
Di kota lain terlihat seorang wanita yang sedang berjalan di sebuah restoran mewah, Anes berpisah dengan Aleta setelah meeting dengan klien nya, karena sudara nya itu sedang pergi bersama dengan Azka.
Azka datang untuk menghampiri Aleta, setelah itu ia pergi mengajak Aleta ke suatu tempat. Entahlah Anes bingung dengan jalan pemikiran Azka dan Aleta.
Saat Anes akan keluar dari restoran seseorang memanggil Anes, orang itu terlihat sangat mengenal Anes. Sementara Anes sendiri ia tidak mengenal siapa orang yang memanggil nya.
"Nona muda Abrisham." Panggil orang itu.
"Ya, apakah kita saling mengenal?" Ucap Anes, orang itu tersenyum manis kepada Anes.
"Tidak, anda mungkin tidak mengenal saya. Tapi siapa orang yang tidak mengenal anda." Ujar nya, Anes tersenyum tipis.
"Ah, anda terlalu berlebihan tuan." Jawab Anes.
"Anda sedang apa disini nona?" Tanya nya.
"Saya baru saja selesai meeting dengan klien." Jawab Anes.
"Benarkah." Tanya nya, ia terlihat begitu mengagumi Anes.
"Hmmm." Jawab Anes.
"Lalu anda mau kemana sekarang?" Tanya nya.
"Saya akan kembali ke hotel tuan." Jawab Anes.
"Kalau begitu ijinkan saya mengantar anda nona." Ujar nya.
"Tidak perlu saya bisa pergi sendiri." Ucap Anes menolak dengan sopan.
"Tidak apa-apa nona saya bisa mengantar anda." Ujar nya.
"Sebelumnya terimakasih, tapi sungguh saya bisa pulang sendiri." Ujar Anes.
"Baiklah kalau begitu hati-hati nona." Ujar nya.
"Hmmm, saya permisi dulu." Ucap Anes, orang itu mengangguk dan menatap kepergian Anes.
Seseorang menghampiri orang yang barusan mengajak Anes berbincang, ia merasa terkejut melihat teman nya yang menegur Anes.
"Apa yang kamu lakukan." Ucap teman nya.
"Mengajaknya berbincang lalu menawarkan diri untuk mengantarkan pulang." Jawab nya simple.
"Wah g*la, kamu berani sekali menegur nya." Ucap teman nya lagi.
"Memangnya kenapa?" Tanya orang itu.
"Berhenti untuk mengganggu nya sebelum kamu menyesal." Ucap teman orang itu.
"Apa yang harus aku sesali." Ucap orang itu.
"Nanti juga kamu akan tahu." Ujar teman nya lagi, setelah mengatakan itu mereka berdua pun pergi dari restoran.
...
Di tempat lain seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan muda datang ke kantor putranya, ia masuk begitu saja dan melihat putra semata wayangnya sedang sibuk.
__ADS_1
"Kau sedang sibuk nak?" Tanya mama Deandra, suara mama membuat Deandra terkejut dan mengangguk.
"Hmmm, ada apa mama kemari." Ucap Deandra.
"Memangnya mama tidak boleh untuk datang ke kantor anak mama." Ucap mama, membuat Deandra menghela nafasnya.
"Bukan seperti itu maksud aku ma." Ucap Deandra, mama menatap Deandra dengan kesal.
"Ya terus seperti apa yang kamu maksud?" Ucap mama, Deandra pasrah jika mama sudah seperti ini.
"Baiklah ada keperluan apa mama sampai datang ke kantor?" Tanya Deandra dengan lembut.
"Mama mau bilang Anes keluar kota de." Ucap mama sedih, Deandra tercengang mendengar perkataan mama.
"Lalu apa hubungannya dengan Deandra ma jika Anes keluar kota?" Tanya Deandra.
"Kamu gimana si de, jelas ada lah hubungan nya dengan kamu. Kamu ingat Anes itu calon istri kamu, kenapa kamu malah tidak peduli seperti ini." Kesal mama, Deandra merasa pusing dengan sikap mama.
"Ma come on, Anes saja tidak memberi tahu Deandra lalu untuk apa Dean mencari tahu tentang Anes." Ucap Deandra.
"De kamu itu kapan peka nya si, berapa kali mama bilang kamu harus bisa menarik perhatian Anes." Ucap mama.
