Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 101


__ADS_3

Dua hari berlalu kini di sebuah rumah besar terlihat sepasang suami istri sedang duduk di sofa, Alea masuk kedalam rumah dengan santai dan menaiki tangga menuju kamar nya.


Sampai seseorang menghentikan langkah Alea, ia menyerap penuh perkataan dan nasihat Justin kepadanya yang harus berhati-hati kepada Alia. Jangan mudah terpancing ucapan wanita itu.


"Wooowww, lihatlah ma anak mama ini selalu sibuk." Ucap Alia, mama menatap Alea yang sedang menatap nya.


Mama tak ingin lagi menyakiti putri kandungnya, apalagi setelah tahu Alea benar-benar menaklukkan hati putra bungsu Justin.


Justin memberikan peringatan kepada tuan Xavier agar tidak menyakiti Alea, agar bersikap adil kepada Alea. Bagaimanapun juga Alea putri kandung tuan Xavier, tuan Xavier menceritakan hal itu kepada istrinya.


Mama Alea bersyukur karena Justin dan keluarga nya mau menerima dan menyayangi Alea sepenuh hati, mereka merasa bersalah kepada Alea karena selalu meminta Alea untuk mengerti keadaan Alia.


"Cukup Alia dia adikmu, kenapa kau begitu mempermasalahkan nya? Naura berhak bahagia, darimanapun dia jika itu membuat nya bahagia tidak bermasalah bagi mama dan papa." Ucap mama, membuat Alia terkejut.


"Ma, apa mama lupa keluarga kita itu keluarga terpandang ma. Jika Naura melakukan kesalahan diluar sana maka keluarga kita akan malu." Ucap Alia, Alea kembali menuruni anak tangga dan menatap Alia dengan dingin.


"Keluarga ku bukan keluarga mu Alia, ingat mama dan papa adalah milikku bukan milikmu." Tegas Alea, Alia tercengang ia merasa sakit hati dengan ucapan Alea.


"Apa maksudmu? Kau mau mengatakan jika aku bukan anak mama dan papa begitu." Teriak Alia, ya Alia selalu seperti ini hingga membuat mama dan papa Alea merasa kasihan kepada Alia.


"Ya, kau memang bukan anak mama dan papa mungkin. Karena sikap mu begitu berbeda kau egois Alia, kau lebih mementingkan dirimu sendiri." Ucap Alea, Alia nenangis menatap Alea ia masih belum tahu jika Alea adik angkat nya. Ralat, belum tahu jika ia adalah seorang anak angkat.


"Naura Xavier jaga ucapan mu." Teriak mama, Alea tersentak ia tak percaya mama akan berteriak kepadanya.


Alea tidak tahu Alia sudah mengetahui kenyataan jika ia anak angkat atau Alia hanya belum bisa menerima kenyataan, bahwa dirinya bukan lah putri dari keluarga Xavier.


"Bela saja ma bela Alia terus, kalian semua lebih mempedulikan Alia daripada aku kan." Ucap Alea, wanita itu berlari ke kamar nya dan membanting pintu dengan keras.


Saat kepergian Alea mama terngiang-ngiang dengan ucapan papa yang mengatakan, jika Justin berkata jika keluarga Alea menyakiti Alea dan membuat gadis itu bersedih.


Justin berkata saat Alea dan Alexi sudah menikah nanti jangan berharap bisa melihat Alea untuk menginjakan kaki ke rumah keluarga Xavier lagi, itu adalah ancaman Justin untuk melindungi Alea.

__ADS_1


Mama berlari meninggalkan Alia yang masih menangis, Haris memeluk Alia mencoba menenangkan istrinya. Sementara mama wanita itu mengetuk pintu kamar Alea.


"Naura maafkan mama nak, maaf mama berteriak kepada kamu." Ucap mama, ini adalah pilihan yang begitu sulit.


Mama tak ingin kebenaran mengenai Alia anak angkat akan terungkap, tapi mama juga tak ingin jika ia tidak bisa menemui Alea lagi.


"Naura mengertilah mama tidak bisa memilih antara kamu dan Alia, mama menyayangi kalian berdua." Air mata mama menetes, di dalam kamar Alea tahu mama pasti menangis hingga akhirnya Alea memutuskan untuk membuka pintu kamar nya dan memeluk mama.


"Maafkan aku ma, maaf aku tidak pernah mengerti posisi mama. Maaf jika aku selalu bertengkar dengan Alia, tapi aku harap mama mengerti perasaan aku." Lirih Alea, mama mengangguk dan memeluk erat tubuh mungil putrinya.


"Mama tahu sayang, maka dari itu mama selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu." Ucap mama, wanita itu mengecup pipi kening dan kedua mata putrinya.


Sementara itu di sebuah perusahaan terlihat dua wanita dan seorang lelaki sedang tertawa, Azka lelaki itu selalu menggoda Aleta yang jomblo. Dan hal itu selalu membuat Aleta kesal sementara Anes akan tertawa puas melihat kedua sepupu nya.


"Cantik doang ah ta tapi gak punya gandengan." Ucap Azka, Aleta menatap nya garang.


"Daripada kamu dipacari doang di nikahin kaga." Sinis Aleta, Azka menelan saliva nya.


"Sudah-sudah kalian itu selalu saja bertengkar." Ucap Anes, Aleta dan Azka menatap Anes.


"Kamu gak tau si rasanya di ganguim sama Titan kaya dia." Ucap Aleta.


"Setdah ganteng begini ta di katakin Titan." Protes Azka, Anes tertawa lalu pergi di hadapan mereka berdua.


"Ya emang Titan mau apa hayo." Ucap Aleta.


"Gak gitu lah ta, biar Titan gini aku bisa bikin jantung kamu ajep-ajep." Ucap Azka, Aleta memutar bola matanya malas.


"Azka ngada-ngada deh, sana ih nanti pacar kamu tahu aku di kira pelak*r lagi." Kesal Aleta.


"Ah elah ta, takut amat mangkanya jangan jomblo Mulu." Ledek Azka, Aleta tak mempedulikan hal itu.

__ADS_1


Setelah puas meledeki Aleta Azka pergi untuk mengurus beberapa hal penting, sementara Aleta dan Anes keduanya kembali sibuk dengan pekerjaan keduanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Gue suka nih kalau dad Justin sudah turun tangan 😂*


A: Girang Lo ye 😌


N: Iyalah calon mantu kudu dilindungi 😂


A: Gue itu ceritanya yang lagi dilindungi 😎


...N: Thor bangun yuk Thor, hallu Mulu kerja Lo udah siang 😌...


A: 😂😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2