
Aleta pergi untuk menemui Anes di cafe, dari kejauhan Aleta bisa melihat Anes yang sedang meletakkan kepalanya di atas meja.
Dengan cepat Aleta berhalan mendekati Anes, ia menggebrak meja membuat Anes tersentak kaget.
"Apa kau mau menbun*hku?" Pekik Anes memegang dadanya, ia begitu kaget dengan kelakuan Aleta
"CK, maafkan aku Anes." Kekeh Aleta, Anes menatap Aleta dengan malas.
"Kenapa kau kesini, dan tahu darimana jika aku ada disini." Ucap Anes.
"Aku jenuh di kantor, lagipula kamu kenapa malah nongkrong disini dan tidak kembali ke kantor?" Tanya Aleta, Anes menghela nafasnya lalu menatap Aleta.
"Aku ingin mel*nyapkan seseorang boleh tidak." Ucap Anes, Aleta terbelalak mendengar perkataan Anes.
"Kau ingin mel*nyapkan siapa Anes, aku hanya menggebrak meja kenapa kau sampai seperti itu." Ucap Aleta, Anes geregetan kepada Aleta yang kadang-kadang lemot.
"Aleta siapa yang ingin mel*nyapkan mu ya tuhan." Ucap Anes, lalu Aleta mengernyit dan menatap Anes dengan heran.
"Lalu ada apa dengan kamu, kenapa terlihat murung seperti itu?" Tanya Aleta, Anes kembali meletakkan kepalanya di atas meja.
"Kau tahu hari ini aku begitu si*l sekali karena bertemu dengan orang sombong dan arogan, rasanya aku ingin menenggelamkan dia." Ucap Anes, Aleta semakin dibuat penasaran oleh Anes.
"Apa yang dia lakukan sampai membuat kamu kesal?" Tanya Aleta, Anes mendengus.
"Aku tidak sengaja menabrak mobil nya, tapi saat aku ingin bertanggung jawab dengan menggantinya dia menolak." Ucap Anes, Aleta terheran-heran kenapa harus menolak.
"Lalu apa yang membuat kamu kesal Anes, jika dia menolak maka biarkan saja. Mungkin dia orang yang baik dan dermawan menolak itu." Ucap Aleta, Anes emosi mendengar perkataan Aleta.
Dermawan darimana nya, dia memang menolak uang dan mobil dari Anes. Tapi orang itu meminta hal yang membuat Anes emosi.
"Dermawan darimana nya? Dia justru malah meminta aku untuk menjadi supir nya." Ucap Anes, membuat Aleta terbelalak dan menganga.
"Su_supir?" Tanya Aleta, Anes mengangguk membenarkan.
"Ya, aku menjadi supir." Ucap Anes, mendengar itu Aleta tertawa terbahak-bahak.
"Haha, Aneska Abrisham dari sekian banyak lelaki yang mengagumi kamu. Ternyata masih ada lelaki yang berani menjadikan kamu sebagai supir nya." Ucap Aleta, wanita itu masih saja tertawa.
"Aleta kau bisa diam tidak." Ucap Anes.
"Aneska mereka yang mengagumi kamu ingin menjadikan kamu tuan putri, tapi kenapa kamu malah memilih menjadi supir." Ledek Aleta lagi, Anes menatap Aleta dengan tatapan tajam.
"Bicara sekali lagi akan aku tenggelamkan kamu." Ucap Anes, Aleta tertawa lagi.
"Saudara macam apa ini, yang tertawa terbahak-bahak di atas penderitaan saudaranya." Ucap Anes, Aleta langsung menutup mulutnya.
"Anes ayolah, kenapa kamu tidak ngadu saja ke Daddy." Ucap Aleta, Anes mencibir.
Dari dulu sampai sekarang Anes memang jarang bahkan terbilang tidak pernah melibatkan Daddy atau mommy nya dari setiap masalah yang ia hadapi, bagi Anes selagi ia mampu menyelesaikan nya maka ia akan melakukan itu sendiri.
"Kau pikir aku anak kecil.yang harus mengadu kepada Daddy, lagi pula ini hanya masalah kecil ta. Gak usah berlebihan aku gak mau menggunakan kekuasaan Daddy hanya untuk hal tidak penting seperti ini." Ucap Anes, Aleta mengangguk benar juga.
