Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 271


__ADS_3

Alexi yang paham akan kemarahan kakak nya karena tidak bisa membuat Axel sadar menatap Axel dengan kecewa, Alexi menepuk pundak Axel membuat lelaki itu menoleh menatap nya.


"Putra Abrisham tidak ada yang suka menyakiti hati wanita sekalipun itu papi kamu, jika dulu dia tidak mencintai mami mu tapi uncle Jul tidak melakukan sesuatu yang keterlaluan. Pikirkan semuanya Axel sebelum kesalahan kamu di ketahui oleh orang luar, dan akan memandang jelek keluarga kita!" Ucap Alexi, lelaki itu ikut bangun dan menyusul Aiden yang sudah pergi entah kemana.


Tinggal Arka dan Azka yang ada di ruangan itu, Axel menatap anak kembar di hadapan kakak beradik itu memijat pelipisnya yang terasa pusing.


"Apa yang ada di pikiran kalian tentangku?" Tanya Axel.


"Baj*ngan." Ucap Arka dan Azka.


"Kenapa begitu?" Ucap Axel, Arka tertawa kecil mendengar pertanyaan Axel.


"Kau tahu dulu aku mengira Aiden bukanlah lelaki yang baik saat dia menolak Vee mentah-mentah, sampai Vee memutuskan untuk pergi dari rumah. Namun ternyata aku salah Aiden jauh lebih baik dari pada kamu, setidaknya Aiden mesih memiliki hati dan tidak memberikan kata-kata yang membuat mental dan hati Vee terluka. Bahkan dengan cepat Aiden mengungkapkan perasaan nya, tapi kau? Sudahlah tidak ada kata-kata baik yang bisa keluar dari mulutku untukmu." Ucap Arka, Azka tertawa kecil mendengar perkataan kakak kembarnya.


"Aku tidak mau mami dan papi di bilang gagal dalam mendidik putra semata wayang mereka Axel, jadi segera perbaiki semuanya." Ucap Azka, dan akhirnya si kembar itu ikut pergi meninggalkan Axel sendirian.


"Ternyata seperti ini rasanya di jauhi oleh para saudara, selama ini mereka yang selalu mendukungku kini perlahan mulai menjauh dariku hanya karena wanita itu." Ucap Axel, ia benci Tiana yang membuat para saudara nya berubah.


Setibanya di toko kue Aleta, Vee, Alea dan Adelle berjalan dan memesan beberapa kue yang mereka inginkan. Setelah memesan mereka menunggu sejenak, sampai akhirnya mereka melihat seseorang yang sangat di kenal nya.


"Tiana." Lirih Aleta, Tiana menoleh kala mendengar suara kakak ipar nya.


"Kak Aleta." Ucap Tiana, membuat beberapa karyawan toko ikut menatap Aleta.


Tiana menoleh ke kiri dan kanan wanita itu lebih memilih untuk pura-pura tidak mengenal Aleta, Tiana memberikan pesanan Aleta tanpa menatap wanita itu.


"Ini pesanan anda nona silahkan bayar di kasir." Ucap Tiana.


"Tiana apa maksudnya kenapa kau memanggilku seperti itu?" Tanya Aleta.


"Anda mengenal saya?" Ucap Tiana, Aleta dan yang lain tercengang mendengar perkataan Tiana.


"Tentu saja aku kak_" Ucapan Aleta terhenti saat tiba-tiba saja Tiana bersuara.


"Maaf nona saya masih ada pekerjaan yang lain, kalau begitu saya permisi." Ujar nya, beberapa karyawan terlihat berbisik di dekat Aleta.


"Apakah wanita cantik itu mengenal Tiana?" Ujar salah satunya.


"Sepertinya iya mungkin mereka mengenal suami Tiana yang katanya kaya, namun masih menyuruh Tiana bekerja." Balas yang lainnya.

__ADS_1


"Aku bersyukur karena tidak dekat dengan keluarga kaya manapun, jika tidak mungkin nasibku akan sama seperti Tiana. Di nikahi lalu di suruh bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupku sendiri." Cibir nya, Aleta dan yang lain meremat tangan mereka.


"Berapa semuanya?" Tanya Alea mencoba untuk tenang.


"Ini nona." Ujar nya menunjukan nominal pembelian kue yang di pesan Aleta tadi.


