
Tiga hari berlalu hari ini terlihat Alea yang sedang menuruni anak tangga, ia akan pergi bersama dengan Alexi lelaki pujaan hatinya.
Saat Alea duduk di sofa untuk menunggu kedatangan Alexi, terlihat Alia dan Haris yang berjalan memasuki rumah.
Alea tidak memperdulikan keberadaan kedua orang itu, bagi Alea tidak ada siapapun di ruangan itu selain dirinya dan televisi yang menyala.
"Sayang aku mau minum, tolong dong ambilkan aku minum." Ucap Alia, wanita itu sengaja mengeraskan suara nya.
"Baiklah, kamu duduk dulu disana aku akan mengambilnya." Ucap Haris, Alia mengangguk ia berjalan dan duduk di samping Alea.
"Kasian ya pacaran doang sama anak orang kaya tapi gak dinikahin." Ucap Alia, Alea diam ia tidak mempedulikan hal itu. Bagi Alea dirinya bisa bersama dengan Alexi saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri, dan Alea tahu jika Alexi tidak akan mempermainkan dirinya maka dari itu Alea tetap sabar menunggu kekasihnya.
"Lihat dong aku dan Haris kami berdua sudah menikah, bahkan aku sedang mengandung anak Haris sekarang." Ucap Alia, Alea hanya tersenyum tipis dengan tatapan yang fokus kepada televisi.
"Kamu dengar tidak aku sedang berbicara dengan kamu, kamu tahu kan aku ini kakak kamu. Dan kamu juga harusnya mengucapkan selamat atas kehamilan aku." Ucap Alia, Alea menoleh dan menatap Alia yang sedang duduk tidak jauh dari tempat nya duduk.
"Selamat atas kehamilan kamu, dan semoga anak kamu nanti tidak seperti mama nya." Ucap Alea, Alia merasa geram kepada Alea yang selalu menjawab perkataan nya dengan santai.
"Naura kamu tahu bahkan Haris selalu mengatakan jika kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan aku, dia selau memuji setiap kali kami sedang bermanja." Ucap Alia, Alea menatap Alia dengan datar.
"Lalu untuk apa kamu menceritakan tentang itu kepadaku, padahal kamu tahu aku tidak peduli dengan hubungan kalian." Ucap Alea, Alia ia tak bisa melihat Alea tenang dan bahagia seperti nya Alia ingin jika Alea marah.
"Cih, kamu masih bisa sombong padahal kekasih mu saja belum tentu bisa menikahi kamu." Ucap Alia, Alea tertawa kecil mendengar perkataan Alia.
"Alia jaga bicaramu, nanti kalau aku sudah menikah dengan Alexi kamu nangis-nangis." Ledek Alea, ia tahu jika Alia paling tidak suka ada yang menyaingi dirinya.
"CK, sombong sekali kamu." Ucap Alia, tak lama kemudian Haris datang dengan membawa minum dan buah-buahan untuk istrinya.
"Apa suamimu begitu susah, bahkan hanya untuk memakan buah saja kamu sampai datang kesini." Cibir Alea.
"Apa maksudmu?" Tanya Alia tak terima.
"Cih, fikir saja sendiri." Ucap Alea santai, tak lama seorang pelayan wanita menghampiri Alea dan Alia yang sedang berdebat dengan sengit.
"Permisi nona Naura tuan muda Al sudah datang." Ucap nya, Alea tersenyum manis lalu berdiri dari duduk nya.
"Baiklah, nikmati saja kebersamaan kalian karena kekasih tampan ku sudah tiba jadi aku harus pergi." Ucap Alea, Alia menatap Alea dengan kesal.
Ia juga melihat Alexi yang memasuki rumah dan merangkul pinggang ramping Alea, keduanya terlihat begitu serasi.
"Apakah Alia membuat masalah lagi?" Tanya Alexi, kini keduanya sudah berada di dalam mobil.
"Tidak penting dia membuat masalah atau tidak." Jawab Alea tersenyum, Alexi pun ikut tersenyum karena Alea yang terlihat tenang.
"CK, baiklah aku percaya jika kamu bisa mengatasi semuanya." Ucap Alexi, mengelus kepala Alea dengan lembut.
__ADS_1
"Tentu saja." Jawab Alea bangga, Alexi tertawa gemas kepada wanitanya itu.
