
Siang hari Vee terduduk di balkon kamar nya, ia melihat Adelle yang datang dan memasuki gerbang utama rumah.
Vee menatap Adelle yang tengah berjalan, namun tunggu ada Alexi yang tiba-tiba keluar dari rumah.
"Mau apa kau kemari?" Tanya Alexi.
"Aku harus bertemu dengan Vee." Jawab Adelle.
"Tidak bisa, Vee tidak bisa di ganggu!" Tegas Alexi.
"Kau bohong Al, aku ingin bertemu dengan wanita itu." Ucap Adelle.
"Tidak bisa Adelle kau tidak bisa menemui Vee." Bentak Alexi, Adelle menunduk karena terkejut.
"Cih, sekarang kalian melindungi Vee." Ucap Adelle sinis.
"Tentu saja, memang na siapa yang harus aku lindungi selain Vee dan Anes." Ucap Alexi, Adelle semakin geram ia melihat ke arah balkon kamar Aiden.
Adelle melihat Vee yang sedang berdiri disana, Adelle tersenyum tipis dan menatap Alexi.
"Lihatlah nona rumah hanya menatap kita yang sedang berdebat." Ucap Adelle, berharap Alexi membiarkan nya masuk.
"Itu bukan urusan ku dan itu juga bukan urusanmu, lebih baik kau pulang sebelum anak buah Arka melapor jika kau mendatangi rumah ini." Ucap Alexi, Adelle mencebikan bibirnya lalu pergi.
Alexi memutar tubuhnya lalu menatap Vee yang terdiam, Alexi tersenyum lalu mengatakan aman kakak ipar.
Vee tertawa kecil melihat tingkah lucu Alexi, tidak Alexi juga Anes selalu saja menghibur dirinya.
Di sebuah perusahaan seorang lelaki merasa kesal mendengar kabar itu, Aiden merasa benar-benar marah mendengar Adelle yang ingin menemui Vee.
Aiden berfikir dirinya dan Adelle sudah tidak ada apa-apa lagi, setelah Aiden mengakhiri semuanya dan setelah Arka kembali.
"Itu anak dari dulu emang usaha banget buat dapetin apa yang dia mau." Ucap Axel.
"Masalahnya yang dia mau sekarang itu laki orang Axel, dan dia juga sudah menjadi istri Arka." Ucap Azka, dua sejoli yang selalu menjadi provokator.
"Mungkin dia masih penasaran dengan perasaan Aiden, secara Aiden bukan tipe lelaki yg mudah untuk jatuh cinta." Ucap Axel.
__ADS_1
"Tapi buktinya Aiden jatuh kedalam pesona Veronica." Ucap Azka.
"Benar juga, pesona Vee gak main-main si." Ucapa Axel, membuat Aiden melempar pena kepada dua saudara nya.
"Kalian kalau mau menggosip jangan di hadapan orang nya." Kesal Aiden.
"Kita itu gantle ai karena berani beda." Ucap Azka, Axel pun tertawa.
"Lagian kenapa kalian tidak mengikuti Alexi, biasanya kerjaan kalian mengekori Alexi." Ucap Aiden.
"Gak asik Alexi gak punya pacar, sekarang lagi lagi rame itu Aiden lebih seru ngegosip nya." Ucap Axel, oh God Aiden ingin sekali mengikat kedua saudara nya lalu memasang b*m di tubuh Axel dan Azka.
"Lagian ai apa kamu belum menyelesaikan permasalahannya hubungan kalian?" Tanya Azka.
"Aku sudah menyelesaikan nya saat Vee pergi dari rumah, bahkan Arka juga ada disana." Ucap Aiden.
"Benar kata pepatah yang mengatakan Good looking belum tentu good attitude." Ucap Axel, Azka tertawa sejak kapan Axel menjadi orang yang berkata tentang pepatah.
"Tapi Vee good looking juga gpph attitude." Ucap Aiden, Azka dan Axel saling pandang.
"Yang sedang kita bicarakan Adelle bukan Vee, waaah mabok ini orang." Ucap Axel, Azka sudah dibuat sakit perut oleh celoteh Axel.
"Ai kita tahu kau sudah jatuh cinta kepada Vee meskipun kamu belum mengatakan nya, tapi tolong lah kemana Aiden yang pintar kenapa kau jadi terlihat bo*oh seperti ini." Kekeh Azka, Aiden terdiam ia memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Maklum Vee sudah memporak-porandakan hati dan hidup seorang Aiden." Ledek Axel.
"Aiden bucin mah sudah tidak aneh tapi kalau Alexi bucin, kita wajib party." Ucap Azka.
"Tunggu saja sampai air laut menjadi tawar!" Ucap Alexi tiba-tiba, membuat mereka bertiga kaget.
"Etdah, gak Abang nya gak adik nya bikin jantung berdisko." Ucap Azka, Axel tertawa.
Alexi berjalan lalu duduk di sofa dengan santai, Aiden menatap wajah datar adik tampan nya.
"Kenapa kau kesini biasanya kau sibuk kerja." Ucap Aiden.
"Karena kerjaan ku sudah selesai jadi aku santai." Jawab Alexi, Aiden hanya tersenyum tipis mendengar ucapan sang adik.
__ADS_1
Kini mereka berbincang dengan penuh canda, Axel dan Azka selalu mengejek Alexi yang masih saja jomblo. Namun tenang Aiden selalu membela Alexi, bagi Aiden tindakan Alexi kali ini sudah benar.
Karena Aiden tidak ingin Alexi mengalami apa yang di alami oleh dirinya, merasa tidak tenang dengan masa lalu yang terus mencari tahu kehidupan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Axel lucu ya bund 🤣
A: Beda emang sama bapak nya 😂
N; Beda dikit doang bund 😂
__ADS_1
A: Bener juga si 😁
N: 😂😂😂*