Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 297


__ADS_3

Dua hari berlalu terlihat Tiana dan Axel sedang duduk di gazebo taman belakang rumah nya, seperti biasa Axel meletakkan kepalanya di pangkuan Tiana.


"Sayang." Panggil Tiana.


"Ada apa hmmm." Ucap Axel.


"Mau tanya dong aku." Ucap Tiana.


"Ya silahkan mau tanya apa?" Ucap Axel.


"Kemarin di rumah mom Dea aku melihat ada foto keluarga sepertinya itu saat kak Aiden, kak Alexi, dan kak Anes masih kecil. Tapi ada satu yang tidak aku kenal dan orang itu sudah cukup besar apakah itu anak mommy juga atau adik mommy?" Tanya Tiana, Axel mengernyit dan terlihat seperti sedang berfikir.


"Carl maksud kamu?" Tanya Axel, Tiana menggelengkan kepalanya ia tak tahu.


"Tidak tahu tapi wajahnya sekilas mirip Daddy." Jawab Tiana, dan Axel mengangguk benar jika yang dimaksud oleh Tiana adalah Carl.


"Ya itu adalah Carl." Ucap Axel, Tiana menatap wajah Axel.


"Siapa dia apakah dia memiliki hubungan dengan keluarga mommy?" Tanya Tiana, Axel mengangguk mengiyakan perkataan istrinya.


"Dia adalah anak pertama mommy dan Daddy." Ucap Axel.


"Kenapa usianya seperti_" Ucapan Tiana terhenti.


"Dia anak angkat mommy dan Daddy sayang, sekarang dia sudah menikah dan tinggal di luar negeri bersama dengan istrinya." Ucap Axel.


"Apakah kak Alea dan kak Vee tahu hal ini?" Tanya Tiana.


"Sepertinya tahu karena Alexi dan Aiden sudah memberi tahunya." Ucap Axel.


"Hmmm seperti itu ternyata." Ucap Tiana.


"Kenapa dia tidak pernah pulang?" Tanya Tiana.


"Tidak tahu mungkin dia merasa dirinya sudah berhasil maka tidak lagi membutuhkan mommy dan Daddy, lagi pula aku kurang menyukai istrinya juga." Ucap Axel.


"Kenapa?" Tanya Tiana.


"Karena gara-gara istrinya Aleta dan Anes dulu bertengkar hebat, sampai mom Dea mengirim Anes untuk tinggal bersama dengan aunty Dena. Dan saat itu Anes tinggal bersama aunty Dena cukup lama, ia baru kembali saat Aiden akan menikah dengan Vee." Ucap Axel, Tiana hanya menganggukkan kepalanya saja mendengar perkataan Axel.


"Aku baru tahu jika kak Anes dan kak Aleta pernah bertengkar." Ucap Tiana.


"Pernah karena kak Anna saat itu terlalu dekat dengan Aleta, ya mungkin kak Anna merasa ia lebih mengetahui tentang Aleta karena usia Aleta dan Aiden sama. Tapi dia lupa jika Anes adalah adik dari suaminya, sudahlah jika membahas itu aku bisa benci kepada kakak ku juga karena dia selalu mengadu kepada Anna dulu." Ucap Axel, Tiana tertawa melihat wajah kesal suaminya.

__ADS_1


"Jangan marah dong nanti tampan nya hilang suami aku." Ucap Tiana, Axel tertawa dan ******* b*b*r ranum Tiana yang selalu menggoda dirinya.


Dan ternyata di kediaman dad Justin juga Aiden tengah membahas hal itu dengan Vee dan Alea, ya sepasang suami istri itu sedang berada di kamar Alea karena sejak tadi Gavin terus menangis.


Vee bertanya kepada Aiden dan Alexi kenapa kakak sulung mereka tak pernah pulang, Aiden memasang wajah datar nya mendengar pertanyaan Vee.


"Sayang kenapa bang Carl tidak pernah pulang?" Tanya Vee.


"Untuk apa pulang toh tidak ada yang mengharapkan dia untuk pulang." Ucap Aiden, Vee memukul tangan suaminya.


"Gak boleh gitu sayang biar bagaimanapun juga dia kakak kamu." Ucap Vee.


