
Tiga hari berlalu terlihat di sebuah kamar mewah sepasang suami istri tengah berbincang, Vee bersandar di dada bidang Aiden.
"Sayang." Panggil Vee, Aiden menyahut lalu mengelus kepala Vee dengan lembut.
"Hmmm." Sahut nya.
"Kemarin aku gak sengaja mendengar pembicaraan mommy dan Daddy." Ucap Vee, Aiden mengernyit heran.
"Tidak apa-apa sayang." Ucap Aiden tersenyum manis.
"Tapi sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang serius." Balas Vee, wanita itu mendongak menatap wajah tampan suaminya.
"Benarkah, kalau begitu apa yang mereka bicarakan." Ucap Aiden lagi.
"Tidak tahu, tapi yang aku dengar mereka meminta aunty Dena untuk pulang." Ucap Vee, Aiden diam kenapa meminta aunty Dena untuk pulang?
Ada masalah apa sampai harus meminta aunty nya pulang, apakah masalah yang begitu besar sampai harus melibatkan aunty nya.
"Benarkah?" Tanya Aiden, Vee mengangguk.
"Hmmmmmm." Jawab Vee, Aiden kembali diam.
"Kamu tahu kapan aunty Dena akan pulang?" Tanya suaminya, Vee terdiam kenapa ia menjadi seperti seorang mata-mata. Tapi tidak apa-apa, jika untuk suami tercinta nya akan ia katakan semua.
"Tahu, kata mom kemarin aunty akan segera pulang. Kalau perkiraan aku tidak salah mungkin aunty Dena akan tiba malam ini." Jawab Vee, Aiden terbelalak yang benar saja ia tidak mengetahui kepulangan aunty tersayang nya itu.
"Kamu tidak bohong?" Tanya Aiden.
"Ish, untuk apa aku berbohong. Aku mengatakan semua ini karena aku tahu jika mom, dan Daddy tidak bisa mengambil keputusan sembarangan tanpa membicarakan nya dulu kepada aunty Dena. Jika aunty Dena sudah diminta untuk pulang, itu artinya ada hal serius yang ingin mereka bicarakan bukan." Ucap Vee, Aiden menatap Vee istrinya itu begitu pintar. Ia mengingat hal-hal kecil yang terjadi dalam keluarga nya.
"Baiklah kalau begitu kita tunggu kedatangan aunty Dena." Ucap Aiden, Vee mengangguk dan tersenyum.
Di tempat lain terlihat mom Dea dan dad Justin sedang duduk berhadapan, mereka sedang menantikan kedatangan adik tersayang nya.
"Dena benar-benar pulang untuk Anes." Kekeh dad Justin.
"CK, anak itu jika menyangkut soal Anes selalu berdiri paling depan." Ucap mom Dea, dad Justin pun tertawa kecil.
"Dia begitu menyayangi Anes sayang, bahkan lihatlah wajah mereka bagaikan pinang dibelah dua." Ucap dad Justin, mom Dea tertawa kecil mendengar perkataan dad Justin.
"Sebentar lagi anak-anak akan di kejutkan oleh kedatangan aunty nya, mungkin mereka akan merasa tegang. Karena yang mereka tahu Dena begitu tegas." Ucap mom Dea.
"Bukan Dena yang tegas melainkan Keanu." Ucap dad Justin, mom Dea pun mengangguk menyetujui.
Sikap Keanu yang tegas dan begitu memanjakan Dena, membuat Dena meniru sikap tegas suaminya. Namun dibalik itu Dena begitu menyayangi anak-anak dan saudaranya.
Tepat pukul 09:00 malam terdengar suara gemuruh mesin mobil, membuat mom Dea dan dad Justin buru-buru berjalan keluar.
Mereka melihat dua mobil dua mobil yang memasuki pekarangan rumah nya, saat Dena keluar dari mobil senyum mom Dea terbit.
Dena tersenyum dan berjalan menghampiri kakak nya, Dena memeluk mom Dea dengan erat ia merindukan kakak yang sudah seperti bunda nya itu.
"Hiks... Anak nakal aku merindukanmu." Ucap mom Dea.
"Aku juga sangat merindukan kakak." Ucap Dena, mom Dea mengecupi setiap inci wajah cantik Dena. Selalu seperti itu yang ia lakukan kepada adik nya.
Keanu berjalan masuk dan memeluk dad Justin, melihat sikap Keanu dad Justin tersenyum senang dan menepuk pundak Kean.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya dad Justin.
