Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 300


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Tiana langsung dibawa ke ruang bersalin, disana sudah ada Axel yang berdiri bersama dengan Mae.


Mae meminta Axel untuk masuk menemani Tiana, namun lelaki itu terlihat ragu dan ketakutan. Melihat reaksi Axel membuat Mae memukul tangan putranya.


"El masuk jangan cuma bisanya buat doang, cepat temani istri kamu di dalam." Ucap Mae.


"El masuk." Ucap Aleta, akhirnya Axel masuk dan melihat Tiana yang sudah bersiap untuk melahirkan.


"Aaaa, sayang sakit." Lirih Tiana.


"Apanya yang sakit sayang?" Tanya Axel, membuat Tiana bingung harus menjawab apa.


"Axel ish sakit kamu tahu gak si sakit." Pekik Tiana.


"Iya aku tahu tapi aku bingung harus bagaimana sayang." Ucap Axel, Tiana yang kesal menarik rambut Axel hingga membuat lelaki itu ikut menjerit.


"Argh, sayang sakit lepasin lepas." Teriak Axel.


"Sakit kamu pikir aku gak sakit." Balas Tiana, Axel benar-benar menyerah sekarang dan ia merasa menyesal pernah menyakiti Tiana. Apakah ini karma dari perbuatannya, ah anak Axel mau keluar saja harus menyiksa Axel terlebih dahulu rupanya.


"Sayang aku bingung harus gimana." Teriak Axel, merasakan sakit karena Tiana terus menarik rambut nya.


"Nona tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan." Ucap dokter dan Tiana pun mengikuti arahan dokter, Tiana tangan wanita itu tidak diam dan terus menarik lalu menggigit tangan Axel.


"Arrrgggg." Teriak Axel, dokter yang membantu persalinan Tiana sampai menahan tawa.


Setelah berjuang mempertaruhkan hidup dan mati nya akhirnya bayi itu terlahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, suara tangis bayi yang terdengar begitu nyaring pun mampu membuat Axel dan Tiana terhipnotis.


Tiana melepaskan cengkraman nya kepada Axel dan menatap dokter yang menggendong bayi mungil nya, sementara Axel lelaki itu menatap Tiana dengan air mata yang menetes di pipinya.


Axel melihat Tiana yang menangis haru dengan wajah lelah nya, Axel mengecupi setiap inci wajah Tiana dan terus menerus mengucapkan terimakasih kepada istrinya.


"Terimakasih sayang terimakasih banyak." Ucap Axel, Tiana mengangguk dan membalas kecupan manis Axel.


"Tuan selamat bayi anda laki-laki dan sangat tampan." Ucap dokter itu, Axel senang namun pikirannya berkecamuk.


...


Tiana dan bayinya sudah di pindahkan ke kamar rawat, disana Mae terlihat senang menatap cucu nya.


"Mi kenapa sekarang ingin memiliki anak perempuan terasa sangat sulit." Gumam Axel.


"Apa maksudnya?" Tanya Aleta.


"Apakah kalian tidak sadar jika keluarga Artadinata dan Abrisham hanya memiliki satu cucu perempuan, dan itu hanya anak Anes saja tidak ada lagi." Ucap Axel, Mae dan Alexa mengangguk membenarkan.


"Benar juga hanya Alexa cucu perempuan di keluarga Abrisham dan Artadinata saat ini." Ucap Mae, mereka tertawa kecil mengingat itu.


Mom Dea dan dad Justin pun datang untuk menjenguk Tiana di rumah sakit, mom Dea tersenyum menatap bayi mungil itu.


"Wow El jagoan ternyata." Kekeh mom Dea.


"Pengen nya princess mom buar Alexa punya temen, eh pas keluar kok jagoan." Kekeh Axel, Tiana tertawa kecil mendengar nya.


"Tidak masalah itu akan menjadi penerus di perusahaan papi nya." Ucap dad Justin, Axel mengangguk membenarkan perkataan dad Justin.


"Jadi kamu beri nama apa anak kamu?" Tanya Julian.

__ADS_1


"Aku beri nama Devano Abrisham Pi." Jawab Axel,


"Bagus nama nya indah cocok untuk baby nya yang tampan." Ucap mom Dea, dan Axel tersenyum manis menanggapi nya.


Satu Minggu berlalu hari ini Tiana sudah di perbolehkan untuk pulang, dan di rumah sudah ada para saudara yang menunggu nya.


"Tampan sekali yaampun ini menggemaskan." Ucap Adelle.


"Iya dong gemesin kaya papi nya." Balas Axel, membuat adelle mendengus mendengar perkataan nya.


