Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 202


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit Aleta langsung bertanya kepada Anes yang sedang di periksa oleh dokter, Aleta mencolek tangan Anes dan membuat Anes menoleh.


"Kenapa?" Tanya Anes.


"Kamu aneh ga si nes kenapa setiap ada orang yang mau lukain kamu, selalu ada Deandra yang nolong kamu." Ucap Aleta.


"Ya mana aku tahu ta, lagian kan Dean sudah bilang kebetulan dia ada di sana." Ucap Anes.


"Iya juga si, tapi masa kebetulan berkali-kali nes." Ucap Aleta.


"Ya aku gak tau lah, lagian apaan si kamu nanya-nanya kaya gitu." Ucap Anes.


"Yeee, Aneska kan aku cuma penasaran aja." Ucap Aleta, Anes menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana dok apa ada yang luka?" Tanya Axel.


"Tidak ada tuan, nona muda baik-baik saja." Jawab nya.


"Huhh lega." Ucap Axel, Anes dan Aleta menatap Axel dengan tajam.


"Kenapa tuh natap nya kaya lagi berburu mangsa." Tanya Axel.


"Iya kamu mangsa yang sedang kami buru." Ucap Anes.


"Hah?" Sahut Axel.


"Lagian kamu kenapa si xel sudah banget dibilangin, aku dan Anes sudah bilang berhenti untuk berurusan dengan wanita itu." Ucap Aleta.


"Ya sorry kalian kan tau sendiri gimana dulu aku ngejaga dia." Ucap Axel, Anes mendorong kening Axel.


"Axel hello, kamu emang menjaga dia dengan baik dan sangat baik. Tapi kamu lihat dia sendiri yang bahkan merusak dirinya." Ucap Anes, Axel mengangguk.


"Iya-iya mulai sekarang aku gak akan lagi berurusan sama dia." Ucap Axel.


"Kalau setelah ini kamu masih berurusan dengan dia, dan dia hamil anak orang lalu minta pertanggungjawaban sama kamu. Kita gak akan ada yang mau bantu kamu, biarin aja tuh kamu tanggung jawab atas kesalahan yang tidak kamu lakukan." Ucap Anes, Axel tercengang mendengar perkataan Anes.


"Kok gitu, kalian aja mau bantu Azka." Ucap Axel.


"Kami mau bantu Azka karena Azka nurut dan gak keras kepala seperti kamu, Azka mencari tahu sendiri tentang Lolita. Memangnya kamu hanya memikirkan cinta saja." Geram Anes, Aleta tersenyum karena Anes membanggakan suaminya.


"Iya-iya Aneska aku gak akan lagi berurusan dengan dia." Ucap Axel, Anes mengangguk lalu berjalan pergi diikuti oleh Axel.


Di tempat lain Aiden mengetahui apa yang telah terjadi kepada adik nya, Aiden meminta orang untuk mencari tahu dan menangkap mantan kekasih Axel.


"Kamu cari tahu dimana wanita ini tinggal sekarang, dan kasi hukuman yang akan membuat dia jera. Berani-beraninya dia menyentuh adikku." Ucap Aiden.


"Baik tuan." Jawab nya, orang itu pergi di hadapan Aiden.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Alexi yang baru masuk ke ruang kerja kakak nya.


"Lihat ini." Ucap Alexi, memperlihatkan kejadian yang terjadi kepada Anes.


"Itukan mantan Axel bang." Ucap Alexi.


"Iya berani-beraninya dia menyentuh Anes, beruntung ada Deandra yang menolong Anes. Jika tidak entah apa yang akan terjadi kepada gadis itu." Ucap Aiden.


"Ini gak bisa di biarin si, sudah diberi tahu berkali-kali Axel dan Azka jangan menjalin hubungan dengan wanita yang tidak tentu keluarga nya." Ucap Alexi.


"Bukankah kekasih Axel anak pej*bat." Ucap Aiden.


"Ya iya, harusnya kan Axel mencari wanita yang pekerjaan orang tuanya sama dengan keluarga kita. Seperti keluarga Vee dan Adelle." Ucap Alexi.


"Benar bahkan kamu sendiri mencari yang sama." Kekeh Aiden, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan kakak nya.


