Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 184


__ADS_3

Dua hari berlalu hari ini di perusahaan Axel ada interview untuk karyawan baru, dan itu ditangani oleh Anes dan Aleta seharusnya.


Namun karena Anes dan Aleta sedang tidak ada jadi Axel meminta pihak HRD untuk mengurus nya, ia tidak sempat untuk melakukan itu karena hari ini jadwal Axel begitu padat.


"Tuan ada beberapa orang yang melamar sebagai cleaning servis." Ujar seorang HRD.


"Tidak masalah kamu tangani saja semuanya, hari ini saya harus pergi ke beberapa tempat untuk melakukan pertemuan dengan klien." Ucap Axel, orang itu pun mengangguk.


Setelah itu Axel pergi bersama dengan asisten nya, sementara di tempat lain terlihat Anes yang sedang tercengang menatap ponselnya nya dan menatap kehebohan di grup keluarga nya.


*Family group*


Mom Dea: Permisi para penghuni grup, ini saya sudah tidak sabar lagi untuk menikahkan anak saya. 😌


Mae: Nikahin aja udah, lagian calon nya kan sudah ada. 😁


Mei: Bener tuh, nanti kalau calon nya di gondol kucing nangeeeeeessss. 😂


Dena: Aneska berhenti mencari yang sempurna, cukup nikahi anak tunggal kaya raya. 😎


Mae: Benar, Deandra contoh nya. 😂


Mei: Ta_tapi tunggu dulu. Harusnya Azka dan Aleta dulu yang menikah, setelah itu baru Anes. 🙄


Mom Dea: Tapi Aleta dan Azka kalau ditanya soal pernikahan, selalu jawab sabar ya mom kami masih butuh waktu. Waktu mulu kapan kawin nya woy. 😌


Dena: Sabar-sabar, ngapa jadi ngegas si emak-emak heran. 😒


Mae: Tapi apa yang dibilang sama Mei itu benar de, yang duluan tunangan kan Aleta dan Azka. Yakali yang tiba-tiba nikah si Anes apa kata emak-emak kompleks. 🙂


Mom Dea: Bilang aja Aleta keduluan sama Anes. 😁


Aleta: Ada apa ini emak-emak kenapa rame sekali. 🙄


Mae: Ta kapan siap nikah si nak, kalau kaya gini ini kasian Anes digantung sudah kaya jemuran kering. 😩

__ADS_1


Anes: Omongin ada terus omongin, gak ada kok orang nya. 🙂


Mei: Nah kan, nongol orang nya. 😂


Julian: Sudah tidak perlu ribut lagi para emak-emak, karena saya dan Dio sudah merencanakan pernikahan Aleta dan Azka.


Dio: Benar, kami juga tidak bisa menunggu lama lagi.


Adelle: Sepertinya akan segera ada pesta. 😂


Aleta: Kenapa jadi Aleta dan Azka lagi si yang kena, yang ingin anak nya nikah kan mom Dea. 🙄


Anes: Sudahlah Aleta terima saja nasib kamu. 😊


Mae: Benar sayang, terima saja nasib kamu ya nak. 😁


Setelah itu grup keluarga pun tiba-tiba sepi, karena Axel dan Alexi si biang rusuh tidak muncul. Mungkin kedua orang itu sedang sibuk mangkanya tidak ikut merusuh di grup.


Di tempat lain terlihat Anes yang berjalan diikuti oleh Aleta, wanita itu terus saja menggerutu setelah melihat grup keluarga nya.


"Ta bukan apa-apa ni ya, kamu tahu mommy seperti apa. Jadi percuma mau kita ngomong sambil kayang juga mommy tidak akan peduli." Ucap Anes, Aleta menatap Anes.


"Bagaimana jika mommy benar-benar menikahkan kamu dengan Deandra?" Tanya Aleta.


"Maka aku akan membuat hidup Deandra tidak pernah tenang." Jawab Anes.


"Kenapa begitu?" Tanya Aleta.


"Agar dia merasa menyesal karena menikah dengan aku, dan mommy juga menyesal karena sudah memaksa kami menikah." Ujar nya, Aleta memukul tangan Anes.


"Kau mau menjadi j*nda muda?" Pekik Aleta, membuat Anes terbelalak.


"Ngarang, siapa juga yang mau menjadi j*nda muda." Kesal Anes.


"Itu kamu mengatakan jika tidak akan pernah membiarkan Deandra merasa tenang." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Ya bukan berarti harus berpisah juga Aleta." Ucap Anes.


"Lalu jika kau terus membuat nya tidak tenang, bagaimana diaau bertahan Anes." Sengit Aleta.


"Bukankah orang selalu mengatakan benci bisa menjadi cinta." Ucap Anes polos, Aleta menepuk keningnya sendiri.


"Tidak seperti itu juga ayolah, jika kau meny*ksa nya bagaimana dia bisa cinta." Ucap Aleta, Anes mengangkat bahu nya.


Entahlah Anes juga bingung, tapi mau bagaimana lagi Anes tidak bisa membuat Deandra jatuh cinta begitupun sebaliknya.


"Sudah nanti jika sudah menikah jalani saja kehidupan yang normal, ingat jangan aneh-aneh." Ucap Aleta, Anes diam tidak menanggapi perkataan Aleta.


Sementara Aleta ia berpikir bagaimana mungkin dirinya menikah dengan begitu cepat, tapi tunggu usia Aleta memang sudah sangat cukup untuk menikah. Baiklah Aleta akan memenuhi keinginan para keluarga nya, lagian Aleta juga ingin seperti Vee yang akan memiliki anak.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Dikit dulu ya, author belum dapat pencerahan lagi 😂*


N: Kasian banget 😁


A: Maklum ya 😁

__ADS_1


N: Ngokhey 😁


__ADS_2