Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 24


__ADS_3

Pagi hari Aiden terbangun dari tidurnya namun ia tidak melihat keberadaan Vee, Aiden yang merasa masih mengantuk memutuskan untuk kembali tidur.


Namun sayang saat akan memejamkan matanya kembali tiba-tiba saja tirai kamar nya terbuka, membuat Aiden terpaksa membuka matanya.


"Tutup kembali Vee aku masih mengantuk." Ujar nya.


"Tidak kau harus bangun!" Tegas Vee.


"Ish, aku masih mengantuk apa kau lupa karena dirimu aku tidak bisa tidur." Protes Aiden, Vee tidak mempedulikan hal itu.


Vee yang sudah rapi memutuskan untuk keluar dari kamar nya, saat menutup pintu Vee membanting nya dengan keras. Dan kelakuan Vee berhasil membuat Aiden terlonjak kaget.


Aiden melompat dari tempat tidur dan berlari mengejar Vee, ia berniat untuk mengerjai sang istri namun sayang Vee menyadari hal itu.


"Kau mau apa." Teriak Vee ikut berlari.


"Aku akan mebghukummu karena kau mengganggu tidur ku." Jawab Aiden.


"Tidak aku tidak menggangu, bukankah hari ini kau akan ke kantor. Pergilah mandi hus hus." Ucap Vee, membuat Aiden mendelik kesal.


"Kau fikir aku ayam." Kesal nya, Vee ingin tertawa tapi melihat wajah garang Aiden ia berusaha untuk menahan nya.


"Ada apa ini?" Tanya Anes, membuat Vee dan Aiden menoleh. Karena posisi keduanya mengitari sofa di ruang keluarga lantai dua.


"Kau, kali ini kau akan menjadi penyelamat ku." Ucap Vee menarik tangan Anes, hal itu membuat Anes mengernyit.


"Anes minggir." Ucap Aiden.


"Ish kalian ini apa-apaan, sopankah kalian menebar kemesraan di depan jomblo sepertiku." Sengit Anes.


"Apa maksudmu? Siapa yang bermesraan." Ucap Vee.


"Jika ingin bermesraan pergilah ke kamar, jangan lupa buatkan baby kecil untukku." Ucap Anes membuat Vee dan Aiden terbelalak.


"Baby kecil udel mu, siapa yang sedang membuat baby." Grutu Vee, Aiden yang mengerti mulai salah tingkah.


"Kau kenapa?" Tanya Vee bingung.


"Aku akan mandi." Jawab Aiden meninggalkan Vee dan Anes.


"Lepaskan aku Vee." Ucap Anes, menahan tawa nya saat melihat wajah polos Vee.


"Resiko sekali aku memiliki adik ipar yang lebih tua dariku." Ucap Vee, Anes tertawa keras.


"Kau mengataiku tua Vee." Kekeh Anes, Vee tidak menggubris nya gadis itu berlari menuruni anak tangga.


Memiliki kakak ipar seperti Vee Anes merasa jika ia memiliki adik perempuan, karena sikap Vee yang keras dan selalu melawan Aiden.


Anes suka hal itu bukan ia mendukung Vee untuk tidak menghormati sang kakak sebagai suami, namun Anes suka karena disaat Aiden belum mencintai Vee gadis tu terlihat kuat dan tidak mudah ditindas.


"Pagi mommy." Sapa Vee dan Anes.


"Waaahhh anak-anak gadis mommy sudah bangun." Ucap Dea.


"Apakah Vee masih gadis, bukan kah dia sudah menikah." Goda Anes, membuat Vee tersedak.


"Uhuuukkk-uhhukkk." Dengan cepat Anes memberikan air minum.

__ADS_1


"Seperti nya Anes harus dikirim kembali kepada aunty mom." Ceplos Alexi.


"Memangnya kenapa?" Tanya Anes.


"Virus solimi mu bisa menular Anes, jika aunty solimi kau jangan ikut-ikutan." Protes Alexi.


"Diamlah Alexi aku ini kakak mu, bicaralah yang sopan." Ucap Anes percaya diri, benar-benar sikap Anes sedikit persis seperti sang aunty.


Saat mereka sedang sarapan d


Aiden datang dan duduk di samping Alexi, lelaki itu menatap kesal Vee sekilas.


"Kapan kalian akan berbulan madu?" Tanya Justin, membuat Aiden menyemburkan air yang diminumnya kepada Anes.


"Ash." Ucap Anes tercengang saat wajah nya basah.


