Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 194


__ADS_3

"Anes mau ikut aunty Mei atau aunty Mae?" Tanya mom Dea, ia menitipkan putrinya untuk sementara.


"Aku akan pulang kerumah mom." Jawab Anes.


"Tidak bisa sayang, dad tidak tenang jika kamu dirumah sendirian dalam keadaan seperti ini." Ucap sang Daddy.


"Ada Alexi dirumah." Ucap Anes.


"Alexi sedang bersama Axel, mencari orang yang sudah membocorkan tentang pelayan pribadi Vee." Ucap dad Justin.


Anes menghela nafasnya menatap Aleta, Aleta yang tahu jika Anes seakan bertanya dimana Aleta tidur malam ini.


Namun sebelum Aleta menjawab Anes lebih dulu berbicara, entah kenapa Anes lebih nyaman jika bersama dengan Julian. Adik dari Daddy nya itu selalu membuat Anes lebih leluasa untuk melakukan apapun.


"Anes akan pulang ke rumah uncle Julian boleh?" Tanya nya, Justin tersenyum dan mengangguk.


"Tentu saja boleh." Ucap Mae, ia merangkul pundak Anes.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu, Aiden ingat jangan bersedih dan sering-sering ajak Vee berbicara." Ucap Mae, Aiden mengangguk.


"Ayok sayang." Ucap Mae merangkul Anes.


Dalam perjalanan Anes lebih banyak diam, Anes bersandar di pundak Mae membuat Aleta yang duduk di depan disamping Azka tersenyum manis saat melihat Anes terlelap.


"Mom Anes tertidur." Ucap Aleta.


"Apakah Anes terlalu kelelahan, tidak biasanya dia tidur saat belum sampai ke rumah." Ucap Mae.


"Hmmm, bahkan Anes belum makan apapun sejak siang." Ucap Aleta, Mae tersenyum mengelus pipi Anes.


"Anak ini tidak pernah berubah, dia selalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri." Ucap Mae, Azka yang sedang menyetir pun tersenyum.


Setibanya di kediaman Julian bertepatan dengan Alexi dan Axel yang juga baru sampai, Alexi melihat Azka dan Aleta yang turun dari mobil.


"Loh Anes." Gumam Alexi, ia mendekati mobil Azka dan membukakan pintu nya.


"Al tolong ini Anes ketiduran sepertinya dia kelelahan." Ucap Mae, Alexi mengangguk dan langsung menggendong tubuh Anes.


Mae berjalan lebih dulu untuk mengarahkan Alexi membawa Anes ke kamar yang berada tepat di samping kamar Aleta, Alexi pun merebahkan tubuh Anes di tempat tidur.


"Kamu istirahat juga Al, jangan terlalu memikirkan semua yang sudah terjadi." Ucap Mae.


"Iya aunty." Jawab Alexi, Mae keluar dari kamar yang di tempati oleh Anes.


"Baik-baik saudara kembar." Ucap Alexi, mengecup kening Anes.


Alexi berjalan keluar dan mematikan lampu kamar Anes, ia berjalan menuju kamar nya yang berada di samping kamar Axel.


....


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Anes terbangun dari tidurnya, ia berjalan menuju kamar mandi setelah selesai Anes memutuskan untuk turun ke ruang makan.


"Pagi sayang." Sapa Julian.


"Pagi uncle." Balas Anes.

__ADS_1


"Makan dulu queen, kata Aleta kamu belum makan apapun sejak kemarin siang." Ucap Julian, sangat terlihat jelas jika Julian begitu khawatir kepada Anes.


"Ini nes sudah aku buatkan roti bakar kesukaan kamu." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan tersenyum.


"Makan sayang dan ini aunty sudah buatkan susu untuk kamu." Ucap Mae, Anes mengangguk dan kembali tersenyum.


Anes melihat Alexi yang menyantap makanan nya dengan tenang, Anes tersenyum karena adik nya itu aman-aman saja.


"Axel hari ini aku tidak akan pergi ke kantor, aku akan menemani Anes." Ucap Aleta.


"Jangan ijin sama aku lah, ijin nya sama Azka." Ucap Axel.


"Aku sudah ijin kepada Azka kok, dan dia mengijinkan." Ucap Aleta senang.


