
Alexi yang mendengar para karyawan membicarakan Alia dan Alea, lelaki itu merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu karyawan apa yang sebenarnya telah terjadi di dengan Alia dan Alea.
"Maaf ada apa ya kenapa Alia dan Alea?" Tanya Alexi.
"Itu tuan nona Alea dan nona Alia bertengkar." Ucap nya, Alexi cukup terkejut mendengar itu.
"Dimana?" Tanya Alexi.
"Di lantai 7 tuan." Ujar nya, tanpa menunggu lama Alexi langsung berlari dan masuk kedalam lift.
"Yaampun sayang kenapa harus berantem lagi, Alia benar-benar membuat Alea tidak tenang." Gumam Alexi, setelah pinta lift terbuka Alexi langsung berlari dan benar saja ia melihat kerumunan disana.
"Sayang." Panggil Alexi, Alea dan Alia menoleh melihat siapa yang datang.
"Sayang." Lirih Alea, wanita itu berlari dan masuk kedalam pelukan Alexi.
"Kenapa Alia nyakitin kamu lagi?" Tanya Alexi
"Aku benci dia aku benci Alia." Jawab nya, Alexi mengangguk dan menatap Alia tajam.
"Kita pergi sekarang ya, sudah kamu jangan nangis lagi ada aku disini." Ucap Alexi, Alea mengangguk dan pergi bersama dengan Alexi.
Sementara itu Alia menatap kepergian Alexi dan Alea, Alia berpikir kenapa Alexi selalu datang di waktu yang tepat untuk Alea.
Tapi kenapa Haris tidak pernah melakukan itu kepada Alia, padahal Haris tahu Alia sedang hamil sedang mengandung anaknya tapi Haris sangat terlihat tidak pernah peduli kepada Alia.
Aliya menangis dan terduduk di lantai para karyawan menatap Alia, mereka merasa kasihan tapi mereka juga merasa kesal dengan sikap Alia yang selalu menuju dan menyudutkan Alea.
...
Sementara itu di kediaman mom Dea terlihat Vee yang sedang bermain dengan putranya, mom Dea tersenyum manis kepada Vee.
"Vee kamu tidak mau ke kantor lagi?" Tanya mom Dea.
"Enggak ah mom." Jawab Vee, mom Dea tertawa ia tahu jika Vee malas untuk bertemu dengan teman kuliah Aiden lagi.
"Kamu males ketemu wanita itu lagi." Ucap mom Dea, Vee tertawa kecil karena dugaan mom Dea itu benar.
"Males mom dari muka nya ngeyel banget, kaya kliatan polos-polos ngeselin." Ucap Vee, mom Dea tertawa.
"Ulat bulu seperti itu harus di basmi Vee." Ucap mom Dea.
__ADS_1
"Iya nanti aku basmi pake minyak tanah mom." Ceplos nya, membuat mom Dea tertawa lepas.
"Daddy nya Varo ganteng si jadi banyak ulat berbulu yang nempel." Ucap mom Dea, sambil tertawa kecil.
"Iya nih, besok-besok kayanya kalo pergi ka kantor harus aku dandanin kaya dakoc*n mom." Ujar nya, mom Dea semakin tertawa mendengar perkataan Vee.
Vee tidak menyangka jika selain Anes mom Dea juga asik jika di ajak bergosip, ya begitulah mereka tidak bergosip di luar ya bergosip di rumah dengan mommy nya.
"Mommy dulu juga pernah kaya gini ga?" Tanya Vee, mom Dea terdiam ia lupa apakah ia pernah berurusan dengan wanita ulat bulu atau tidak.
"Lupa mommy sayang ga inget si, sudah terlalu lama soalnya." Ucap mom Dea, Vee tersenyum manis.
"Kayaknya Daddy gak pernah marah ya sama mommy." Ucap Vee.
"Kata siapa kamu nggak tahu aja sayang gimana marahnya Daddy sama mommy." Ucap mom Dea, membuat Vee jadi kepo.
"Hmmm, pernah bmarah mom." Ucap Vee.
