Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 139


__ADS_3

Setelah pesta selesai Anes dan Aleta memutuskan untuk kembali ke hotel nya, saat Anes dan Aleta berjalan keluar dari gedung. Seorang wanita menabrak tubuh Aleta, beruntung Anes dengan cepat memegang tangan Aleta agar gadis itu tidak terjatuh.


"Aaakkkhhhh." Pekik Aleta, ia memegang tangan Anes.


"Kamu gak apa-apa ta." Ucap Anes, Aleta menggelengkan kepalanya.


"Enggak kok, aku gak apa-apa." Ucap nya.


Anes menatap wanita yang menabrak saudara nya, dan wanita itupun menatap Anes dengan datar. Anes yang di tatap seperti itu merasa kesal, bukannya meminta maaf tapi dia malah menatap nya datar.


"Lain kali kalau jalan hati-hati." Ujar nya, Anes menganga bukankah wanita itu yang bersalah.


"Cih, yang salah itu kamu. Mangkanya kalau jalan itu selain pakai kaki pakai juga mata." Ucap Anes, terlihat jelas jika wanita itu merasa kesal kepada Anes.


Saat wanita itu akan membuka mulutnya seseorang datang dan merangkul pinggang ramping nya, Anes menatap jengah orang yang menghampiri wanita itu.


"Ada apa hmmmmmm?" Tanya nya.


"Lihatlah dia menabrak ku tadi, tapi dia tidak mau meminta maaf kepadaku." Ujar nya, Anes dan Aleta mengernyit kenapa menjadi Anes dan Aleta yang salah.


"Kenapa jadi kami yang disalahkan, jelas-jelas anda yang menabrak saudara saya." Ucap Anes tidak terima, lelaki itu menatap Anes tanpa ekspresi.


"Kamu lagi, kamu lagi. Tidak kah kamu bosan terus muncul di hadapan ku? Atau ini memang rencana kamu agar bisa kembali bertemu dengan aku." Ucap nya, Anes menganga mendengar perkataan lelaki itu.


"Cih, kau terlalu percaya diri. Aku bahkan tidak ingin bertemu lagi dengan orang seperti kamu, bertemu dengan kamu membuatku si*l." Ucap Anes, Aleta mengusap tangan Anes.


"CK, aku lebih si*l karena selalu melihat wanita aneh seperti dirimu." Ujar nya, Anes mengangkat tangan nya membuat Aleta menurunkan tangan Anes.


"Kau_" Geram Anes.


"Anes sudah sebaiknya kita pulang." Ucap Aleta, wanita itu menarik tubuh Anes dan pergi di hadapan lelaki itu.


Di dalam mobil Anes terus menyumpah serapahi lelaki dan wanita yang membuat nya kesal, Anes tak habis pikir pergi kesini membuat nya si*l berkali-kali.


"Apa katanya tadi? Aku wanita aneh? Berani sekali dia mengataiku aneh." Kesal Anes.


"Anes sabar nes kamu sedang menyetir." Ucap Aleta.


"Lihat saja aku tidak s*di melihatnya lagi, aku benar-benar tidak suka kepada orang seperti mereka." Ucap Anes, Aleta hanya bisa mengangguk.


"Baru kali ini aku melihat Aneska Abrisham di pandang sebelah mata." Ucap Aleta, Anes mencengkeram erat kemudi nya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun menadang rend*h aku ta, toh tadi itu beneran wanita itu yang salah kok." Ucap Anes.


"Benar si, ini tidak bisa di biarkan." Ucap Aleta mengompori Anes, Anes mengernyit lalu menatap Aleta.

__ADS_1


"Kamu mau dukung aku atau mengejek aku, hmmmmmm." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil melihat wajah merah padam Anes.


"Lagian kamu dari tadi marah-marah Mulu gak cape apa." Kekeh nya, Anes hanya diam ia tak mau memperpanjang hal seperti itu.


...


Di tempat lain terlihat Vee yang berjalan menghampiri suaminya, Aiden tengah sibuk dengan pekerjaan yang harus ia selesaikan secepatnya.


Vee duduk di sofa ruang kerja suaminya, ini sudah malam tapi Aiden masih saja terlihat begitu sibuk.


"Kamu belum tidur sayang?" Tanya Aiden.


"Hmmmmmm, aku tidak bisa tidur." Balas Vee, Aiden tersenyum dan mengalihkan pandangan nya.