__ADS_1
"Kabar kami baik." Jawab Kean, mereka berdiri di teras rumah dan muncul lah dua orang yang begitu familiar bagi mom Dea dan dad Justin.
"Mereka?" Tanya mom Dea, oh God bahkan mom Dea tidak mengenali wajah cantik Ayaza yang sudah gadis. Namun Rafael ia masih bisa mengenali wajah tampan El.
Banyak perubahan dalam diri Ayaza yang membuat beberapa orang terkagum-kagum, seperti mom Dea saat ini.
"Ayaza dan El." Ucap Dena, mom Dea menghampiri keduanya lalu memeluk mereka.
"Kangen banget sama kalian, Ayaza kenapa jadi berubah seperti ini." Ayaza diam, beruntung Dena sudah menceritakan dan menjelaskan secara hati-hati kepada putrinya itu.
"Kami juga merindukan mommy." Ucap El, setelah itu merekapun masuk kedalam rumah.
Aiden tercengang melihat aunty dan uncle nya, ternyata mereka benar-benar pulang. Aiden memeluk Dena dan Keanu, Dena tersenyum menatap keponakan nya yang tampan.
"Kau sudah menikah, dimana istrimu yang lucu itu." Ucap Dena, ia tahu wajah Vee yang menurutnya lucu dari mom Dea yang pernah mengirim foto Vee.
"Ada di kamar, mungkin sebentar lagi turun." Ucap Aiden, Dena mengangguk kini mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Aiden minta Alexi segera pulang, ada yang ingin Daddy bicarakan." Ucap dad Justin, Aiden mengangguk tak lama Vee tiba dan memeluk Dena.
"Kau benar-benar cantik dan lucu." Ucap Dena, Vee tersenyum manis.
"Terimakasih aunty." Jawab nya, Vee menatap Ayaza dan El.
"Ah, ini kedua anakku." Ucap Dena, Vee mengangguk.
"Cantik dan tampan." Ucap Vee, Dena tersenyum bangga.
"Mommy dan Daddy nya juga cantik dan tampan bukan." Ucap Dena, Vee tertawa kecil ternyata mom Dena lucu juga.
"Tentu saja." Kekeh Vee.
"Iya mom." Sahut Vee.
"Mom boleh minta tolong." Tanya nya.
"Tentu saja." Jawab Vee.
"Tolong antar El dan Aya ke kamar nya, biarkan mereka beristirahat. Setelah itu kamu segera kembali untuk bergabung bersama kami." Ucap mom Dea.
"Hmmmmmm, baiklah." Jawab Vee, ia mengantar El lebih dulu. Setelah itu Vee mengantarkan Ayaza ke kamar nya.
"Selamat beristirahat." Ucap Vee, Ayaza mengangguk membuat Vee tersenyum setelah itu memutuskan untuk pergi.
"Kak." Panggil Ayaza, Vee menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Iya ada apa?" Tanya Vee.
"Terimakasih, maaf merepotkan kamu." Ucap Ayaza, Vee mendekati Ayaza dan menangkup wajah cantik Aya.
"Tidak masalah gadis cantik." Ucap Vee, Ayaza tersenyum manis kepada Vee.
Vee ikut tersenyum ia merasa seperti berada di sebuah istana yang isisnya orang-orang tampan dan cantik, ia tak menyangka jika keluarga suaminya serbuk berlian semua.
Bahkan Vee merasa keluarga ini seperti keluarga yang begitu sempurna di matanya, yang lebih mengejutkan adalah ketampanan Rafael dan kecantikan Ayaza.
"Sudah kamu istirahat aku mau kembali ke bawah." Ucap Vee, Ayaza pun mengangguk.
"Hmmmmmm, kau hati-hati lah." Ucap Ayaza, saat tahu jika Vee sedang mengandung.
__ADS_1
"Tentu." Jawab Vee, kini wanita itu berjalan menjauh kamar Ayaza. Ayaza tersenyum jika biasanya ia berkumpul bersama keluarga Daddy nya, kini ia merasa senang karena berkumpul bersama keluarga mommy nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗 😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
.
.
.
.
.
.
.
.
.
N**: Merdeka sudah karena Dena datang kesini 😂*
A: Demi Anes Uun 😌
N; Ke apa ga dari dulu pancing pake nama Anes 😂
A: Lo kira ikan make acara di pancing segala 😒
N: 😂😂😂 maafkan aku 😂
A: Ngokhey 😁
__ADS_1
N: 😂😂😂