Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 187


__ADS_3

Tiga hari berlalu setelah pernikahan Aleta dengan Azka, kedua orang itu belum melakukan malam pertama nya.


Kenapa? Karena pada saat mereka akan melakukan unboxing ternyata Aleta mendapatkan tamu bulanan, hal itu membuat Azka harus menunda rencana nya untuk adu kekuatan dengan Aleta.


Hari ini Aleta berada di kediaman Mei dan Dio, sebenarnya Aleta belum siap untuk tinggal di kediaman Mei dan Dio itu semua terasa asing bagi Aleta.


Azka yang mengerti pun tidak memaksa Aleta untuk segera pindah kerumah nya, pelan-pelan Azka mengajak Aleta untuk menginap di rumah nya. Seperti saat ini, terlihat Aleta yang sedang duduk bersama dengan Adelle.


"Kandungan kamu sudah besar." Ucap Aleta.


"Iya nih, udah sering pegal-pegal juga." Jawab Adelle, Aleta tersenyum manis kepada Adelle.


"Sabar ya, katanya Vee juga kaya gitu malah tiap malam selalu bangun untuk pergi ke kamar mandi." Ucap Aleta.


"Iya emang, kadang suka ngerasa serba salah kalau udah besar tuh kandungan nya. Miring kiri salah, miring kanan juga salah terlentang apa lagi. Pokonya nikmat deh." Ucap Adelle, Aleta tertawa mendengar perkataan Adelle.


"CK, dasar." Kekeh Aleta.


"Ta, kemarin pas pesta pernikahan kamu aku liat mantan nya Axel datang." Ucap Adelle, Aleta mengernyit mendengar perkataan Adelle.


"Hah, enggak ah orang dia gak datang kok." Ucap Aleta.


"Kamu undang dia kan?" Tanya Adelle.


"Bukan aku yang undang tapi Axel." Ucap Aleta.


"Nah iya kemarin dia datang." Ucap Adelle.


"Enggak Adelle dia gak datang." Ucap Aleta, kedua menantu Mei dan Dio itu sudah mode on dalam perghibahan.


"Datang Aleta tapi gak bisa masuk." Ucap Adelle.


"Gak bisa masuk kenapa? Dia kan punya kartu undangan nya." Ucap Aleta.


"Iya dia gak bisa masuk, soalnya pas dia baru mau sampai pintu Anes dengan cepat mengajak nya keluar." Ucap Adelle, Aleta terdiam Anes kenapa Anes melarang wanita itu untuk masuk.


"Anes melarang mantan Axel untuk masuk?" Tanya Aleta.


"Iya." Jawab Adelle.


"Alasannya apa?" Tanya Aleta lagi.


"Yang aku dengar dari Alexi mantan Axel itu ninggalin Axel karena dia sedang mengincar seseorang, entahlah siapa yang dia inginkan." Ucap Adelle.


"Alexi tau ini dari mana?" Tanya Aleta.


"Dari Anes katanya, kamu tau sendiri mata dan kuping Anes mah ada dimana-mana." Ucap Adelle, Aleta mengangguk.


"Eummm, Adelle aku pergi dulu kalau mami nanya bilang saja aku pergi untuk menemui Anes." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Eh, ta jangan pergi nanti Azka nyariin." Ucap Adelle.


"Nanti aku akan mengirimkan pesan kepada Azka." Ucap Aleta, wanita itu berlari keluar dan langsung memasuki mobil nya.


Aleta melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia harus bertemu dengan Anes sekarang, apa yang Anes ketahui tentang mantan Axel.


Ckiiiittttt.... Suara decitan mobil Aleta yang berhenti dengan cepat, wanita itu keluar dari mobil nya dan berjalan masuk kedalam kantor.


"Selamat siang nona." Sapa para karyawan, Aleta mengangguk saja menanggapi sapaan para karyawan nya.


Beberapa karyawan merasa heran kenapa Aleta sudah datang ke kantor, padahal ini baru tiga hari setelah pernikahan nya.


"Anes." Panggil Aleta saat tiba di ruang kerja saudara nya, Anes mendongak menatap Aleta.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Anes heran.


"Ada yang ingin aku tanyakan kepada kamu." Ucap Aleta.


"Apa?" Tanya Anes.


"Apa yang kamu ketahui tentang mantan kekasih Axel." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta dengan intens.


Tahu darimana Aleta tentang hal ini, Anes sengaja tidak ingin membuat Aleta kepikiran tentang Axel karena Anes ingin Aleta menikmati masa-masa pengantin baru nya.