"Mana ada kakak yang rela membiarkan adik-adiknya tinggal terpisah." Jawab Aiden, tunggu itu artinya kejadian ia tinggal terpisah dengan Anes membuat luka tersendiri di hati Aiden.


"Apa maksudnya tinggal terpisah?" Tanya Vee.


"Dulu Anes tidak tinggal dengan kami karena dia kau tau, istrinya yang memprovokasi Aleta untuk menyudutkan Anes. Dan mommy yang tidak terima Anes terus di salahkan pun memutuskan untuk mengirim Anes ke aunty Dena, mommy melakukan itu agar tidak ada perasaan benci antara Anes dan Aleta." Ucap Aiden.


"Masa seperti itu?" Tanya Vee tak percaya.


"Kenyataan nya memang seperti itu Veronica, dulu aku memang sangat dekat dengan Anna karena dia adalah baby sitter yang merawat ku. Tapi setelah dia menikah dengan bang Carl dan membuat Anes selalu sedih, maka saat itulah rasa peduliku hilang." Ucap Aiden, Vee mengangguk sementara Alexi hanya diam karena itu juga menyimpan luka tersendiri di hati Alexi.


Lelaki itu tidak pernah jauh dengan saudara kembarnya tapi karena Carl ia harus berjauhan selama bertahun-tahun dengan Anes, ah sudahlah mereka akan emosi jika mengingat itu.


"Apa mommy dan Daddy tidak ada niat untuk mengundang mereka?" Tanya Vee.


"Sayang jangan emosi seperti ini dia juga kakak kamu." Ucap Vee.


"Kakak yang tidak memiliki ikatan darah sama sekali, sudahlah honey sampai kapanpun aku tidak akan bersikap berlebihan terhadap nya." Ucap Aiden, Vee dan Alea mengangguk biarkan saja kakak tertua kita (Aiden) berbicara, begitulah isi pikiran Alea.


...


Keesokan harinya Vee terbangun lebih awal ia memandikan Varo dan menitipkan nya kepada suster, setelah itu Vee berjalan ke kamar Alea karena memang aduk ipar nya itu sudah bangun.


Vee tersenyum melihat mommy yang sudah ada di kamar Alea, namun yang membuat Vee terkejut adalah Alexi yang berbaring di lantai dengan beralaskan karpet bulu.


"Mom Alexi kenapa tidur di bawah?" Tanya Vee.


"Gak tahan katanya kak kalau tidur di samping Alea." Ucap mom Dea, Vee tertawa kecil mendengar nya.


"Kenapa jadi melokal sekali putra mommy yang satu ini." Kekeh Vee, mom Dea tertawa kecil mendengar nya.


"Emang produk lokal kak." Kekeh nya.

__ADS_1


"Kasihan mom pasti kedinginan ini." Ucap Vee.


"Gak apa-apa orang dia yang mau kok." Ucap mom Dea.


"Tapi kenapa gak di sofa aja coba jangan di lantai seperti ini." Ucap Vee, mom Dea pun menoleh menatap Alexi yang masih terlelap.


"Biarkan saja kak, ini berikan selimut tebal kepadanya." Ucap mom Dea, Vee pun mengangguk dan menyelimuti tubuh Alexi.


Alea menatap tak tega kepada suami nya tapi mau gimana lagi Alea juga tak bisa memaksa jika Alexi tidak ingin tidur di dekat nya, dari pada suaminya uring-uringan jadi biarkan saja.


"Mommy." Lirih Alexi yang terbangun.


"Sudah bangun kamu hmmm." Ucap mom Dea.


"Hmmm, apakah sudah siang?" Tanya Alexi


"Baru jam 5 tadi anak kamu nangis jadi mommy kesini." Ucap mom Dea asal menyebutkan waktu.


"Mom sekarang jam setengah 7 mom kenapa masih jam 5." Ucap Vee tertawa kecil.


"Benarkah?" Tanya mom Dea ikut tertawa, ah Vee dan Alea jadi tertawa melihat kebingungan mommy nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A: Seadanya dulu ya Uun, mulai mentok lagi ini 😂


N: Yok semangat yok 😂

__ADS_1


A: Yok bisa yok 😂


N: 😂😂😂


__ADS_2