"Ada apa hmmmmmm, tumben sekali ibu hamil yang satu ini belum tidur." Ucap Aiden, Vee hanya menggelengkan kepalanya saja. Entahlah Vee menjadi sulit tidur jika tanpa Aiden.


"Tidak apa-apa, apakah kamu masih sibuk?" Tanya nya, Aiden menatap laptopnya sebentar lalu kembali menatap Vee.


"Sebentar lagi kenapa? Kamu mau menunggu aku?" Tanya nya, Vee mengangguk dan mengerjapkan matanya membuat Aiden merasa gemas.


"CK, baiklah tunggu sebentar lagi." Ujar nya, Vee mengangguk senang.


Sambil menunggu Aiden menyelesaikan pekerjaan nya, Vee memakan buah karena memang sebelum menghampiri Aiden Vee pergi ke dapur lebih dulu untuk mengambil sepiring buah yang sudah ia cuci bersih dan ia potong-potong.


Satu jam berlalu Aiden belum juga selesai dengan pekerjaannya, sementara Vee wanita itu sudah merasa ngantuk apalagi saat ia sudah berhasil menghabiskan satu piring buah-buahan.


"Sangat menggemaskan." Kekeh nya, lelaki itu merapikan meja kerja nya dan mematikan laptop nya.


Aiden berjalan mendekati Vee lalu menggendong tubuh mungil Vee, Vee hanya menggeliat kecil saat merasa tubuhnya melayang.


Sesampainya di kamar Aiden langsung merebahkan tubuh Vee dengan hati-hati, ia takut jika pergerakan nya membuat Vee tidak nyaman dan terbangun.


"Tidur nyenyak istri baik, terimakasih sudah selalu ada untuk aku dan anak kita." Bisik Aiden, lelaki itu mengecup kening Vee dan ikut berbaring di samping istrinya.


Pagi hari Alexi terbangun lebih dulu, entahlah apa yang membuat nya bengun lebih pagi. Alexi lelaki tampan itu mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.


Alexi menatap jam yang berada di atas meja samping tempat tidurnya, ia menegakkan otot-otot tubuh nya setelah itu bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


Alexi membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, ia memakai celana training dan Hoodie tak lupa juga sepatu kesayangan nya ia kenakan.


Alexi berjalan keluar kamar ia berniat untuk lari pagi hari ini, saat menuruni anak tangga suara lembut seseorang membuat langkah nya terhenti.


"Boy kamu sudah bangun?" Tanya Dea, ya mommy nya itu selalu memanggil nya dengan sebutan boy begitupun dengan Daddy Justin.


"Hmmmmmm, mom sudah bangun." Ucap Alexi, Dea tersenyum tentu saja ia sudah bangun.

__ADS_1


"Menurutmu." Kekeh mom Dea, Alexi hanya tersenyum tipis saja.


"Kenapa bangun sepagi ini?" Tanya Alexi, mom Dea tersenyum lalu menghampiri putra bungsu nya.


"Tentu saja untuk menyiapkan sarapan, lalu kamu sendiri kenapa bangun sepagi ini hmmmmmm." Ucap mom Dea balik bertanya.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin berolahraga saja." Jawab Alexi, mom Dea mengangguk ia paham betul bagaimana putranya itu.


"CK, otot-otot tubuh mu sudah besar kenapa masih saja berolahraga." Cibir sang mommy.


"Tentu saja agar sehat memangnya apalagi." Kekeh Alexi, kini keduanya berjalan menuruni anak tangga.


"Cih, selalu saja memiliki jawaban dari setiap perkataan mommy." Dengus Dea, Alexi tertawa kecil melihat wajah kesal mommy nya.


"CK, sudahlah lebih baik aku segera pergi. Bye mom." Ucap Alexi, tak lupa sebelum pergi lelaki itu mengecup pipi sang mommy.


Sementara Dea hanya bisa tersenyum senang dan menatap kepergian putranya, Dea merasa senang karena Alexi selalu membuat nya bahagia. Ada saja tingkah lucu putranya yang membuat Dea tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Rasa ingin memiliki suami kaya Aiden, tapi gue juga pengen yang kaya Alexi 😌*


A: Gausa Maruk gausa, lagian mereka aja belum tentu mau sama elu jamileh 😒


N: Gausah jujur gitu bisa kali ya, jangan menampar gue dengan kenyataan gitu 😭😭


A: Mon maap suka hilap emang 😂😂

__ADS_1


N: Hilihhh 😒


__ADS_2