"Ngomong-ngomong ada apa kamu kesini?" Tanya Aiden.


"Oiya, Daddy bilang dia ingin membangun perusahaan cabang di pulau X." Ucap Alexi.


"Lagi?" Ucap Aiden.


"Hmmm, tanyakan saja kepada Daddy kenapa ia ingin membuat banyak perusahaan." Ucap Alexi, ia malas jika harus banyak bertanya kepada Daddy nya.


"Baik nanti akan aku tanyakan." Ucap Aiden, Alexi mengangguk setelah itu ia ijin pergi kepada kakak nya itu.


Di kediaman Justin terlihat Vee yang tengah mengasuh putranya, ia menggendong tubuh mungil Varo.


"Anak mommy ganteng banget si, baby sehat ya nak." Ucap Vee, saat Vee sedang megajak Varo berbicara Anes datang membuat Vee sedikit bingung.


"Kamu sudah pulang Anes?" Tanya Vee.


"Hmmm, dimana mommy." Ucap Anes.


"Mommy sedang pergi ke kantor Daddy." Jawab Vee, Anes merebahkan tubuhnya di sofa.


"Kamu kenapa kok baju kamu kotor seperti itu?" Tanya Vee.


"Ini semua gara-gara mantan kekasih Axel, dia mendorong aku hingga terjatuh." Ucap Anes, ia tidak memberi tahu Vee jika dirinya hampir saja tertabrak.


"Bagaimana bisa kamu kan pergi bersama Aleta." Ucap Vee.


"Aleta sedang memarahi Axel yang terus membantu wanita itu." Ucap Anes, Vee mengangguk dan meletakkan putranya di sofa.


"Sebentar aku ambilkan minum dulu." Ucap Vee.


"Sayang aunty nya jatuh nak, nanti kalau Varo sudah besar Varo lindungi aunty dari para tusuk sate ya nak." Ucapa Anes, Vee yang sudah kembali dari dapur tertawa kecil mendengar perkataan Anes.

__ADS_1


"Iya aunty nanti Varo lindungi aunty dan anak-anak nya aunty." Ucap Vee.


"Sayangnya aunty belum memiliki anak." Ucap Anes, Vee tertawa kecil.


"Nanti aunty akan memiliki anak setelah menikah dengan uncle Dean." Goda Vee.


"Cih melihat wajah nya saja aku malas." Ucap Anes, Vee menggelengkan kepalanya.


"Aku juga dulu seperti itu, apalagi jika melihat sikap Aiden yang cuek dan datar. Tidak lupa jika saat itu Aiden masih menjalin hubungan dengan Adelle." Ucap Vee, Anes menoleh menatap Vee.


"Lalu bagaimana bisa kamu jatuh hati kepada kak Aiden?" Tanya Anes.


"Entahlah mungkin karena beberapa kali dia bersikap lembut, dan mungkin juga saat dia mengakui aku sebagai istrinya di hadapan Adelle." Ucap Vee, Anes tersenyum manis mendengar curhatan Vee.


"Menikah dengan lelaki yang tidak kita cintai itu sulit Vee, kak Aiden bisa bersikap baik karena emang ia pernah berkomitmen jika dia hanya ingin menikah satu kali. Sementara Deandra aku dan Dean bahkan sama-sama menolak untuk bersama." Ucap Anes.


"Kamu lupa jika aku dan Aiden juga seperti itu hmm, bahkan cincin pernikahan kami saja kamu yang memberikan nya." Ucap Vee, Anes tertawa kecil mengingat itu.


Pada saat itu mommy meminta Anes untuk membawa cincin limited edition di toko perhiasan milik nya, kebetulan sekali cincin itu baru launching dan itu juga pesanan orang.


Dengan terpaksa pada saat itu Anes mengecewakan klien nya, beruntung klien Anes mengerti dan tidak apa-apa jika di buatkan yang baru.


Dan Anes buru-buru membawa cincin kawin itu ke rumah sakit dengan hati yang berdebar-debar, Anes takut ia terlambat tapi untungnya Anes datang tepat waktu dan itu membuat mommy bangga kepada Anes.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Nah kan Aiden turun tangan 😁*


A: Gak terima kaya nya 😌


N: Iya lah gue aja gak terima 😂


A: Sue 😌

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2