
Satu Minggu berlalu hari ini Tiana sedang duduk di samping kolam renang karena tidak ada kegiatan jadilah wanita itu hanya terduduk diam saja, Tiana meratapi nasibnya yang sekarang tidak memiliki pekerjaan.
Tiana kira menikah dengan orang kaya itu enak ternyata dugaan nya salah, Tiana tidak terbiasa dengan kehidupan nya yang sekarang.
"Kamu kenapa Tiana?" Tanya Aleta, ya wanita itu memang sengaja tidak pergi ke kantor karena ingin menemani adik iparnya.
"Eh aku gak apa-apa kok." Jawab nya.
"Kamu pasti bosan kan karena hanya berdiam diri di rumah saja." Ucap Aleta, Tiana tersenyum tipis dan menunduk.
"Begini saja aku akan menghubungi Adelle dan yang lain, kita pergi ke mall oke." Ucap Aleta, Tiana tercengang pergi ke mall bagaimana mungkin Tiana tidak memiliki uang untuk pergi ke mall.
"Eh kak kayaknya aku gak bisa ikut ke mall deh." Ucap Tiana.
"Kenapa kita akan pergi berbelanja bersama-sama." Ucap Aleta.
"Gak apa-apa hanya tidak ingin ikut saja.
"Tiana jujur kepada saya kenapa kamu tidak mau ikut, saya tahu kamu merasa bosan tinggal di rumah." Ucap Aleta.
"Gak apa-apa aku lebih suka diam di rumah." Ucap Tiana, Aleta menatap curiga adik iparnya.
"Axel belum kasih kamu uang kan jujur." Ucap Aleta.
"Eh, enggak bukan kak bukan itu." Ucap Tiana.
"Kamu gak usah bohong Tiana anak itu memang keterlaluan, dulu kekasihnya dia biayai semua kebutuhan nya yakali istri sendiri tidak dikasih uang." Ucap Aleta.
"Kak bukan." Ucap Tiana, ia tidak ingin Aleta dan Axel bertengkar karena dirinya.
Aleta bangun dari duduknya dan kembali berjalan kedalam rumah, Tiana mengejar Aleta yang berjalan mencari keberadaan mami nya.
"Mami." Teriak Aleta.
"Mami dimana." Panggil nya.
"Kak udah gak apa-apa jangan seperti ini." Ucap Tiana.
"Gak bisa gitu dong kamu istrinya Tiana kamu berhak atas uang yang dia hasilkan." Ucap Aleta.
"Ta ada apa ini kenapa kamu berteriak seperti itu, dan kamu juga kenapa berbicara seperti itu kepada Tiana." Ucap Mae.
"Mi Axel itu sudah keterlaluan." Ucap Aleta.
"Apanya yang keterlaluan hmmm, memang apa yang dilakukan oleh adik kamu." Ucap Mae.
"Ya mami pikir saja dia dan Tiana sudah lama menikah, tapi sampai saat ini dia belum pernah memberikan uang sepeserpun kepada Tiana. Mami tahu kan dulu saja Axel mau membiayai kekasih nya, masa sekarang istrinya gak di kasih uang." Ucap Aleta, Mae terbelalak mendengar perkataan putrinya.
__ADS_1
"Apa?" Pekik Mae.
"Mami marahi deh Axel gak boleh gitu biar bagaimanapun Tiana ini tanggung jawab keluarga kita, yakali dia ingin belanja saja harus menahan dirinya. Kalau begitu kenapa tidak kalian biarkan saja dia bekerja agar bisa menghasilkan uang sendiri, biar Axel sadar kalau istrinya lebih mampu dari pada dia." Ucap Aleta menggebu-gebu, Tatiana mengusap wajah nya ia bingung harus bagaimana.
"Kak sudah jangan marah-marah." Ucap Tiana, Aleta mengedip-ngedipkan matanya membuat Tiana tercengang.
"Bener-bener ya ini anak." Ucap Mae, wanita itu menghubungi suaminya agar menegur Axel.
"Emang tuh anak mami keterlaluan." Ucap Aleta, ia senang kalau Axel dimarahi. Suruh siapa selalu cuek dan kasar kepada istrinya.
Tidak tahu apa Tiana rela meninggalkan mama nya hanya untuk menjadi istri Axel, itu berat karena dia harus tinggal dalam keluarga yang asing bagi Tiana.
