Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 246


__ADS_3

Saat Alea dan Vee berjalan ke tempat perdagingan Alea bertemu dengan Alia yang sejak tadi memperhatikan nya, Alea hanya menatap Alia sekilas.


"Al mau yang mana?" Tanya Vee, Vee bahkan tidak menyapa Alia sama sekali.


Tingkah Alea dan Vee membuat mama Haris sedikit kesal, pasalnya mama berpikir Alea itu selalu egois dan keras kepala. Padahal Alea sudah menikah tapi masih saja bersikap dingin kepada Alia.


"Naura." Sapa mama Haris, membuat Alea dan Vee menoleh.


"Tante memanggil saya." Ucap Alea, membuat mama Haris merasa sedikit canggung saat Alea memanggil nya dengan sebutan Tante.


"Ya, kamu berbelanja disini juga." Ucap mama Haris.


"Hmmm, ini supermarket terdekat dengan rumah mertua saya." Ucap Alea, mama Haris menatap penampilan Alea dan Vee.


"Ternyata kehidupan kamu lebih mewah dari sebelum kamu menikah." Ucap mama Haris, Alea hanya tersenyum saja menanggapi perkataan mama Haris.


"Ya karena sekarang yang bertanggung jawab atas saya itu suami saya, kalau dulu saya masih menjaga prasaan Alia. Jika mama terlalu memewah kan kehidupan saya bagaimana dengan Alia, apa gak sirik kepada saya nantinya." Ucap Alea, membuat Alia mengalihkan pandangan nya.


"Apa maksud kamu Naura, Alia ini kakak kamu tapi kenapa kamu bersikap seperti itu kepada Alia." Ucap mama Haris, membuat Vee menatap wanita tua itu dengan pandangan tak suka.


"Kakak, tapi apakah ada seorang kakak yang rela menyakiti hati adiknya demi dirinya sendiri." Ucap Alea.


"Menyakiti apa maksud kamu aku tidak pernah menyakiti kamu Naura, justru sikap kamu yang selalu menyakiti aku." Ucap Alia mulai terpancing emosi.


"Katakan apa yang saya lakukan hingga membuat kamu sakit hati, apakah saya merebut kebahagiaan kamu? Atau saya merebut suami kamu?" Ucap Alea, Alia terdiam.


"Cukup Naura Alia itu kakak kamu, harusnya kamu bisa menghargai Alia." Ucap Haris, Alea tertawa kecil lalu menatap Alia.


"Aku sudah jengah mendengar orang-orang mengatakan jika dia adalah kakak aku, padahal kenyataannya aku tidak memiliki kakak. Aku tidak pernah memiliki kakak ataupun adik, lalu siapa dia yang disebut-sebut sebagai kakak ku sementara mamaku saya tidak pernah melahirkan anak lain selain aku." Ucap Alea keceplosan, Alia, Haris, mama Haris dan Vee tercengang mendengar perkataan Alea.


"Alea." Ucap Vee mengelus pundak Alea.


"Kak." Lirih Alea, Vee menatap tiga orang yang berdiri dengan terkejut di hadapannya.


"Apa kalian belum puas mengganggu kehidupan Alea, apa lagi yang kalian inginkan. Termasuk kamu Alia apa kamu tidak puas merebut setiap hal yang dimiliki oleh Alea, harusnya kamu tahu malu untuk menunjukkan diri kamu di hadapan Alea." Ucap Vee, Alia menatap Vee dan Alea dengan mata berkaca-kaca.


"Apa maksud kamu mengatakan jika mama dan papa tidak punya anak lain selain kamu." Ucap Alia.


"Berhenti menolak kenyataan Alia, kamu harus terima jika kamu bukan anak mama dan papa." Tegas Alea, mama dan Haris pun semakin terkejut mendengar perkataan Alea.

__ADS_1


Plaaakkkk.... Tiba-tiba saja Alia men*mp*r pipi Alea, dan itu membuat Vee terkejut.


"Apa yang kamu lakukan." Ucap Vee.


"Jaga bicara kamu Naura, jika benar mama dan papa hanya memiliki satu anak itu hanya aku. Mungkin saja mama dan bukan orang tua kandung kamu." Ucap Alia.


"Kamu Alia harusnya kamu sadar, bahwa semua yang di lakukan mama dan papa terhadap kamu itu tidak lebih dari rasa kasihan." Ucap Alea, Alia semakin geram dan menarik tangan Alea.


