Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 126


__ADS_3

Di perusahaan milik Aleta dan Axel terlihat Anes yang tengah berjalan dengan elegan, dari kejauhan Anes melihat seorang wanita yang berlari kecil ke arah nya.


Anes sedikit memicingkan matanya untuk mengetahui siapa wanita itu, saat tahu siapa yang menghampiri nya Anes menghela nafas ia merasa malas bertemu dengan wanita itu.


"Anes." Panggil nya, Anes menatap Lolita dengan datar.


"Ya, ada apa Loly?" Tanya Anes.


"Azka sudah kembali kan, dimana Azka sekarang aku ingin bertemu dengan Azka." Ucap nya, Anes melihat sekeliling ia tak mungkin membiarkan Lolita membuat keributan.


Apalagi Anes melihat beberapa karyawan yang memperhatikan dirinya dan Lolita, dengan pelan Anes memegang tangan Lolita dan mengajak nya ke tempat yang sedikit sepi. Setidaknya aman untuk mereka berbincang.


"Untuk apa kamu mencari Azka, bukankah Azka sudah mengatakan jika hubungan kalian sudah berakhir?" Tanya Anes.


"Anes plis aku butuh Azka sekarang, aku harus bertemu dengan Azka." Ucap nya, Anes menatap Lolita dari atas sampai bawah.


"Azka tidak akan menemui kamu lagi Lolita, jadi berhentilah untuk mengejar Azka." Ucap Anes.


"Enggak Anes aku harus bertemu dengan Azka." Ucap Lolita, ia berniat untuk pergi namun Anes menahan tangan Lolita membuat Lolita sedikit ketakutan saat melihat tatapan tajam Anes kepadanya.


"Apalagi yang kamu inginkan? Kamu yang membuat Azka harus pergi dari kehidupan kamu, kamu yang membuat Azka terluka dan kamu juga yang sudah mengkhianati Azka. Sekarang kamu datang dengan alasan bahwa kamu masih membutuhkan Azka." Ucap Anes, Lolita menelan saliva nya dengan sulit. Ia tak percaya jika kemarahan Anes lebih menyeramkan daripada kemarahan Azka


"Anes kenapa kalian begitu jahat, kalian bisa memaafkan Adelle tapi kenapa kalian tidak bisa memaafkan aku. Padahal kamu tahu Adelle juga berkhianat dari Arka, bahkan Adelle mengkhianati Arka dengan Aiden kakak kamu." Ucap Lolita, Anes tertawa sinis mendengar perkataan Lolita.


"Jelas kami bisa memaafkan kesalahan Adelle Lolita, karena dia dan kamu itu berbeda. Kamu ingat Adelle dan kamu itu sangat-sangat berbeda." Ucap Anes.


"Kalian tidak adil, kami sama-sama membuat kesalahan tapi kenapa hanya Adelle yang mendapat maaf." Lirih Lolita menitihkan air matanya.


"Karena Adelle hanya berselingkuh dengan Aiden, bukan memberikan tub*h nya kepada Aiden. Selama Adelle selingkuh dengan Aiden dia tidak melakukan hal-hal yang melewati batas." Ucap Anes, Lolita terbelalak bagaimana bisa Anes tahu tentang hal itu.


"Anes kamu tahu aku hilap, aku bahkan menyesali semuanya." Ucap Lolita.


"Tapi itu semua sudah terlambat Lolita, sebaik-baiknya lelaki dia akan mencari wanita yang baik dan bisa menjaga diri dan kehormatannya." Ucap Anes, Lolita menunduk ia benar-benar butuh Azka.


"Anes aku mohon aku akan melakukan apapun asal kamu mau membantu aku, bantu aku agar Azka mau kembali kepadaku." Lirih nya, Anes tersenyum sinis kepada Lolita.


"Hentikan Lolita, jangan menangis di hadapan ku karena itu tidak akan merubah apapun. Aku bukan Aleta yang selalu merasa kasihan hingga mudah di manfaatkan, jangan fikir aku tidak tahu jika kamu selalu mendekati Aleta hanya untuk mendapatkan Azka kembali." Ucap Anes, sungguh-sungguh mengejutkan.


Selama ini Anes terlihat diam dan pura-pura tidak tahu, ternyata tanpa di ketahui semua orang Anes lebih mengetahui semuanya.