Akhir-akhir ini Alexi cukup sibuk hingga menjadi dirinya jarang sekali menemui Alea, baru kali ini Alexi memiliki waktu luang untuk bertemu dengan kekasih nya.
"Mau kemana kita hari ini?" Tanya Alea.
"Tentu saja menyenangkan tuan putri yang sudah lama tidak aku temui." Ucap Alexi, Alea tertawa kecil.
"Jangan gombal pak." Ucap Alea.
"Mommy nanyain kamu dan minta kamu kerumah." Ucap Alexi.
"Kok aku deg-degan si." Balas Alea.
"Tenang mommy gak akan makan kamu kok." Kekeh nya, Alea tertawa tentu saja tidak akan memakan nya karena Alea sudah beberapa kali bertemu dengan Dea meskipun tanpa Alexi.
Ternyata Alea benar-benar tulus kepada Alexi, meskipun tidak bersama dengan lelaki itu Alea tetap mengunjungi Dea dan Vee. Bahkan pernah suatu ketika Alea memposting sebuah makanan di sosial media nya dan Vee melihatnya, dengan senang hati Alea membelinya dan mengantarkan itu kerumah Dea karena saat itu Vee merasa ingin memakan makanan yang di posting oleh Alea.
Setibanya di kediaman Justin Alexi keluar dari mobil dan berjalan memutar untuk membuka pintu mobilnya, Alea tersenyum dan keluar dari mobil.
"Ayok." Ajak Alexi menggandeng tangan Alea, dari dalam Alea melihat Vee yang sedang berjalan dengan memegang sekotak buah.
"Kak." Panggil Alea, Vee menoleh dan tersenyum manis kepada calon adik ipar nya itu.
"Yang dipeluk Alea doang nih akunya enggak." Goda Alexi.
"Gak lah, bisa-bisa di gantung aku sama kakak kamu kalau berani peluk-peluk kamu." Ceplos Vee, Alea dan Alexi tertawa mereka tahu bagaimana posesif nya Aiden kepada Vee.
"Kak ai nya kan sedang tidak ada." Goda Alexi.
"Kakak kamu memang sedang tidak ada, tapi jangan melupakan dia memiliki banyak mata." Ucap Vee, Alea hanya tersenyum saja.
"Kalian sudah sampai." Sapa Dea, Alexi dan Alea pun menghampiri Dea dan memeluk Dea.
"Mom aku merindukanmu." Ucap Alea.
"Mommy lebih merindukan putri bungsu mom." Ucap Dea, Alea tertawa kecil ia senang karena Dea menyayangi dirinya.
"Aku gak dipeluk mom." Ucap Alexi.
"Gak, kamu nakal si jadi mommy gak mau peluk kamu." Ucap Dea, Alexi mengernyit apa yang sudah ia lakukan.
"Memangnya aku kenapa?" Tanya nya heran.
"Kamu nakal, sudah mom bilang jangan terlalu sibuk kerja tapi masih saja sibuk bekerja. Kamu bahkan lupa jika kamu memiliki Alea yang harus kamu bahagiakan." Ucap mom Dea, Alexi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Mom tidak apa-apa lagian kan Alexi sibuk nya juga karena pekerjaan, bukan karena bermain." Ucap Alea.
"Benar, kamu benar-benar wanita tercinta pokoknya." Ucap Alexi senang karena Alea membela dirinya.
"Sudahlah ayok kita duduk, Vee duduk sayang nanti perut kamu jatuh karena kelamaan berdiri." Ucap Dea, Vee tersenyum lalu duduk disamping mommy nya.
Ketiga wanita itu terlihat asik berbincang sampai membuat Alexi merasa asing, ia merasa tidak di anggap oleh ketiga wanita yang sedang ramai menggosip.
Karena bosan Alexi pun terlelap di sofa, ia benar-benar tersingkirkan oleh keasikan para wanita-wanita dirumah nya. Hanya tidak ada Anes saja tukang rusuh yang satu itu masih berada di kantor seperti nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Maaaakkk pengen laki kaya Alexi Mak 😭*
A: Kalo ada gue juga mau si 😂
N: Jangan lupa calon mertua kaya mom Dea gue ikhlas kaga ngapa-ngapa dah 😂
A: Semua aeee Uun semua 😌
N: Kalau bisa semua ngapa harus satu si Thor 😂
A: Mengadi-ngadi sekali anda 😌
N: 😂😂😂
__ADS_1