"Apa maksud kamu si ta." Ucap Anes, mencoba untuk mengelak.


"Anes jujur sama aku." Ucap Aleta.


"Bohong kamu bohong kan, Anes ayolah aku tahu semua ini dari Adelle dan Adelle bilang dia tahu itu dari Alexi yang sedang berbincang dengan Arka." Ucap Aleta, Anes terdiam Adelle satu ini hamil ini memang suka sekali membuat orang tertekan.


"Aleta tenang dulu kamu gak perlu khawatir, yang harus kamu lakuin sekarang itu buat Axel benci kepada wanita yang tidak tahu d*ri itu." Ucap Anes.


"Kamu sudah mencari tahu semuanya?" Tanya Aleta, Anes tersenyum tipis.


"Menurut kamu aku akan diam saja." Ucap Anes, Aleta menggelengkan kepalanya.


"Kamu tahu lelaki yang diinginkan oleh mantan kekasih Axel?" Tanya Aleta, Anes mengangguk.


"Tentu saja, apa yang seorang Aneska tidak tahu semuanya aku tahu." ucap Anes bangga.


"Siapa?" Tanya Aleta.


"Apanya?" Ucap Anes, Aleta menggerutu kesal kenapa Anes selalu pura-pura bo*oh jika sedang bersama Aleta.


"Laki-laki nya Aneska." Ucap Aleta kesal, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Aleta yang terlihat kesal.


"Kenapa kamu ingin tahu, apakah kamu juga menginginkan lelaki itu." Goda Anes, Aleta terbelalak mendengar perkataan Anes.


Yang benar saja, Aleta baru menikah beberapa hari yang lalu mana mungkin ia menginginkan lelaki lain.

__ADS_1


"Ngarang, gak ya gak ada seperti itu." Ucap Aleta.


"Kamu tenang saja dia tidak akan bisa mendapatkan lelaki itu, lelaki manapun yang ingin ia dekati tidak akan bisa ia dapatkan." Ucap Anes, Aleta tercengang apa maksud Anes kenapa Anes bisa berbicara seperti itu.


"Apa maksud kamu?" Tanya Aleta.


"Aleta kau tahu betapa orang yang hubungan nya gagal karena aku yang selalu mencari kebenaran nya." Ucap Aleta.


"Jika dalam keluarga mungkin baru dua orang, dulu kan menggagalkan hubungan kak Aiden dan Adelle karena kamu tahu Adelle masih menjalin hubungan dengan Arka. Yang kedua Azka dia benar-benar meninggalkan Lolita setelah kamu memberikan kebenaran tentang kehamilan Lolita." Ucap Aleta, Anes mengangguk.


"Dan kali ini Axel, aku akan membuat Axel membenci wanita itu. Dia sudah mendapatkan semuanya karena menjalin hubungan dengan Axel, dan setelah itu seenak nya saja dia membuang Axel lalu ingin mencari lelaki lain." Ucap Anes, yang paling membuat Anes kesal adalah karena wanita itu berpikir keberadaan Anes dan Aleta membuat dirinya tidak tenang dan tidak bebas.


Jika dia wanita yang baik maka Anes dan Aleta pun tidak akan pernah ikut campur, buktinya Vee dan Aiden bukankah keduanya terlihat damai dan sejahtera.


"Aku dukung kamu, selagi kamu melakukan sebuah kebaikan." Ucap Aleta, Anes tersenyum.


Cih, lelaki seperti apapun tidak akan ada yang mau melihat kamu nona. Karena kesalahan yang sudah kamu perbuat, mungkin Axel tidak mencari tahu itu karena dia begitu mencintai kamu.


Tapi tidak dengan Anes, Anes akan mencari kebenaran tentang seseorang sampai ke akar-akarnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Anes emang tidak pernah mengecewakan 😂*


A: Paling pro die soal jadi mata-mata 😂


N: Asli 😁


A: Oiya, buat yg bilang kirain kisah Anes akan sama dengan kisah Dena, ternyata beda jauh. Maaf ya gak semua orang akan sama kisah nya, kisah Anes aku bikin beda itu sengaja karena karakter Anes yang suka tantangan jadi aku buat beda dari yang lain. 😊


N: Biar ada yang beda ye kan, jangan mentang-mentang satu keluarga kisah nya adem ayem gampang semua 😁

__ADS_1


A: Good Uun 😂


__ADS_2