
Siang hari seperti biasa Aiden dan saudara-saudara nya berkumpul di sebuah ruangan VVIP restoran, Aiden menatap Azka yang masuk kedalam ruangan itu dengan wajah murung nya.
Sementara Axel dengan tidak tahu diri malah cengengesan menertawakan Azka, kedua saudaranya itu duduk di hadapan Aiden.
Dan dengan tengil Axel mengangkat sebelah kakinya dan duduk dengan bertumpang kaki, Aiden heran ada apa dengan dua manusia ini.
"Ada apa kenapa wajah Azka terlihat begitu kusut, dan kamu kenapa El terlihat sangat bahagia." Ucap Aiden.
"Ya gimana gak bahagia ya, saat melihat orang yang biasanya menebar kemesraan di rumah sekarang harus menjaga jarak." Ucap Axel, Aiden mengernyit heran sementara Alexi hany tersenyum tipis.
"Kenapa harus menjaga jarak?" Tanya Aiden, Azka menghela nafas nya dan menceritakan semua yang terjadi.
Mulai dari Aleta yang selalu bertingkah aneh, dan sensitif salah bicara sedikit saja menangis. Dan sampai saat Aleta dinyatakan hamil oleh dokter, semua itu Azka ceritakan kepada para saudara nya.
Mendengar cerita dari Azka membuat Aiden dan Arka bahagia, akhirnya ada yang lebih sengsara daripada saat Vee dan Adelle hamil.
Alexi lelaki itu hanya tersenyum dan mengangguk kecil saja, ia takut jika ikut menertawai Azka nanti saat Alea hamil akan lebih meresahkan.
"Akhirnya kamu merasakan apa yang kami rasakan." Ucap Arka, Azka mendengus kesal.
"Mangkanya ka kalau sedang baik-baik saja itu jangan tebar kemesraan mulu, hargai saya yang jomblo." Ucap Axel.
"Tidak ada yang menyuruh kamu jomblo El." Sengit Azka, Axel tertawa begitupun dengan Aiden.
"Bener-bener ya yang beruntung di antara kita itu hanya bang Arka, bang ai dan Alexi. Karena kalian tidak memiliki adik ipar, sementara aku bisa-bisanya memiliki adik ipar yang bahagia melihat kakak iparnya sengsara." Ucap Azka, Alexi menatap Azka enak saja kalau bicara. Dia tidak tahu kah jika Alea memiliki saudara yang tidak tahu diri.
"Hei, hei jangan lupakan Alia. Manusia yang satu itu lebih meresahkan daripada Axel." Ucap Alexi, Arka dan Aiden kembali tertawa.
"Mon maap yang aman disini cuma Arka doang, jangan lupakan mami dan adik tiri Vee yang di hajar habis-habisan oleh Anes." Ucap Aiden, Arka duduk dengan sombong nya.
"Jangan songong takut kena karma kaya Azka." Ucap Axel mengingatkan.
"Sudah El cukup, sekarang gimana caranya kalian membantu saya untuk bisa berdekatan dengan Aleta." Ucap Azka.
"Tinggal peluk doang pusing-pusing amat." Ceplos Axel, yaampun ingin sekali Azka memukul kepala adik ipar nya itu.
"Cukup el kamu belum menikah dan tidak mengerti apa yang kami rasakan, cukup nikmati saja masa jomblo kamu sebelum ada pawang yang akan mengendalikan kamu." Ucap Azka, Axel langsung menelan saliva nya.
"Jangan ngadi-ngadi apa ka, gak usah nakut-nakutin." Ucap Axel, Alexi tertawa kecil.
__ADS_1
"Sabar ka, mau menyebalkan apapun Aleta sekarang itu kamu harus sabar. Ingat di dalam perut Aleta ada anak kamu." Ucap Arka.
"Ya justru karena saya tahu di dalam perut Aleta ada anak saya, mangkanya saya tidak ingin berjauhan dengan Aleta. Tapi yang menjadi masalah sekarang Aleta tidak bisa berada di dekat saya, dia selalu merasa mual dan mengatakan bahwa saya bau." Ucap Azka.
"Mangkanya mandi biar ga bau." Cibir Axel lagi, Arka dan Aiden hanya bisa menghela nafasnya saja.
