
Semua keluarga sudah tiba di rumah sakit, mom Dea berlari dan menghampiri Aiden, sementara Aiden lelaki itu memeluk mommy nya dengan erat.
"Bang semua akan baik-baik saja percayalah." Ucap mommy, meskipun mommy juga merasa khawatir. Namun kini yang utama adalah menenangkan putranya terlebih dahulu.
"Kenapa harus Vee mom." Lirih nya.
"Bang ini semua ujian untuk kamu dan Vee, sebaiknya kita berdoa agar Vee baik-baik saja." Ucap dad Justin.
"Ai kamu harus kuat untuk Vee dan baby kamu nanti, jika kamu seperti ini kasihan Vee. Jangan buat Vee merasa bersalah ya nak." Ucap Mae, Mae sangat menyayangi Aiden.
Karena bagaimanapun sebelum Dea dan Justin pindah rumah, Aiden selalu menemani Mae bersama dengan Aleta.
"Vee akan baik-baik saja kan aunty." Lirih nya, ia masih dalam pelukan sang mommy.
"Tentu saja Vee wanita yang kuat dan ceria, dia akan baik-baik saja boy. Dia akan sembuh untuk kamu dan baby nya." Ucap Mae, Aiden menghela nafasnya banyak yang mengharapkan Vee sembuh.
"Ceritakan bagaimana kejadiannya?" Tanya Mei, wanita itu masih merasa penasaran kenapa Vee bisa terjatuh.
"Aku tidak tahu aunty, pada saat itu Vee sedang menonton televisi di temani oleh kedua pelayan nya. Entah bagaimana Vee bisa berjalan menuruni anak tangga, tanpa di temani oleh pelayan pribadi nya." Ucap Aiden.
"Kamu sedang berada di mana?" Tanya Mei.
"Aku sedang berada di ruang kerja, karena saat itu aku sengaja tidak pergi ke kantor karena Vee merengek ingin aku tidak pergi ke kantor." Ucap Aiden, mom Dea memijat pelipisnya.
Di tempat lain terlihat Aleta yang berlari menghampiri Anes yang sudah kembali ke rumah dan diam di kamar nya, Aleta memegang pundak Anes membuat wanita itu menoleh.
"Nes." Panggil Aleta.
"Hmmm." Sahut Anes.
"Kamu sudah mengecek cctv?" Tanya Aleta, oh my bagaimana mungkin Anes bisa lupa jika dirinya belum mengecek cctv.
"Belum." Ucap Anes.
"Kamu tenang, sebaiknya kita cek cctv dulu." Ucap Aleta, Anes dan Aleta berlari keluar dari kamar dan masuk kedalam ruang cctv.
"Nona." Sapa seorang penjaga.
"Minggir ada yang harus aku periksa." Ucap Anes.
"Baik nona silahkan." Jawab penjaga itu, Anes mengecek ruang televisi dimana Vee yang sedang menonton.
Disana Anes melihat jika Vee memang bersama dengan kedua pelayan pribadi nya, lalu tiba-tiba Anes melihat Vee berbicara dengan kedua pelayan pribadi nya.
Entah apa yang mereka bicarakan tapi Anes melihat kedua pelayan pribadi Vee pergi, dari situ Anes langsung mengecek seluruh sudut rumah.
"Nes satu pelayan Vee keluar dari rumah." Ucap Aleta.
"Hmmm." Sahut Anes.
Namun setelah itu Anes melihat satu pelayan Vee keluar dari dapur dengan membawa segelas jus strawberry, dan saat menaiki anak tangga kaki pelayan itu tersandung hingga membuat jus yang dibawa nya tumpah.
Ia terlihat bingung dan kembali ke dapur, tak lama kemudian ia menerima panggilan telepon dari seseorang yang entah siapa hingga membuat ekspresi wajah nya terlihat panik.
Pelayan kedua Vee pun berlari keluar rumah dan semakin menjauh dari rumah, sehingga Anes dan Aleta tidak bisa lagi melihat nya.
"Kemana dia pergi?" Ucap Anes.
__ADS_1
"Sepertinya dia pergi keluar dari area rumah, karena terlihat jelas jika disemua sudut tidak dia lewati lagi." Ucap Aleta.
Saat Anes memutuskan untuk pergi ia melihat Vee yang berjalan menuruni anak tangga, saat itu Vee sangat terlihat jelas ia memutar pandangan nya memanggil-manggil seseorang.
