
Satu Minggu berlalu hari ini Vee terlihat sedang berjalan di sekitaran rumah, Alea yang melihat Vee tentu saja menghampiri kakak ipar nya itu lalu menatap Vee.
"Ngapain siang-siang jalan muterin rumah lagi lagi nyari harta Karun apa gimana?" Tanya Alea, oh my bisakah tolong jauhkan Alea dari Vee.
"Dek kamu mending masuk kedalam anak kecil gak boleh keluar rumah takut diculik." Ucap Vee, Alea menganga mendengar perkataan kakak nya.
Memanggil Alea dengan sebutan anak kecil berawal dari Anes yang suka sekali menggoda nya, namun ternyata Vee juga menyukai sebutan itu dan mengikutinya.
"Kak gak ada anak kecil punya suami, gak ada anak kecil punya anak gausah aneh-aneh bisa enggak." Ucap Alea.
"Loh apa yang salah Alexi kan tetap jadi adik kecil untuk Aiden dan Anes, berarti kamu juga akan tetap menjadi adik kecil aku dan Anes." Goda Vee.
"Lah mana ada seperti itu." Protes Alea.
"Anak kecil gak boleh protes sama yang lebi tua dosa." Ucap Vee, Alea menghela nafasnya menatap Vee yang tersenyum penuh kemenangan.
"Iya iya gimana kakak tua saja iya, resiko nikah sama anak bungsu." Ucap Alea, Vee tertawa mendengar perkataan Alea namun ia tak suka saat Alea memanggil nya kakak tua dipikir Vee burung.
"Apa tuh kakak tua." Ucap Vee.
"Tentu saja panggilan untuk kakak yang selalu memanggil aku dengan sebutan anak kecil." Ucap Alea, Vee mencebikan bibirnya membuat Alea tertawa.
"Gak usah ketawa gak lucu." Ucap Vee.
"Dih sensi kaya ibu hamil." Ucap Alea, membuat Vee menoleh kepadanya hingga keduanya saling bertatapan.
__ADS_1
"Kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Vee.
"Kakak kenapa akhir-akhir ini sangat sensitif, dan selalu menginginkan sesuatu diluar nalar manusia normal." Ucap Alea, Vee mendorong kening Alea hingga membuat Alea tertawa.
"Maksud kamu aku gak normal begitu?" Ucap Vee, Alea tertawa lagi dan menggelengkan kepalanya.
"Kak aku kasih tahu nih ya." Ucap Alea.
"Apa?" Tanya Vee.
"Kali aja kakak hamil kan soalnya akhir-akhir ini kakak aneh, bukan aku saja yang ngerasa kakak aneh tapi orang satu rumah juga merasakan hal yang sama." Ucap Alea, membuat Vee mematung dan mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Alea.
"Emang aku seaneh itu ya?" Tanya Vee.
"Yaampun masih nanya udah dibilang kelakuan kakak itu aneh." Ucap Alea.
"Kak saran aku kakak periksa ke dokter takutnya kakak hamil tapi gak ketauan, kasian baby nya belum dapet pengakuan dari kakak dan bang ai." Ucap Alea, Vee mendengus mendengar perkataan Alea.
"Alea kayaknya itu gak mungkin deh." Ucap Vee.
"Yeee dikasi tau ngeyel coba dulu periksa toh kita semua emang pengen kakak punya anak lagi, ingat kak Varo ingin baby." Ucap Alea tertawa.
"Heh memangnya Gavin gak mau baby?" Ucap Vee.
"Ya mau si tapi kan nanti tunggu adik Varo lahir dulu baru nanti adik Gavin launching." Ucap Alea, kali ini Vee yang tertawa lepas mendengar perkataan Alea.
__ADS_1
"Oke baiklah nanti aku akan periksa apakah benar disini ada kecebong Aiden yang nyangkut atau tidak." Ucap Vee.
"Aku yakin ada si, tolong para readers diingat kalau aku sangat yakin bahwa kak Vee sedang pregnant." Ucap Alea, Vee tersenyum dan duduk di bangku taman belakang rumah begitupun dengan Alea.
Keduanya terlihat sedang berbincang dengan asik, bahkan tawa Vee dan Alea terdengar begitu lepas tanpa beban.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A: Mon maap baru nongol π
N: Abis nyari pencerahan kan Lo βΊοΈ
A: Tau aja Uun π
__ADS_1
N: Sudah kuduga πβΊοΈ
A: πππ