****Panggilan telepon*
Julian***: Hallo mi ada apa tumben banget nelpon papi kangen ya.
Mae: Mana ada kangen si Pi, kamu kasih tahu anak kamu ya Pi ya sama istri itu jangan pelit-pelit nanti rezekinya seuprit.
Julian: Kamu kenapa si mi nelpon kok tiba-tiba marah gitu.
Mae: Ya kamu bayangin gimana aku gak marah anak kamu gak ngasih nafkah ke istrinya papi, aku malu sebagai mami nya Axel.
Julian: Mi Axel lupa kali mangkanya dia gak ngasi uang.
Mae: Lupa yakali berhari-hari udah ya Pi ya jangan belain anak kamu terus, kalau kamu terus belai Axel kamu tidur di luar malam ini.
Tanpa menjawab Mae mematikan panggilan telepon nya, Aleta tertawa puas ia yakin setelah ini pasti Axel akan dimarahi oleh papi nya.
"Yasudah yuk Tiana kita jalan-jalan." Ajak Aleta, sungguh Tiana masih tidak mengerti dengan konsep keluarga ini.
"Kak." Lirih Tiana.
"Jangan pikirkan soal uang pokoknya hari ini kita akan bersenang-senang." Ucap Aleta, ia menarik adik ipar nya dan berpamitan kepada Mae.
Sementara itu di ruangan Axel terlihat para saudara nya yang sedang berkumpul, mereka sedang membicarakan rencana mengenai pembangunan cabang perusahaan.
Namun tiba-tiba saja pintu ruangan nya terbuka menampakkan sosok Julian yang masuk dengan wajah datar, Julian menatap Axel dan itu membuat Aiden, Alexi, Arka dan Azka heran.
"Ada apa Pi tumben datang kesini." Ucap Axel.
"Harusnya papi yang bertanya seperti itu, ada apa dengan kamu Axel bisa-bisanya kamu lupa memberikan nafkah kepada Tiana hmmm." Ucap Julian, Aiden dan yang lain nya tercengang mendengar perkataan Axel.
Pasalnya mereka tahu betul bagaimana Axel lelaki itu sangat royal kepada wanita sama seperti saudara-saudara nya, tapi kenapa sekarang Axel jadi pelupa seperti ini.
"Aku lupa Pi tapi aku taruh kartu-kartu aku di brankas kok." Ujar nya.
"Tiana mana tahu kode brankas kamu El orang kerjaan kamu saja cuma ngomel-ngomel sama dia." Ucap Julian.
__ADS_1
"Lagian Tiana mau kemana si toh dia hanya diam di rumah kan." Ucap Axel, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan Axel.
"El meskipun Tiana hanya diam di rumah tetap saja kamu harus memenuhi kebutuhan nya, kamu mau Tiana balik kerja lagi." Ucap Aiden.
"Ya gak masalah kalau dia mau." Ucap Axel dengan santai.
"Gak masalah gak masalah nanti kalau Tiana di embat cowok lain kamu nangis, sudah penuhi kebutuhan Tiana sama seperti kamu yang memenuhi kebutuhan kekasih kamu dulu. Mami kamu marah-marah kepada papi, jangan buat papi malu El." Ucap Julian, setelah mengatakan itu Julian keluar dari ruang kerja putranya.
"Sudahlah El mulai sekarang kamu harus bisa memperlakukan Tiana selayaknya istri kamu." Ucap Alexi.
"Benar El kamu ingat punya mommy dan kakak perempuan, bagaimana kalau kakak kamu merasakan apa yang di rasakan Tiana." Ucap Arka, Axel langsung menatap Azka yang sedang bersandar dengan santai di sofa.
"Kenapa kau menatapku seperti itu." Ucap Azka.
"Berani kau menyakiti Aleta aku ratakan perusahaan kamu." Ucap Axel, dan semua orang pun tertawa kecil mendengar perkataan Axel yang konyol dan tidak sadar diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Ngakak banget sama kelakuan Aleta 😂
A: Gak tenang kalau adik nya da di omelin 😂
...N: Devinisi kakak ipar terbaik si, biasanya kalau si adik kurang suka si istri kan satu keluarga ikut-ikutan 😂...
A: Ini beda Uun satu keluarga berusaha bikin Axel cinta sama Tiana 😂
N: Rasaku ingin menjadi Tiana 😂
__ADS_1
A: 😂😂😂