"Cih, nak kamu tampan aunty harap kamu tidak seperti papimu yang sangat menyebalkan." Ujar nya.


"Sembarangan mana ada aku menyebalkan." Ucap Axel.


"Menyebalkan kamu sangat menyebalkan." Ucap Adelle.


"Benar itu, tapi ngomong-ngomong siapa nih namanya?" Tanya Vee.


"Devano, namanya Devano Abrisham." Ucap Axel.


"Yaampun namanya beda tipis dengan nama anakku, Vano dan Varo." Ucap Vee.


"Hati-hati dikira kembar." Kekeh Adelle.


"Gak apa-apa lah yang penting sama ganteng nya." Ucap Vee, merekapun tertawa mendengar nya.


"Anes mau kesini gak si?" Tanya Adelle.


"Dia bilang si iya hari ini soalnya mommy yang minta Anes untuk pulang." Ucap Vee.


"Wah bakal rame nih." Ucap Mae.


"Tenang mami sudah menyiapkan semuanya." Ucap Mae, merekapun tersenyum manis.


Dan tidak lama kemudian Anes datang menggendong tubuh Alden, karena Alexa bersama dengan Deandra.


"Nah tuh nona muda kita muncul." Ledek Axel.


"Sangat terlihat jika kalian begitu menanti kedatangan ku." Ucap Anes, merekapun menyoraki Anes sampai membuat Alden kaget dan menangis.


"Huaaaaa." Tangis Alden pecah, membuat Anes tertawa dan memeluk putranya.


"Hei anakku kaget hei." Ucap Anes, mereka tertawa mendengar nya.


"CK, dia mikir ini ada dimana kenapa rame amat kaya pasar." Ucap Aleta, Anes menenangkan Alden memeluk nya penuh sayang.


"Dimana Dean?" Tanya Axel.


"Ada di bawah bersama dengan Daddy dan uncle Jul." Jawab Anes.


"Alexa mana?" Tanya Alea.


"Sama Dean dia gak mau jauh dari Daddy nya." Jawab Anes lagi, Anes menimang Alden dengan lembut.


"Ngomong-ngomong itu pas lahiran merem melek ga na?" Tanya Anes.


"Tidak karena dia fokus menganiaya saya." Ucap Axel, membuat mereka tertawa lepas.

__ADS_1


"Korban nya protes hey." Kekeh Anes.


"Tolong mau nanya pas lahiran Dean di aniaya gak ya?" Tanya Axel.


"Sepertinya iya tapi sepertinya juga tidak, gak inget lah El orang aku fokus buat ngeluarin dua kepala biar buru-buru selesai lahiran nya." Ucap Anes.


"Tapi nes kamu bisa dibilang kuat kalau gak aniaya Dean." Ucap Aleta.


"Enggak bukan Dean yang aku aniaya tapi Cya (adik sepupu Dean) kalau gak salah, bajunya sampai sobek." Ucap Anes, Aleta dan yang lain tertawa.


"Itu pas Cya baru tinggal sama kamu kan, untung gak depresot itu anak." Ucap Aleta.


"Enggak tapi sumpah nahan mules sama nahan ketawa di gabung itu nikmat nya luar biasah." Ucap Anes, Axel menggelengkan kepalanya ia bingung dengan anggota perempuan di keluarga nya.


"Rame bener gak sekalian kita party nih." Ucap Aiden dan menghampiri Vee.


"Jangan." Pekik Tiana.


"Si Tiana tertekan kaya nya gara-gara Axel bilang mau ajak anaknya dugem." Ucap Aleta.


"Lagi ngaco anak masih bayi di ajak dugem bakal gimana? Enjoy kaga meletoy yang ada ngaco." Ucap Alexi, Tiana tertawa kecil memeluk anaknya.


"Jangan macam-macam kamu El itu Devano bakal jadi kesayangan kamu, karena sedikit banyak nya dia akan seperti kamu." Ucap Aiden.


"Jangan dong kasihan calon mantu nanti ikut tertekan kaya aku." Ucap Tiana, tawa mereka pun pecah karena Tiana menyinggung Axel.


Suatu kebahagiaan tersendiri bagi mereka karena Tiana berani menyingung suaminya, bukankah itu hal yang langka dan perlu di abadikan.


.


.


.


Devano Abrisham



.


.


.


.


Selesai!!!


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Plis sakit perut gue Thor 😂


A: Kasian 🤣


N: Meletoy gak tuh 😭


A: Axel ngadi-ngadi emang 😁

__ADS_1


N: Nangis banget 😭


A: 🤣🤣🤣


__ADS_2