anes gak pernah di tanyain.


Aiden: Gak usah aneh-aneh mommy nya sudah tua sudah tidak lucu, tanpa di tanyain juga nanti nelpon sendiri.


Anes: Cih, yasudah ia.


(Anes: Alexa come here nak. Terdengar Anes yang memanggil putrinya dan tak lama terdengar suara Alexa yang menghampiri Anes.)

__ADS_1


Anes: Hallo Daddy (suara Alexa).


Aiden: Hallo putri Daddy Alexa gimana kabarnya?


Anes: Kabar Alexa baik, ummm apa kabar Daddy dan Daddy Alexi?


Aiden: Tentu saja kabar kami baik, kapan mau main dan menginap disini.


Alexa: Tunggu Daddy aku libur dulu nanti main kerumah Buna.


Aiden: Baiklah jaga diri baik-baik, kalau begitu Daddy tutup telpon nya boleh?


Anes: Tentu.


Aiden pun mematikan panggilan telepon nya, setelah mendengar suara Alexa membuat mereka merindukan gadis kecil itu.


"Sayang jadi kangen Alexa." Lirih Alea.


"Iya Anes emang kurang asem nih bener-bener sok sibuk." Ucap Alexa.


"CK, bukan anda tapi Dean memang sedang sibuk akhir-akhir ini." Ucap Aiden.


"Tapi Anes bisa membawa Alexa meskipun tidak bersama Dean." Ucap Alexi.


"Kau lupa jika Alexa selalu tidak ingin pergi jika tanpa Daddy nya." Ucap Aiden.


"Benar juga." Kekeh Alexi.


"Dan Alden tidak ingin pergi tanpa Anes, ini konsep keluarga mereka benar-benar konyol." Balas Vee, mereka semua tertawa kecil dan mengangguk.


Mereka berbincang dengan asik disana, entahlah kebersamaan seperti ini memang jarang mereka rasakan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Lanjut si gak boleh kalau gak lanjut 😂


A: Nawar Mulu vote dulu lah 😁

__ADS_1


N: Oke lah otw vote 😂


A: 😂😂😂


__ADS_2