"Ini terimakasih." Ucap Alea.


"Terimakasih kembali nona." Ujar kasir toko tersebut.


Mereka memutuskan untuk pergi ke cafe yang berada dekat toko kue itu, dari sana mereka semua memantau Tiana yang sedang bekerja.


"Apakah Tiana menerima cibiran-cibiran itu." Ucap Vee.


"Sepertinya ya, melihat sikap Tiana yang pura-pura tidak mengenal kita sepertinya dia tidak mau orang mengeluarkan kata-kata mutiara nya untuk kita." Ucap Adelle.


Aleta hanya diam dan melahap kue yang tadi di belinya, hatinya bergemuruh ia ingin memaki Axel saat ini. Aleta berpikir bagaimana bisa Tiana bekerja dengan tenang sementara banyak orang yang mencibir nya.


...


Malam hari tepat pukul 10:00 malam Tiana baru saja sampai di rumah, kebetulan ada Aiden dan Vee di rumah itu sepasang suami istri itu sedang berkunjung tak lupa Alexi dan Alea yang juga menatap kepulangan nya.


"Tidak apa-apa Tiana istirahatlah kau pasti lelah." Ucap Julian.


"Pi am_" Ucapan Tiana terhenti saat melihat Axel menuruni anak tangga.


"Ada apa nak?" Tanya Julian.


"Terimakasih karena sudah baik kepada Tiana dan mama." Ujar nya, Julian terdiam dan menatap kepergian Tiana wanita itu berlari kecil menuju kamar nya dan berpapasan dengan Axel.


"Uncle aunty kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Alexi dan Aiden.


"Iya hati-hati dijalan kalian terimakasih karena sudah mau berkunjung kesini." Ucap Julian.


"Tidak masalah kamu pamit pulang selamat malam." Ucap Alexi, Julian dan Mae berjalan mengantar kedua keponakan nya ke luar.


Setelah kepergian Alexi dan Aiden juga istri kedua lelaki itu, Julian pergi ke kamar tanpa berbicara dengan Axel begitupun dengan Mae.


Axel mengernyit heran melihat sikap mami dan papi nya, tak hanya Julian dan Mae Aleta juga berlalu begitu saja tanpa berbicara dengan Axel.

__ADS_1


Mereka sengaja melakukan itu agar Axel sadar jika apa yang dilakukan oleh nya itu salah, itu adalah saran dari Justin maka dari itu tadi Aiden dan Alexi datang kerumahnya.


Dalam kamar Tiana mendudukkan tubuhnya di sofa, wanita itu memejamkan mata dan menutup seluruh tubuhnya.


Air mata mengalir deras di pipi mulusnya, kalah juga Tiana dengan keadaan karena akhirnya ia menangis dalam diam.


(Ma maafkan aku maaf karena aku tidak bahagia seperti apa yang mama harapkan, aku akan melakukan apapun untuk mama agar mama tidak di pandang sebelah mata oleh Axel. Keluarga Axel memang baik bahkan sangat baik, tapi tidak dengan Axel. Maaf aku belum bisa menjenguk mama karena aku harus bekerja, aku harus mendapatkan banyak uang untuk membahagiakan mama.) Batin nya, terdengar suara pintu terbuka lalu tertutup.


Tian mengusap air matanya dan memejamkan matanya, Axel berdiri menatap Tiana yang menutup seluruh tubuh nya.


(Entah kamu yang salah atau aku yang baj*ngan seperti apa yang dikatakan oleh Arka karena aku selalu menyakiti kamu, tapi sungguh kau benar-benar membuatku kehilangan orang yang aku cintai. Setelah aku kehilangan dia yang berselingkuh, kini aku kehilangan wanita yang membuatku bahagia. aku benci kamu ya benar aku benci kamu, kamu wanita berhati jahat dan sekarang kamu membuat semua keluargaku menjauhiku.) Batin Axel, lelaki itu berjalan menuju tempat tidur nya dan merebahkan tubuhnya disana.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A***: Harap sabar jangankan kalian aku aja semosi 😂


N: Axel minta gue sleding apa gimana? 😌


A: Minta di bombardir kaya nya 😂


N: On the way Thor 💃


A: Heh 😂

__ADS_1


__ADS_2