__ADS_1
"Jadi kamu tetap akan menjadi supir?" Tanya Aleta.
"Lihat saja nanti." Ucap Anes, Aleta mengangguk ia percaya Anes bisa melewati hal itu.
...
Keesokan harinya Anes bangun pagi-pagi dan bersiap untuk pergi ke kantor, saat berjalan menuruni anak tangga ponselnya berdering menandakan panggilan masuk.
Anes tidak menjawab nya karena itu dari nomor yang tidak dikenal, ia berjalan menuju ruang makan disana sudah ada mommy, Daddy, kedua kakak nya dan Alexi adik bontot nya.
"Pagi semuanya." Ucap Anes.
"Pagi sayang." Balas mom Dea.
"Pagi queen." Ucap dad Justin, Aiden tersenyum melihat Anes.
Saat Anes duduk ponselnya kembali berdering, namun lagi-lagi Anes tak menjawab nya membuat semua orang yang berada di ruang makan terheran-heran.
"Siapa yang menghubungi kamu pagi-pagi seperti ini?" Tanya sang mommy.
"Benar, dan kenapa kamu tidak menjawab nya?" Ucap dad Justin.
"Tidak apa-apa dad mom, hanya orang iseng saja." Ucap Anes, Alexi menatap kakak perempuan nya.
"Orang iseng? Bagaimana bisa orang tahu nomor ponsel mu. Jika bukan kamu yang memberikan nya." Ucap Alexi, Anes kelabakan bisa-bisanya Alexi berfikir sampai kesitu.
"A_anu mungkin saja dia mendapat nomorku dari orang-orang terdekat." Ucap Anes, Aiden memicingkan matanya menatap Anes.
"Rasanya aku menyesal memiliki adik dan kakak yang terlalu cerdas juga teliti." Ucap Anes, Alexi dan Aiden tertawa kecil mendengar perkataan Anes.
"Bisa-bisanya kamu menyesali kecerdasan dan ketelitian kami." Ucap Aiden, Alexi mengangguk menyetujui perkataan Aiden.
"Sudah-sudah Aiden, Alexi berhenti menggoda Anes. Mungkin saja itu benar-benar orang iseng." Ucap dad Justin, Anes mengangguk akhirnya sang Daddy membela Anes.
Kini merekapun sarapan dengan tenang, setelah selesai sarapan Anes dan yang lain nya pamit untuk pergi ke kantor masing-masing.
Saat dalam perjalanan ponsel Anes kembali berdering, ia yang merasa kesal akhirnya menjawab panggilan yang masuk ke ponsel nya.
***Panggilan telepon...
Anes**: Ya*.
08xxxxxx: Kau dimana? kenapa baru menjawab teleponku?
(Suara yang melengking, membuat Anes menjauhkan ponse dari telinganya.)
Anes: Biasakah kamu tidak perlu berteriak, aku tidak t*li.
08xxxxxx: Jemput aku sekarang, aku ada rapat pagi ini.
Anes: Jika kau ada rapat kenapa harus menghubungi aku, pergi saja sendiri.
__ADS_1
08xxxxxx: Kau lupa jika mulai saat ini kamu adalah supirku?
Anes: Ohhh, benar sekali aku adalah supir anda tuan. Tapi maaf sekali karena pagi ini aku juga ada meeting penting, jadi sebaiknya anda pergi saja sendiri.
08xxxxxx: Kau mau lari dari tanggung jawab?
Anes: Aku tidak lari, aku sedang menyetir.
08xxxxxx: Jemput aku atau aku akan ke rumahmu!
Anes: Silahkan saja, maka saat itu juga kau tidak bisa lari dariku.
08xxxxxx: Kau_ Tut...Tut..Tut..
Anes mematikan panggilan telepon nya, ia tersenyum puas karena sudah membuat lelaki itu emosi.
"Kau salah karena berurusan denganku tuan." Kekeh Anes, ia senang karena hari pertama menjadi supir bisa ia lakukan dengan baik.
Bukan melakukan menjadi supir, tapi melakukan mengerjai orang yang berniat untuk mengerjai dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Anes mantep banget dah, suka nih gue gak pernah ngalah 😂*
A: Anes emang baik, tapi dibalik itu dia punya sikap yang keras 😁
N: Bener banget, gak gampang luluh ye kan 😂
A: Aslinya 😂😂😂
N:. 😂😂😂
__ADS_1