
Satu bulan berlalu kini kehidupan para keluarga sudah mulai normal, Azka menjalani hari-hari nya dengan tenang tanpa gangguan dari Lolita.
Bahkan setelah kejadian itu Anes dengan baik hati meminta lelai yang menjadi ayah dari bayi yang berada dalam kandungan Lolita bertanggung jawab, dan bersyukur lelaki itu mau bertanggung jawab atas kesalahannya.
Di sebuah perusahaan besar terlihat seorang lelaki yang sedang berjalan dengan santai, dan di arah lain juga terlihat dua orang wanita yang sedang berjalan.
"Kalian mu kemana?" Tanya Azka, Anes dan Aleta menoleh menatap Azka.
"Kita mau ketemu klien kenapa." Ucap Anes, Azka tertawa kecil Anes selalu sentimen kepadanya.
Bukan apa-apa Anes seperti itu karena kesal kepada Azka, setiap wanita yang mendekati Azka pasti akan merasa cemburu kepada Anes dan Aleta.
"Santai Bu judes amat." Kekeh nya.
"Santai-santai udelmu, sudah aku mau jalan dulu." Ucap Anes, wanita itu menarik tangan Aleta membuat Azka tertawa kecil.
"Dasar kembar tapi beda." Kekeh Azka, Aleta dan Anes mendengus mendengar perkataan Azka.
"Roman-roman nya ada yang lagi bahagia nih." Ucap Axel, Azka menoleh menatap Axel.
"Bahagia lah biar jomblo yang penting senang." Balas nya, Axel mencibir ia tak percaya jika Azka bahagia karena jomblo.
"Sejak kapan kamu bangga jadi jomblo." Cibir Axel.
"Sejak putus dengan Lolita tentunya." Ucap Azka, Axel tertawa kecil ia merasa salut kepada Anes yang memperjuangkan kebahagiaan Azka.
Axel merasa Anes benar-benar tulus sayang kepada para sepupunya, bahkan Axel tidak menyangka jika Anes bisa mendapatkan pemikiran seperti itu.
"Ya ya, kalau bukan karena Anes yang bersikeras untuk memberikan bukti-bukti itu, tidak mungkin sekarang kamu terlihat bahagia." Ejek Axel, Azka tertawa memang benar seperti itu adanya jadi Azka tidak bisa mengelak.
Sementara dua lelaki itu sedang berbincang dan memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran mewah, di tempat lain terlihat seorang lelaki yang sedang duduk di temani istrinya.
Selain Vee Adelle juga begitu posesif kepada Arka, ia selalu mengikuti kemanapun Arka pergi. Bahkan Arka merasa heran kenapa Adelle menjadi seperti itu.
"Sayang duduklah kamu tidak perlu memantau aku seperti ini." Kekeh Azka.
"Tidak aku tidak ingin duduk, aku ingin lihat bagaimana kamu bekerja." Ucap Adelle, Arka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Ya kamu bisa melihat aku bekerja sambil duduk di sofa, kalau kamu berdiri kasihan baby nya." Ucap Arka, dengan kesal akhirnya Adelle pun menurut. Ia berjalan dan duduk di sofa, Adelle membuka majalah ia melihat berita yang beredar akhir-akhir ini.
Cukup lama Adelle menunggu Arka bekerja ia merasa bosan hingga akhirnya terlelap di sofa, Arka tersenyum melihat Adelle yang meringkuk seperti anak kecil.
...
Sementara itu keesokan harinya di sebuah restoran mewah tepatnya di ruang VVIP para lelaki di keluarga Abrisham, dan keluarga Artadinata tengah berkumpul.
Aiden duduk di samping adiknya Alexi, begitupun dengan Arka yang duduk di samping Axel. Kedua Daddy muda yang terlihat lesu itu membuat para bujangan bertanya-tanya.
"Ada apa dengan wajah kalian?" Tanya Axel, lelaki itu selalu peduli dengan saudara-saudara nya.
"Aku kasi tahu puaskan dulu masa muda kalian, sebelum kalian harus berhadapan dengan wanita hamil." Ucap Arka.
"Benar sekali, selain wanita hamil anak yang dikandung nya juga suka sekali membuat pusing tujuh keliling." Ucap Aiden, Axel, Alexi dan Azka tertawa.
"Tema nya hari ini adalah keluhan para Daddy muda." Ucap Alexi, Aiden mendengus ia menatap Alexi dengan kesal.
"Kamu tidak tahu jika calon keponakan kamu yang belum lahir itu suka sekali membuat Daddy nya pusing, masih ngontrak saja sudah suka mengerjai Daddy nya gimana kalau sudah lahir." Protes Aiden.
"Lah itu kan anak kak ai kenapa aku yang kena omel, kalau yang dikandung oleh Vee itu anakku dan membuat kakak pusing wajar." Ucap Alexi, Axel tertawa lepas mendengar perkataan Alexi.
"Auto kombinasi anak nya, gen bang ai ada, gen Alexi ada, gen Axel juga ada." Ceplos Azka, Arka tertawa ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika satu anak memiliki tiga gen.
"Sebelum kalian nanam saham sudah aku ratakan tongkat sakti kalian." Ucap Aiden, membuat para lelaki diruangan itu tertawa.
"Bang ai Vee mendingan lah minta nya makanan, lah Adelle aku ke kamar mandi saja di ikuti." Ucap Arka, semakin membuat Azka dan Axel terbahak.
"Ngapain ke kamar mandi diikuti mau ngegesek." Ceplos Aiden.
"Lah mangkanya itu aku juga bingung, mau setor aja ke kamar mandi Adelle harus tau berasa jadi bur*nan gak tuh." Ucap Arka.
"Oke guys dari sini kita tahu kalau ibu hamil itu meresahkan." Ucap Axel.
"Bukan lagi woy lah, mana tengah malam kalau minta apa-apa harus dituruti. Kalau enggak siap-siap di manyunin sampai malam lagi." Ucap Arka, Aiden mengangguk setuju.
"Bener si, sampai bingung itu bayi kenapa kaya musuh banget sama bapak nya." Ucap Aiden.
__ADS_1
"Bayi mau kasi pelajaran ke Daddy nya yang suka bikin mommy nya sedih kali." Ucap Axel.
"Aku gak bikin Adelle sedih perasaan." Ucap Arka.
"Kalau mau nyindir langsung aja Axel gak usah kode-kode." Ucap Aiden, Axel tertawa kecil.
Para lelaki menumpahkan keluhan nya, mereka merasa bahagia dan ada juga rasa bingung, apakah semua ibu hamil seperti itu.
Vee dan Adelle begitu sensitif dimasa kehamilan nya, tidak boleh salah sedikit saja. Jika Aiden atau Arka menolak keinginan para istrinya maka kedua wanita itu akan menggunakan jurus air mata, hanya untuk membuat para suami menuruti keinginan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Curahan para jantan 😂*
A: Para calon bapak 😌
N: Gasabar pen nikah 😂
A: Heh Ngadi-ngadi 😭
__ADS_1
N: 😂😂😂