
Keesokan harinya di sebuah perusahaan besar terlihat seorang lelaki tampan yang sedang berkutat dengan laptopnya, ia terlihat begitu fokus dengan pekerjaan nya hingga tak menyadari ada seseorang yang masuk kedalam ruang kerja nya.
"Apa harus fokus seperti itu?" Tanya Axel, membuat Alexi menoleh menatap Axel dengan tajam.
"Apa kamu tidak memiliki pekerjaan, sampai harus mengganggu aku yang sedang bekerja." Sengit Alexi, membuat Axel tertawa kecil.
"Mom memintaku untuk menemuimu, mereka akan pergi menjenguk Adelle yang sedang sakit. Dan dad mu meminta agar kau mengajak Naura Xavier." Ucap Axel, terlihat Alexi yang menghentikan kegiatan nya lalu menatap Axel.
"Adelle sakit? Kenapa kampr*t Azka tidak memberi tahu jika Adelle sakit." Ucap Alexi, Axel tertawa kecil.
"Seperti tidak tahu saja seperti apa Azka, dia hanya akan memberi tahu kaum wanita. Mungkin Azka sudah memberi tahu Aleta atau Anes." Ucap Axel, Alexi pun mengangguk Azka memang terbilang sangat Solimi dibandingkan dengan dirinya, Aiden, Axel dan Arka.
"Kapan mereka akan pergi menjenguk Adelle?" Tanya Alexi.
"Sore ini mungkin, mom mengatakan sebaiknya kita pergi bersama agar bisa menghibur dan menguatkan Adelle." Ucap Axel.
"Apa kita juga harus membawa badut untuk menghibur Adelle." Ceplos Alexi, Axel tertawa lepas.
"Kau fikir kita akan mengadakan acara ulang tahun anak-anak Alexi, kau benar-benar konyol." Ucap Axel, Alexi hanya menatap Axel dengan heran.
"Sudahlah segera hubungi Naura dan ajak dia ke rumah sakit, aku juga akan mengajak kekasih ku kesana." Ucap Axel, setelah memberi tahu Alexi Axel pun memutuskan untuk pergi menjemput kekasih nya.
Setelah kepergian Axel Alexi ikut pergi, namun sebelum itu ia merapikan dulu meja kerja nya lalu pergi keluar dari ruang kerja nya.
Di tempat lain tepatnya di kediaman Justin terlihat sepasang suami istri yang sedang bersiap-siap, Vee membuat Aiden berada dalam keadaan menegangkan dengan pernyataan-pertanyaan yang mematikan.
"Sayang apakah baju ini cocok untuk ku?" Tanya Vee.
"Cocok sayang, kau terlihat begitu cantik." Ucap Aiden, Vee memandang tubuh nya di depan cermin.
"Kau bohong, jelas-jelas tubuhku terlihat gendut." Rajuk nya, Aiden menganga kenapa Vee selalu mempermasalahkan perut nya. Yang gendut perut Vee, bukan tubuh mu. Ralat maksud Aiden tubuh Vee tidak terlalu gendut.
"Sayang aku tidak berbohong." Ucap Aiden, Vee tidak mendengarkan ia berjalan kembali ke ruang ganti.
"Kalau yang ini bagaimana?" Tanya Vee, Aiden diam ia takut untuk menjawab nya.
"Bagus sayang, apapun yang kamu pakai tetap bagus dan kamu tetap terlihat cantik." Ucap Aiden, Vee kembali berjalan ke depan cermin ia memperhatikan tubuh nya.
"Sayang ini memang bagus, tapi perutnya terlihat buncit." Ucap Vee, Aiden terlihat begitu frustasi dengan keadaan seperti ini.
"Tentu saja buncit sayang kamu sedang_" Ucapan Aiden menggantung saat Vee menatap nya tajam.
"Kamu mengatai aku buncit? Kau tahu aku buncit atas perbuatan siapa, kenapa kamu tidak mengakui jika perut buncitku ini hasil karyamu." Sengit Vee, mom tolong lah putra tampan mu ini terlihat begitu tertekan dengan mood Vee yang berubah-ubah.
Vee pergi meninggalkan Aiden, wanita itu kembali ke ruang ganti untuk mencoba beberapa pakaian lagi. Hingga akhirnya Aiden yang merasa jengah menghampiri Vee, lalu memeluk Vee dari belakang.
"Sayang kamu ini kenapa hmmmmmm, kenapa mempermasalahkan pakaian baby?" Tanya Aiden, Vee menunduk ia juga bingung kenapa Vee sangat sensitif dan sulit sekali mengatur mood nya.