"Ma lagian kenapa harus Anes si, banyak wanita di dunia ini tapi kenapa mama kekeh banget pengen Dean sama Anes." Ujar nya.
"De dari sekian banyak nya wanita cuma Anes yang bikin mama jatuh hati, lagian kamu juga kalau cari pasangan sendiri ga pernah bener." Ucap mama, kan Deandra yakin ujung nya pasti Deandra dibilang tidak bisa mencari pasangan yang baik.
...
Malam hari Vee sedang bersandar di dada bidang Aiden, jemari nya menari-nari di dada bidang suaminya.
"Sayang." Panggil Vee.
"Aku ingin liburan ke pantai lagi." Ucap Vee.
"Nanti ya sayang tunggu baby nya lahir dulu, sekarang aku takut kamu kelelahan kalau kita pergi-pergi." Ucap Aiden.
"Bener ya, nanti kamu lupa lagi." Ucap Vee.
"Kamu tenang saja aku tidak akan lupa." Balas Aiden, Vee mengangguk dan tersenyum.
Saat keduanya sedang berbincang seseorang mengetuk pintu kamar Vee dan Aiden, Aiden mengira itu Anes ia lupa jika Anes sedang berada di rumah.
"Siapa yang mengetuk pintu?" Tanya Vee.
"Sebentar aku buka dulu pintunya." Ucap Aiden, Vee pun mengangguk.
"Ada apa si nes_" Ucap Aiden, terhenti saat melihat sosok sang mommy yang berdiri di depan pintu.
"Kamu kenapa bang, kangen sama adik kamu." Goda mom Dea.
"CK, enggak." Jawab Aiden gengsi.
"Cih, bilang aja iya. Kamu tuh sama seperti Anes dan Alexi kalian semua gengsian." Ucap mom Dea, Aiden menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mom mau apa kesini?" Tanya Aiden.
"Nih mom baru ingat kalau istri kamu belum minum susu." Ucap mom Dea, ia masuk kedalam kamar putranya.
__ADS_1
"Mom jadi ngerepotin." Ucap Vee.
"Tidak apa-apa sayang, diminum susunya sampai habis ya." Ucap mom Dea, ia mengelus kepala Vee dengan lembut.
"Anes kapan pulang mom?" Tanya Aiden, mom Dea tersenyum jahil.
"Katanya gak kangen sama Anes tapi nanya kapan adiknya pulang." Goda mom Dea, Vee tertawa kecil mendengar perkataan Aiden.
"Mom aku hanya khawatir saja." Ucap Aiden.
"Ahhh, bisa aeeee Mansyur." Goda sang mommy.
"Cih, siapa yang merindukan gadis solimi seperti Anes." Ceplos nya.
"Bener kamu ya, awas kalau nanti Anes sudah menikah dan pisah rumah kamu merindukan Anes." Ancam sang mommy, yang membuat Aiden menelan saliva nya dengan sulit.
Vee tertawa kecil melihat wajah pucat suaminya, Vee tahu Anes adalah adik kesayangan Aiden karena Anes adik perempuan satu-satunya.
"Mom jangan suka ngancem ah." Ucap Aiden, mom Dea tertawa kecil melihat wajah melas putranya.
"Lagian si kamu bang, kalau kangen tuh di hubungi adik nya. Jangan nunggu Anes yang hubungi kamu duluan, Anes mana mau ngasi kabar dan bikin orang rumah khawatir." Ucap mom Dea, emang Anes paling beda jika ada diluar rumah anak itu jarang sekali memberikan kabar kepada mom Dea.
"Mom sudah habis." Ucap Vee, mom Dea menoleh menatap Vee.
"Yasudah sekarang kamu istirahat, bang awas jangan buat Vee begadang." Ucap mom Dea, Aiden mengangguk dan menatap sang mommy yang menyelimuti tubuh istrinya.
"Terimakasih mom." Ucap Vee dan Aiden.
"Hmmm, mom pergi dulu." Ujar nya, Aiden dan Vee mengangguk.
Setelah kepergian sang mommy Aiden dan Vee pun memutuskan untuk tidur, keduanya sudah merasa sangat ngantuk hingga akhirnya terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Pengen punya mertua kaya mom Dea boleh ga Thor 😭*
A: Boleh Uun kalau ada 😌
N: Mari kita cari 😂
__ADS_1
A: Sok silahkan 😌
N: 😂😂😂