
Tiga hari berlalu setelah kejadian Aleta menemui Lolita di sebuah club, kini Azka terlihat memasuki perusahaan bersama dengan Aiden.
Tadinya Azka tidak ingin kembali dulu ke perusahaan, namun karena Aiden dan Arka mengeluh mereka menjadi lebih sibuk karena Azka yang tidak ada di perusahaan. Dan hal itu juga yang menyebabkan Aiden dan Arka kurang perhatian kepada istri mereka yang tengah mengandung.
"Sekali lagi kabur-kaburan aku rantai kakimu." Ucap Aiden, kini Azka tengah berada di perusahaan milik Aiden.
"Kenapa harus kamu yang marah bang, lagipula perusahaan aku dan perusahaan milik Abang." Ucap Azka santai, Aiden melempar pulpen kepada Azka dan tepat mengenai kening lelaki itu.
"Apa kamu lupa jika Arka kakak kamu selalu meminta bantuan ku, dan karena itu aku selalu pulang terlambat. Azka kamu jangan lupa jika Vee sedang mengandung, aku tidak mungkin terus-menerus pulang larut malam." Ucap Aiden, Azka tertawa kecil ia memang salah tidak seharusnya Azka lari dan bersembunyi.
"Baiklah aku minta maaf, kedepan nya aku tidak akan melakukan hal yang sama." Ucap Azka.
"Bagus kalau begitu, ingat segera selesaikan masalah kamu dengan wanita itu. Secepat mungkin kamu jangan berurusan lagi dengan wanita seperti Lolita." Ucap Aiden, Azka mengangguk dan menoleh ke arah pintu melihat siapa yang masuk.
"Sayang." Ucap Aiden, saat melihat istri cantik nya tiba-tiba muncul.
"Apakah aku mengganggu kalian?" Tanya Vee.
"Tidak, kemarilah baby." Ucap Aiden, Azka mendecih bisa-bisanya Aiden memanggil Vee dengan begitu manis nya di hadapan Azka.
"Tolong untuk tuan muda Aiden hargai saya yang jomblo." Ucap Azka.
"Loh Azka sudah tidak sembunyi lagi ka." Ucap Vee sedikit mengejek.
"Gak lah, lagian percuma sembunyi gak ada yang nyari." Cibir nya, Vee tertawa kecil lalu duduk di samping Aiden.
"Kan ada Loly ka yang nyari." Goda nya, Vee sudah tahu mengenai permasalahan Azka dan Lolita.
"Emang ya suami sama istri sama saja, gak berperasaan." Ucap Azka mendramatisir keadaan.
"CK, sok drama." Ucap Aiden, Azka mendengus kesal.
"Sudahlah jika sudah ada Vee bang ai lupa dunia, berasa dunia milik berdua yang lain cuma ngontrak." Ucap Azka, lelaki itu beranjak dari duduknya.
"Syukurlah kalau kamu peka." Ucap Aiden, Azka tercengang ia tak percaya dengan perkataan Aiden.
"Sepertinya Alexi lebih waras diantara kalian semua yang memiliki pasangan." Ucap Azka, Aiden dan Vee tertawa kecil.
"Belum saja ka, nanti sudah nikah juga Alexi bisa lebih g*la dari kami semua." Ucap Aiden, Azka tak mendengar perkataan Aiden lelaki itu memutuskan untuk pergi keluar.
"Kenapa kamu kesini hmmmmmm?" Tanya Aiden, ia menatap Vee yang bersandar di dada bidang nya.
"Baby nya rindu Daddy." Ucap Vee, Aiden mengernyit benarkah anaknya merindukan Aiden. Bukankah selama ini anak nya hanya hobby mengerjai Aiden.
"Benarkah, tapi kenapa prasaan aku tidak enak ya." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil ia tahu Aiden berbicara seperti itu.
"Enggak kok beneran baby nya rindu Daddy, akhir-akhir ini kan Daddy sibuk terus." Ucap Vee, baiklah Aiden akan mencoba percaya untuk kali ini.
"Baiklah baby kamu tunggu disini dulu, Daddy mau mulai kerja oke." Ucap Aiden.
__ADS_1
"Baiklah Daddy, semangat kerja nya cari uang yang banyak." Ucap Vee menirukan suara anak kecil.
"Oke." Ucap Aiden, lelaki itu berjalan menuju meja kerja nya.
Sementara Vee menatap Aiden yang sedang fokus bekerja, satu jam, dua jam Vee masih terlihat santai. Hingga akhirnya Vee merasa bosan dengan hanya berdiam diri menatap suaminya.
"Daddy lapar." Lirih nya, Aiden mendongak menatap wajah cantik Vee.