__ADS_1
"Apa kamu marah?" Tanya Vee, Aiden tertawa kecil bagaimana ia bisa marah? Jika ia tahu penyebab Vee seperti ini adalah karena anak nya yang masih mengontrak itu.
"Tentu saja tidak, aku tidak bisa marah kepada wanitaku, istriku, dan nona mudaku calon mommy dari anak-anak ku. Tapi kamu harus tahu sayang, seperti apapun kamu aku akan tetap mencintai kamu." Ucap Aiden, mengecup bibir Vee sekilas.
"Makasih, tapi aku takut. Aku takut jika kamu akan melirik wanita lain nanti." Lirih nya, Aiden tertawa kecil. Bagaimana ia bisa melirik wanita lain jika Vee sudah menjadi candu untuk dirinya.
"Itu tidak akan terjadi baby, sekarang pakai baju yang kamu inginkan. Tentunya yang membuat kamu nyaman, mom sudah menunggu kita di bawah." Ucap Aiden, akhirnya Vee pun mengangguk luluh.
Aiden tersenyum manis kenapa tidak dari tadi saja ia membujuk Vee, mungkin tidak akan ada drama mengenai pakaian seperti ini.
Setelah dirasa semuanya sudah siap akhirnya merekapun pergi ke rumah sakit, mereka memutuskan untuk bertemu disana saja.
....
"Bagaimana keadaan kamu sayang?" Tanya Dea, ya kini semuanya sudah berada di rumah sakit dimana tempat Adelle di rawat.
"Aku baik-baik saja mom, terimakasih karena mom mau menjengukku." Jawab Adelle.
"Ck, kau ini bagaimana hmmmmmm. Kamu lupa jika kamu juga putriku, kamu harus baik-baik saja oke." Ucap Dea, Adelle mengangguk dan tersenyum.
"Jangan banyak fikiran sayang, ingat itu akan mempengaruhi kesehatan kamu dan baby nya." Ucap Mae, Adelle mengangguk dan tersenyum.
"Cepat sembuh Adelle, jangan lupa minum vitamin nya juga." Ucap Vee, Adelle tersenyum manis ia mengingat perkataan Anes yang mengatakan jika Vee suka sekali membuat Aiden kocar-kacir.
"Tentu saja, aku juga ingin sembuh Vee agar bisa bermain dan berjalan-jalan dengan kamu." Ucap Adelle, Vee tersenyum kini Alea mendekati Adelle.
"Selamat atas kehamilannya Adelle, semoga cepat sembuh oke. Kau kuat, kau wanita yang hebat." Ucap Alea, Adelle mengangguk dan tersenyum manis.
"Terimakasih Alea." Jawab nya, Alea mengangguk.
Kini semua keluarga berbincang penuh kasih sayang, sementara Vee wanita itu sedang duduk di samping Adelle dengan memakan buah-buahan.
Alea tertawa kecil melihat Vee, Adelle yang sakit Vee yang memakan buah dengan tenang dan santai. Alexi yang melihat Alea pun berbisik di telinga wanitanya itu.
"Tidak udah di pandangi sayang, nanti juga kamu akan merasakan apa yang dirasakan oleh Vee." Bisik nya, membuat pipi Alea merona.
"Boy, jangan seperti itu kau harus ingat tempat." Balas Alea, Alexi tertawa kecil.
Aiden hanya tersenyum melihat kelakuan Vee yang menggemaskan, ia ingin sekali menerkam Vee namun sayang mereka sedang tidak berada di rumah.
Jika saja keduanya ada di rumah, sudah dapat dipastikan jika saat ini Vee tidak akan bisa lolos dari Aiden.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Aiden
Veronica
Alexi
Alea
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A: Mon maap wajah Vee nya sengaja di sensor, anggap aja itu Vee ya. Midun nya belum keliatan jelas kan baru buncit dikit doang 😁
N: Iya gak apa-apa Thor, btw Alea manis banget dah. Pantes bang Alexi jatuh cinta 😍
A: Bening gitu kan enak diliat 😂
N: Bukan lagi si, tapi gue ngakak liat Vee tiada hari tanpa ngerjain Aiden 🤣
A: Mon maap anak Aiden udah Solimi sejak jadi zigot 😭
N: Zigot gak tuh 🤣🤣
A: rada-rada ngeselin gitu kan, bikin bapak nya nepak jidad Mulu 😌
N: ngakak dong gue 🤣🤣🤣
__ADS_1