"Kamu lupa bahkan hanya untuk berada di dekat Aleta, semalam saya sampai mandi tiga kali." Ucap Azka, perkataan Azka malah mengundang tawa dari saudara-saudara nya.
Sementara para suami sedang berkumpul, di tempat lain ada Vee, Adelle dan Alea yang sedang menjenguk Aleta. Alea sengaja pulang lebih awal, ia ingin ikut menjenguk Aleta di rumah nya.
Kini mereka berdiam di kamar Alea, Adelle tidak tahu jika kehamilan Aleta membuat wanita itu menjadi lebih sensitif dan cengeng.
"Ta kamu keliatan sedikit chubby ih, gemoy." Ucap Adelle.
"Maksudnya aku gemuk? Kamu tahu gak si dell Azka juga kemarin ngatain aku gemuk, kenapa si hiks... Semua orang suka banget ngata-ngatain aku." Lirih nya, membuat Vee, Adelle dan Alea menatap Alea dengan tidak percaya.
"Ta kok nangis aku kan bilang kamu gemoy." Ucap Adelle.
"Tapi kamu bilang aku chubby kan, hiks... Kalau ada Anes gak akan ada yang ngatain aku kaya gitu." Lirih nya lagi.
"CK, ta kalau Anes disini mungkin dia bakal bilang kamu tembem." Ceplos Adelle.
"Enggak aku gak gendut dell, kamu dan Azka sama saja." Lirih Aleta.
"Capek banget Vee tiap ada yang bilang gemuk pasti nangis, satu lagi aku gak bisa deket-deket sama Azka." Lirih nya.
"Kenapa gitu? Kamu kesel mulu sama Azka?" Tanya Vee.
"Enggak aku mual kalau dekat dengan Azka, dia bau." Ucap Aleta, membuat Alea dan Adelle tertawa.
"Ta sejak kapan putra Artadinata bau hey, biasanya juga kamu suka nemplok dibawah ketek Azka." Ucap Adelle, Vee dan Alea menahan tawa nya mereka takut Vee nangis lagi.
"Itu dulu sekarang Azka bau dell, kamu gak tau aja aku suka mual kalau dekat dengan Azka." Lirih Aleta.
"Yaampun ka ujian macam apa ini." Ucap Adelle menyebutkan nama Azka.
"Tapi kamu suka muntah-muntah kalau pagi gak?" Tanya Vee, Aleta menggelengkan kepalanya.
"Enggak aku mau muntah nya kalau liat wajah Azka Vee." Ucap Aleta, Vee, Adelle dan Alea tertawa lepas.
__ADS_1
"Ta curiga ini anak belum apa-apa sudah bikin Azka tertekan, kamu ada dendam apa si sama Azka." Ucap Adelle.
"Dell lupa kalau dulu Aleta dan Azka suka bertengkar." Ucap Vee.
"Iya si, tapi kan mereka nikah karena suka sama suka. Anak nya sudah menaruh dendam sejak dalam kandungan." Ucap Adelle.
"Hiks... Masa anak aku dendam sama papi nya, Azka kan yang membuat dia ada di perut aku dell." Lirih Aleta.
"Ta udah jangan nangis terus kasian kamu nya capek, udah ya mata kamu udah sembab gitu." Ucap Vee.
"Udah ta gak apa-apa, nanti kalau baby kangen papi nya dan di jenguk Azka semoga gak mual lagi." Ucap Adelle.
"Di jenguk Azka maksudnya Azka masuk ke dalam perut aku gitu? Mana muat." Ucap Aleta, Alea hanya diam memperhatikan dua ibu muda yang sudah berpengalaman.
"Ya enggak gitu konsep nya Aleta, mana bisa Azka masuk kedalam perut kamu. Sementara tubuh kamu dan Azka saja lebih besar tubuh Azka." Ucap Adelle, dari sinilah Alea tertawa.
"Haha, bisa tidak pembahasan nya yang bisa di cerna oleh akal sehat. Aku gak paham lagi dengan arah pembicaraan kalian." Ucap Alea, Vee dan Adelle ikut tertawa mereka lupa jika ada Alea yang belum merasakan hamil.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Ngakak banget si Azka sama Axel 😂*
...A: Udah kaya kucing dan tikus kan 😂...
__ADS_1
N: Asli, mana si Alea cuma jadi pendengar yang baik 😂
A: Maklum belum ada pengalaman 😂😂😂