"Lapar, baiklah kamu mau makan apa?" Tanya Aiden.
"Aku ingin sate Padang, pempek, seblak, sama tahu gejrot, Minum nya aku ingin jus strawberry sama air mineral." Jawab nya antusias, jawaban Vee berhasil membuat Aiden tercengang.
Benarkah yang diinginkan oleh Vee, apakah wanita itu mampu menghabiskan semua makanan yang diinginkan nya.
"Itu saja?" Tanya Aiden, ia pura-pura tidak terkejut dengan keinginan istrinya.
"Ada lagi aku ingin buah apel, pir, buah strawberry, dan coklat" Jawab nya, benar saja dugaan Aiden Vee tidak akan tenang dan santai.
Anaknya itu memang suka sekali mengerjai sang Daddy, tanpa menunggu lama Aiden meminta sekretaris nya mencari semua makanan yang diinginkan oleh Vee.
"Tolong kamu carikan semua makanan ini." Ucap Aiden, sekretaris Aiden melongok.
"Ini semuanya tuan?" Tanya nya, Aiden mengangguk lalu mengarahkan pandangannya kepada Vee yang sedang duduk santai di sofa.
"Hmmmmmm." Jawab Aiden, berharap sekretaris nya mengerti.
"Ba_baik tuan, saya akan segera kembali dengan semua makanan ini." Ucap nya, Aiden mengangguk dan tersenyum.
"Kenapa tu muka di tekuk kaya gitu?" Tanya Aiden.
"Kenapa malah orang lain yang mencari semua itu, aku kan ingin kamu yang mencari nya." Dengus Vee, Aiden tersenyum manis.
"Sayang ingat ini sedang di kantor, dan ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Aiden beralasan, padahal Aiden sedang malas keluar kantor. Ia takut akan menjadi pusat perhatian para karyawan nya, jika sedang berada di rumah boleh saja Vee merengek dan meminta Aiden menuruti semua keinginannya.
"Haaaaahhh, baiklah berhubung ini sedang di kantor maka aku tidak akan marah." Ucap Vee.
"Good girl, sekarang kamu mau apa sebelum semua makanan yang kamu inginkan datang." Ucap Aiden, Vee menggelengkan kepalanya ia tak ingin apa-apa. Vee hanya ingin makanan yang ia inginkan.
"Tidak ada, aku hanya ingin bersantai saja." Jawab nya.
"Baiklah nona silahkan bersantai, karena suami tampan kamu ini akan melanjutkan pekerjaannya." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil melihat suaminya.
Setelah satu jam menunggu akhirnya makanan yang diinginkan oleh Vee pun tiba, sekretaris Aiden kembali dengan wajah merah kepanasan.
"Nona ini makanan yang anda inginkan." Ujar nya.
"Hmmmmmm, terimakasih maaf sudah merepotkan kamu." Ucap Vee, sekretaris Aiden tersenyum manis kepada Vee.
"Tidak apa-apa nona, kalau begitu saya permisi." Ucap nya, Vee dan Aiden mengangguk.
__ADS_1
Vee membuka semua bungkusan itu dan membuat matanya berbinar, Aiden yang melihat Vee terlihat begitu senang pun ikut senang atas kebahagiaan sederhana yang dirasakan oleh istri nya.
"Kamu senang?" Tanya Aiden, saat Vee memakan sate dan seblak, pempek dengan mencobanya sedikit-sedikit.
"Hmmmmmm, sangat senang apalagi ini sangat enak." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil melihat Vee yang makan dengan lahap nya.
Lelaki itu bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Vee, Aiden duduk disamping Vee dan tersenyum gemas kepada istrinya.
"Pelan-pelan sayang." Ucap Aiden, lelaki itu membersihkan bibir Vee yang terlihat ada bumbu makanan disana.
"Hmmmmmm, makasih." Ucap nya, Aiden mengangguk dan tersenyum.
Vee tidak makan sendiri ia juga menyuapi Aiden lontong dan sate nya, Vee selalu seperti itu sekalipun ia sangat menyukai makanan yang dimakan nya.
Ia tak pernah melupakan Aiden suaminya, bagi Vee makanan apapun yang ia makan maka Aiden juga harus memakan nya agar adil. Lucu sekali bukan, ya begitulah Veronica istri Aiden yang selalu membuat suaminya gemas itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Part Vee dan Aiden selalu bikin gue berhallu dengan tinggi 😂*
A: Karena sweet kan 😂
N: Benar sekali, rasa ingin memiliki Aiden 😂
A: Jan kumat un jangan 😒
N: Mon maap suka hilap emang 😂
__ADS_1
A: Hilihh 😒
N: 😂😂😂