"Iyalah di ijinkan orang kamu mau menemani sepupu kesayangan nya." Ucap Axel, membuat semuanya tertawa kecil.


Setelah selesai sarapan Anes dan Aleta pun pergi ke tempat tujuan, tanpa mereka sadari jika Axel dan Alexi mengikuti mereka dari kejauhan.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya merekapun tiba di kediaman orang tua Vee, Axel dan Alexi mengernyit heran kenapa Anes datang ke tempat itu.


Tin...tin...tin... Anes membunyikan klakson mobil nya, hingga membuat penjaga rumah menghampiri Anes.


"Maaf nona ada apa?" Tanya nya.


"Buka gerbang nya pak." Ucap Anes.


"Maaf nona kami tidak bisa menerima tamu sembarangan." Ujar nya.


"Pak saya keluarga Abrisham adik ipar Veronica, bukankah dia nona muda disini." Ucap Anes.


"Anes kamu mau apa?" Tanya Aleta.


"Tentu saja mau masuk." Jawab nya santai.


"Hah?" Ucap Aleta terkejut, Anes memainkan gas mobil nya dan.


"Aaaaaaa." Teriak Aleta saat Anes menginjak pedal gas mobilnya.


Braaaaaaaaakkkkk... Anes menabrak gerbang kediaman orang tua Vee, hingga gerbang itu terbuka dengan kasar.


"Nona apa yang anda lakukan?" Tanya seorang penjaga.


"Hanya membuka gerbang saja." Jawab nya santai, Aleta melongok total melihat tingkah Anes yang kelewat bar-bar.


Aleta keluar dari mobil dan melihat bagian depan mobil Anes yang rusak, Aleta menatap Anes dengan takjub.


Bahkan Anes sudah tidak mempedulikan mobil kesayangan nya, mobil limited edition yang diberikan olah papa Justin saat ulang tahun Anes.


"Apa-apaan ini." Teriak seorang wanita, yang keluar dari rumah saat mendengar keributan.


"Ada tamu nona." Ucap Anes, wanita yang terlihat seusia nya itu menatap Anes dengan sinis.


"Kau membuat keributan di rumah ku." Bentak nya.


"Aku sengaja, memangnya kenapa jika aku membuat keributan dirumah kakak ipar ku." Ucap Anes, tak lama kemudian wanita paruh baya keluar dari dalam rumah dengan congkak nya.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Tanya nya sok elegan.


"Ada tamu yang ingin meminta sebuah pertanggung jawaban." Ucap Anes, ia berjalan mendekati ibu tiri Vee.


"Apa maksudnya?" Tanya wanita itu.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa maksudmu menyuruh kedua pelayan dirumah kami untuk mer*cuni bayi yang dikandung oleh Vee." Ucap Anes, membuat wanita itu terbelalak.


"Kau menuduhku?" Tanya nya tak terima.


"Apa aku akan mendapatkan sebuah keuntungan jika aku menuduhmu?" Ucap Anes, wanita itu terlihat sedikit ketakutan.


"Jaga sikap mu, jangan berbicara seperti itu kepada mami ku." Teriak nya menarik Anes, namun Aleta dengan cepat menepis tangan wanita itu.


"Kau sebaiknya diam dan tutup mulut saja gadis baik." Ucap Aleta, Anes terkekeh geli mendengar perkataan Aleta.


"Katakan apa maksudmu melakukan semua itu, sampai membuat kedua pelayan pribadi Vee masuk rumah sakit." Ucap Anes, wanita itu terdiam ternyata kedua wanita itu yang mengadu.


"Aku tidak melakukan apapun." Teriak nya, Anes tertawa kecil mendengar teriakan itu.


"Benarkah kau tidak melakukan apapun nyonya." Ucap Anes, tatapan Anes benar-benar membuat siapapun takut melihat nya.


"Jaga sikap mu, kau berada di rumahku sekarang." Teriak nya.


"Cih, ini rumah Vee bukan rumahmu." Telak Anes, membuat wanita itu terbawa emosi.


Anes menatap wanita itu dengan tajam, dan wanita itu hanya menunduk takut melihat tatapan Anes yang terlihat dingin dan menusuk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Lanjot 😂


A: Otw 😂


N: gas kuy 😂


A: Kumat gajelas nya kumat 😌

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2