"Ikut aku." Ucap Alia menarik tangan Alea.


"Lepas aku gak mau ikut kamu." Pekik Alea.


"Kamu harus jelaskan semuanya di hadapan mama dan papa." Ucap Alia.


"Aku gak takut." Ucap Alea, melihat Alea yang di bawa pergi oleh Alia Vee buru-buru menghubungi Alexi untuk menyusul Alea ke kediaman keluarga Xavier.


"Ayok masuk." Teriak Alia, wanita itu masih saja menyeret tubuh Alea saat keduanya sudah sampai di kediaman Xavier.


"Aku bisa jalan sendiri Alia tanpa harus di seret-seret seperti ini." Ucap Alea.


"Cih, aku tahu kamu pasti akan kabur iyakan." Teriak Alia, nyonya Xavier yang saat itu sedang duduk di ruang tengah pun terkejut melihat Alia yang menarik-narik tangan Alea.


"Sayang ada apa ini, kenapa kamu menyeret adik kamu seperti itu." Ucap nonya Xavier.


"Ada apa ini, apa yang sebenarnya terjadi." Ucap nyonya Xavier dengan lembut, ia tak tega melihat Alia yang menangis.


"Katakan Naura katakan di hadapan mama kalau aku bukan anak mama dan papa, katakan seperti apa yang kamu katakan saat di supermarket tadi." Teriak Alia, membuat nyonya Xavier tertegun mendengar perkataan Alia.


"Naura ada apa?" Tanya mama, wanita itu menatap putri kandungnya.


Alea menatap mama dan meneteskan air matanya, hal itu membuat hati nyonya Xavier sakit saat melihat putri semata wayangnya menangis.


"Ma bisakah mama berkata jujur dan apa adanya, aku capek ma aku capek mendengar semua orang mengatakan dia kakakku dan mengatakan aku egois. Aku tidak memiliki kakak ma, mama tahu sejak kehadiran dia semua yang aku miliki harus terbagi, kasi sayang mama dan papa juga terbagi." Lirih Alea, nyonya Xavier meneteskan air mata nya.


"Nyonya saya tahu anda seorang ibu yang bijak, tapi tidak seharusnya anda membiarkan Naura mengatakan sesuatu yang menyakiti hati Alia." Ucap mama Haris.


"Aku anak mama kan ma, aku anak mama dan papa kan ma. Aku gak bisa menerima kenyataan jika aku bukan anak mama dan papa, lebih baik aku mati saja." Ucap Alia, membuat nyonya Xavier serba salah.


"Naura." Lirih nyonya Xavier.

__ADS_1


"Tidak bisakah kamu berhenti mengancam mama, kamu selalu menggunakan jika kamu akan m*ti. Saat kamu ingin menikah dengan Haris juga kamu mengancam untuk bun*h diri tapi sampai sekarang kamu masih hidup juga Alia." Teriak Alea.


"Tutup mulutmu Naura, jangan mentang-mentang kamu sudah menikah dengan putra bungsu Abrisham kamu bisa seenaknya." Teriak Alia.


"Aku menyesal Alia, aku menyesal membiarkan mama menikahkan kamu dengan Haris. Jika tahu akan begini aku biarkan saja kamu mati." Teriak Alea, Alia tertegun mendengar perkataan adiknya.


"Kau masih menyukai Haris bukan mangkanya kamu mengatakan semua ini." Lirih nya.


"Meskipun kamu tidak menikahi Haris, aku tidak akan mau menikahinya apalagi jika aku tahu di dunia ini ada laki-laki seperti Alexi yang saat ini sudah menjadi suamiku." Teriak Alea.


"Bulshit." Ucap Alia.


"Kau mau m*ti bukan maka cepatlah m*ti, agar aku bisa mengadakan pesta atas kem*tian kamu!" Ucap Alea, membuat mama terkejut dengan perkataan putrinya.


Sekarang Alea terlihat jauh lebih berani kepada Alia, ya mungkin karena Alea berpikir sekarang ia memiliki Alexi yang akan melindunginya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Alea perkataan elo horor banget heh 😭*


A: Nyuruh m*ti cuma karena pengen pesta 😭


N: Nangis banget, gak kaleng-kaleng mantu mom Dea dan dad Justin 😊

__ADS_1


A: Gue kira cupu di tindas alia pasrah aee 😌


N: Gataunya suhu, nyuruh m*ti di depan orang nya langsung 😭


__ADS_2