Mungkin Vee sedang memanggil pelayan pribadi nya yang tak kunjung datang, dan saat Vee terpeleset lalu tergelincir membuat Aleta dan Anes refleks berteriak memanggil nama Vee.
"Vee." Teriak keduanya.
"Nona kalian tidak apa-apa?" Tanya seorang penjaga.
"Ti_tidak kami tidak apa-apa." Ucap Aleta.
"Ta kita harus mencari tahu dimana pelayan pribadi Vee." Ucap Anes.
"Benar, sebaiknya kita pergi sekarang." Ucap Anes.
Saat Anes akan pergi seseorang menelpon nya membuat Anes mendecih, ia kesal kenapa Deandra menghubungi nya di saat yang tidak tepat.
"Siapa?" Tanya Aleta.
"Deandra." Ucap Anes.
"Jawab dulu saja tidak apa-apa." Ucap Aleta, Anes menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu." Ucap Anes, Aleta pun mengangguk.
Lalu saat Anes dan Aleta sudah masuk kedalam mobilnya, tiba-tiba saja ponsel Anes kembali berdering kali ini anak buah Daddy nya yang menelpon.
*Panggilan **telepon
???: Nona kami sudah menemukan dua pelayan pribadi nona Vee.
Anes: Katakan dimana mereka sekarang.
???: Kami menemukan mereka di dekat jembatan yang bertempat dibelakang gedung sebuah bangunan kosong, dan sekarang kami membawa mereka ke rumah sakit xx karena mereka terluka.
Anes: Terluka? Bagaimana mereka bisa terluka?
???: Sepertinya ada yang menyerang mereka nona.
Anes langsung mematikan panggilan telepon nya, dengan cepat Anes memutar arah mobil nya. Aleta terlihat bingung melihat Anes yang terlihat emosi.
"Anes ada apa?" Tanya Aleta.
"Mereka sudah menemukan dimana kedua pelayan Vee." Ucap Anes, Aleta mengangguk ia melirik Anes dengan kagum.
Jika menyangkut Vee tidak butuh waktu lama Anes menemukan jalan permasalahan nya, bagi Anes apapun akan ia lakukan jika itu menyangkut keluarga nya.
"Dimana mereka." Tanya Anes saat sudah sampai di sebuah rumah sakit.
"Mereka ada di dalam nona, masih ditangani oleh dokter." Jawab seseorang bertubuh besar, dan memakai pakaian serba hitam.
Setelah menunggu selama lima menit akhirnya dokter pun keluar, Anes menghampiri dokter itu dan membuat dokter terkejut melihat siapa yang berdiri di hadapannya.
"Bagaimana keadaan pasien?" Tanya Anes.
"Salah satu pasien mengalami luka t*suk di bagian pinggang nya, dan yang satu mengalami cidera di bagian kaki dan tangan nya." Ucap dokter, Aleta terbelalak mendengar perkataan dokter.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?" Tanya Aleta.
"Mungkin pasien mengalami penyerangan." Ucap dokter, Anes mengangguk dokter yang masih terlihat muda itu tersenyum manis kepada Anes.
"Kalau begitu apakah saya boleh masuk?" Tanya Anes.
"Silahkan nona." Jawab dokter, Anes pun masuk kedalam ruangan itu bersama dengan Aleta yang mengikutinya dari belakang.
Anes merasa kasihan kepada kedua pelayan nya, para pelayan yang semula memejamkan matanya kini menatap Anes dengan rasa bersalah.
"No_nona." Lirih nya.
"Tidak apa-apa, apakah masih sakit?" Ucap Anes.
"Tidak nona." Ucap nya, Anes mengangguk dan tersenyum tipis.
"Nona bagaimana keadaan nona muda Vee?" Tanya pelayan yang cedera kaki dan tangan nya.
"Kalian ingin tahu apa yang terjadi kepada Vee, saat kalian pergi dari sisinya." Ucap Anes, kedua pelayan itu mengangguk takut-takut.
"I_iya nona." Jawab nya.
"Vee terjatuh dari tangga dan harus di operasi." Ucap Anes, kedua pelayan itu terlihat sangat terkejut.
Air matanya menetes membuat Anes yakin jika kedua pelayan nya itu tidak bersalah, bahkan keduanya masih memikirkan keadaan Vee yang mereka tinggalkan begitu saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Anes dan Aleta emang bukanmaenπ*
A: Iya, bukanmaenπ
N: Gak kaleng-kaleng ye kan π
A: Iya in biar cepet π
N: Sue π
A: πππ
__ADS_1