"Aiden yang benar saja, rasanya aku sudah tidak bisa sopan kepadamu." Ucap Anes kesal, gadis itu mengusap wajahnya dengan tisu.


"Masih pagi udah di sembur aja." Kekeh Alexi, Vee berusaha keras untuk menahan tawanya.


"Jadi bagaimana Ai Vee?" Tanya Dea, kali ini sang mommy yang membuka suaranya.


"Ka_kami belum memikirkan hal itu mom." Jawab Aiden, Dea dan Justin saling pandang.


"Jangan terlalu lama Daddy ingin kau segera memiliki keturunan." Ucap Justin.


"Hmmmmm, tunggu sampai Vee selesai kuliah." Ucap Aiden, jalan ninja nya adalah pendidikan Vee yang belum selesai.


"Kenapa harus menunggu Vee selesai kuliah? Temanku banyak yang masih kuliah tapi sudah memiliki baby." Ucap Anes.


"Kalau begitu kau saja yang memberikan baby untuk mom and dad." Ucap Aiden santai.


"Kambing banyak nes." Lirih Aiden, namun Anes masih mendengar nya.


Anes menatap tajam kakak nya itu Anes benar-benar kesal kepada Aiden, sudah menyembur wajah nya hingga basah. Dan sekarang menyuruhnya untuk membuat baby dengan kambing yang benar saja.


Anes berjalan kembali ke kamar nya, ia ingin berganti pakaian yang sudah kotor karena perbuatan kakak lucknut nya.


...


Di sebuah perusahaan kini Anes sedang bejalan menuju ruang kerja Aleta, namun sepertinya Anes sudah melihat keberadaan sepupunya itu.


"Kau sedang apa disini?" Tanya Anes, membuat Adelle dan Aleta menoleh.


"Kau sudah sampai rupanya." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan menatap Adelle yang juga menatap nya.


"Hai nes." Sapa Adelle.


"Hmmmmm." Sahut Anes.


"Kau lanjutkan pekerjaan mu dell, aku ada urusan dengan Anes." Ucap Aleta, Adelle pun mengangguk.


"Ada apa dengan wajahmu kenapa kusut sekali." Tanya Aleta, kini keduanya sudah berada di ruang kerja Aleta.


"Aku kesal sekali kepada Aiden, pagi ini dia menyembur wajah ku." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil.


"Kenapa bisa?" Tanya Aleta.

__ADS_1


"Karena mommy meminta Aiden untuk berbulan madu." Ucap Anes, Aleta tertawa keras.


"Kau dan kakak mu itu tidak berubah, status mu adik kesayangannya tapi kau juga yang selalu dinistakan oleh kakak mu." Kekeh Aleta.


"Haaaaahhhhhh, entahlah aku ingin sekali menjebak Aiden agar membuat baby dengan Vee." Ujar nya, membuat Aleta terbelalak.


"Yang benar saja, orang itu menjebak laki-laki yang dicintainya. Kenapa kau ingin menjebak kakak dan iparmu." Kekeh Aleta.


"Aku bukan Adelle yang akan menjebak laki-laki lain hanya untuk aku miliki." Ucap Anes, kini tatapan nya berubah menjadi tajam.


"Berhentilah Anes, biar bagaimanapun juga Adelle adalah wanita yang dicintai oleh kakakmu dan juga Arka." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta kesal.


"Aiden tidak mencintainya kau tahu, jika dia tidak memelas maka Aiden tidak akan bersamanya." Ucap Anes.


"Lalu bagaimana dengan Arka, bukankah Arka benar-benar mencintai Adelle." Ucap Aleta, Anes terdiam benar yang dikatakan oleh Aleta jika Arka memang mencintai Adelle.


"Biarkan mereka, tapi jika Adelle berani menyakiti Arka untuk kesekian kalinya maka aku yang akan menghukumnya." Tegas Anes, Aleta tersenyum.


"Ternyata jiwa bar-bar aunty Dena menurun kepadamu." kekeh eta, Anes hanya mendengus kesal tidak dirumah tidak diluar ia memang sering dikatakan mirip sang aunty.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Part ini gue ngakak sama tingah Vee, Aiden dan Anes 😂


A: Tiga sejoli ye kan 🤣


N: Besok-besok nyusul dah tuan bontot 😂


A: Masi jomblo dia 🤣🤣


N; Sama gue aja Thor 🤣


A: Enak aja, Alexi punya gue 😒


N: Eits bagi dua 😂

__ADS_1


A: Gak ya gak 😌


N: 😂😂😂*


__ADS_2