"Anes kamu seorang wanita harusnya kamu tahu apa yang aku rasakan." Lirih Lolita.

__ADS_1


"Aku memang seorang wanita, tapi aku tidak mau tahu apa yang kamu rasakan Loly. Karena semua itu terjadi akibat perbuatan kamu." Ucap Anes, Lolita semakin terisak membuat Aleta yang saat itu kebetulan lewat menghampiri mereka.


"Anes ada apa ini?" Tanya Aleta.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Anes santai.


"Lalu kenapa Loly menangis?" Tanya nya lagi.


"Entahlah, dia hanya sedang mencari seseorang yang akan dimintai tanggung jawab atas apa yang tidak pernah dia lakukan." Ucap Anes, Lolita menatap Anes ia sedikit kesal dengan sikap Anes yang kelewat dingin.


"Anes aku tahu sejak awal kamu memang tidak menyukai aku, tapi apa kamu pernah berfikir bagaimana perasaan ku?" Ucap Lolita.


"Tidak perlu naif Lolita dengan mengatakan bagaimana perasaan kamu, apakah selama ini kamu pernah berfikir bagaimana perasaan Azka? Kamu pernah berfikir bagaimana hancurnya prasaan Azka, kamu tahu karena kelakuan kamu yang seperti ini Azka merasa gagal menjadi pasangan yang baik untuk kamu." Ucap Anes, perkataan Anes berhasil membuat Lolita bungkam.


"Anes sudah kasihan Lolita." Ucap Aleta.


"Berhenti mengasihani orang yang hanya memanfaatkan kamu Aleta, jangan pernah lagi kamu baik kepada orang yang nantinya malah menyakiti kamu." Ucap Anes, Aleta mengangguk Anes selalu benar dalam perkataan.


"Loly sebaiknya kamu pergi dari sini." Ucap Aleta.


"Ta kenapa kamu juga jahat seperti ini." Lirih Lolita.


"Aku tidak jahat, kami semua tidak jahat hanya saja kami tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi kamu dan Azka." Ucap Aleta.


"Azka sedang tidak ada di kantor, mungkin sedang ada urusan diluar kamu hubungi saja dia." Ucap Aleta, sikap Aleta juga sedikit dingin kepada Lolita. Namun wanita itu masih bisa bersikap baik.


"Ta aku_" Lirih Lolita terhenti saat melihat Azka yang terlihat keluar dari gedung perusahaan, Azka lelaki itu berjalan terburu-buru.


"Itu Azka kan, kenapa kalian bohong hah kalian bilang Azka tidak ada di kantor." Ucap Lolita.


"Kamu sudah melihat Azka, maka kejar saja dia untuk apa kamu masih disini." Ucap Anes, Lolita menatap tak percaya kepada Anes dan Aleta.


"Kau kecewa sama kamu nes, dan kamu Aleta aku lebih kecewa sama kamu ta. Selama ini kamu selalu menjadi tempat curhat aku, tapi kenapa kamu seperti ini." Lirih Lolita.


"Lolita pergilah kami sedang sibuk dan banyak pekerjaan." Ucap Anes, ia tak terima Lolita memojokkan Aleta.


Selama ini Aleta selalu sabar menjadi tempat curhat wanita itu, bahkan Aleta selalu membantu keduanya jika sedang bertengkar. Lalu apa ini Lolita malah memojokkan Aleta, hal itu tentu saja membuat Anes kesal.


"Baiklah aku akan pergi." Ucap Lolita, wanita itu berlari kecil berharap bisa mengejar Azka.


Sementara Anes menatap Aleta, Aleta yang tahu arti tatapan Anes pun hanya tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Tidak akan lagi Aneska." Ucap Aleta.


"Baguslah." Ucap Anes, wanita itu pergi dari hadapan Aleta membuat Aleta tertawa kecil.


"Dasar, sikap dingin namun selalu menjadi yang terdepan saat orang lain menyudutkan aku." Gumam Aleta, ia pun berlari kecil mengejar Anes yang akan pergi ke ruang kerja nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Maaaaakkkk pengen sepupu kaya Anes Mak 😭*


A: Semua aja Lo pengen Uun 😒


N: Bapeureu gue sama kedekatan Anes dan Aleta 😂


A: Uwwwuuuu gitu kan 😂


N: Bukan lagi Thor, pokoknya anak gue harus gitu sama adik nya 😂


A: Nah good 😁

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2