"Pernah lah sayang, apalagi saat Aiden masih kecil uuuhh Daddy sensitif banget. Apalagi kalau Aiden kenapa-kenapa, marah nya itu bisa lama dan mommy sampai gak boleh dekat-dekat dengan Aiden." Ucap mom Dea.
"Seriusan mom?" Tanya Vee.
"Iya, karena kan dulu Aiden itu anak pertama Daddy dan mommy. Jadi kesayangan dia itu Vee, tapi sekarang winner nya itu Anes karena semua orang lebih menyayangi Anes dan lebih takut kepada Anes." Ucap mom Dea, Vee tertawa kecil mendengar perkataan mommy nya.
"Iya si kamu bener sayang." Ucap mom Dea, Vee tersenyum ia senang karena mendapat i u mertua seperti mom Dea.
Di kantor Aiden sedang sibuk dengan pekerjaan nya, tiba-tiba saja Axel masuk keruang kerja Aiden dan duduk di sofa.
"Kenapa kamu wajah kok di tekuk kaya gitu." Ucap Aiden.
"Kesel sama mami dari kemarin sampai tadi pagi marah-marah terus, karena kemarin aku nggak sengaja bentak-bentak Tatiana." Ucap Axel, Aiden mengernyit heran kenapa Axcel harus bentak-bentak Tatiana memang Tiano salah apa.
"Memangnya kenapa kok kamu bentak-bentak Tatiana?" Ucap Aiden.
"Kemarin itu aku lagi banyak pekerjaan dan seperti biasa kamu tahu lah bang bagaimana Tatiana, dia itu selalu ceroboh dan kemarin dia nggak sengaja nabrak aku sampai handphone aku tuh jatuh dan pecah." Ucap Axel.
"Axel, Axel aku yakin mami kamu marah karena kamu bentak Tiana itu di depan umum ya kan." Ucap Aiden.
"Ya Iya sih bang bener tapi kalau misalnya aku ajak dia ke ruang kerja dulu, baru aku marah-marah itu gimana ya ke tunda gitu marahnya enggak_enggak puas." Ucap Axel, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan Axel.
"Mangkanya El jadi orang tuh jangan mau puas mulu." Ucap Aiden, Axel tertawa benar juga apa yang dikatakan oleh Aiden.
__ADS_1
"Nggak perlu aku jelasin kamu pasti tahu lah bang, kalau marah ke tunda itu nggak enak." Ucap Axel.
"Ya emang sih kamu benar, kalau soal marah-marah kamu terdepan si El." Ucap Aiden.
"Ck, dasar." Kekeh El.
"Jadi gimana mami kamu masih kekeh pengen kamu deketin Tatiana atau gimana?" Ucap Aiden.
"Keputusan mami masih sama bang dia pengen aku deketin Tiana, tapi gimana ya aku sama Tiana aja sering bertengkar nggak mungkin dong kalau aku tiba-tiba deketin dia. apa kata orang nanti dan apa kata karyawan-karyawan aku bang." Ucap Axel, Alexi menggelengkan kepalanya.
"Kamu tuh kebiasaan tau nggak gengsi terus yang digedein, ayolah El nggak usah gengsi yang penting wanita itu baik bikin bisa bikin mami kamu tuh seneng." Ucap Aiden, Axel tediam dan menatap Aiden.
"Terus aku harus seperti abang gitu? Yang nikah dulu baru cinta." Ucap Axel.
"Ya kan biarpun nikah dulu baru cinta kamu bisa lihat, kalau aku dan Vee lebih bahagia dari pada kamu dan Azka. Kalian yang nyari pasangan sendiri, namun pada kenyataannya kalian juga yang di selingkuhan." Ucap Aiden, Axel tercengang bisa-bisanya Aiden mengatakan hal itu lagi.
"Gak nyadar apa kalau Abang juga pernah di selingkuhin." Ucap Axel, Aiden tersenyum sinis.
"Saya jadi selingkuhan hei bukan di selingkuhin, Arka yang di selingkuhin buka saya." Ucap Aiden, Axel tertawa bisa-bisanya dia lupa sejarah mengesankan itu
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Aiden jujur banget 😂*
A: Terkenang itu 😂
N: Sue sekali epribadeh 😂
__ADS_1
A: 😂😂😂