
Keesokan harinya di sebuah perusahaan besar terlihat seorang wanita cantik yang berjalan dengan elegan, para karyawan menatap takjub dengan kecantikan nya.
Ternyata bukan hanya nona muda mereka (Anes) yang cantik nya melampaui batas, namun wanita inipun sama cantiknya.
Meskipun Anes masih terlalu cantik di atas nya, ia berjalan menuju meja resepsionis.
"Selamat siang nona ada yang bisa saya bantu." Tanya resepsionis sopan.
"Saya ingin bertemu dengan Aiden." Jawab nya.
"Maaf apakah nona sudah membuat janji dengan tuan muda?" Tanya resepsionis itu.
"Belum, tapi aku ada kerja sama dengan nya." Jawab nya.
"Kenny." Panggil seseorang membuat gadis itu menoleh, ya dia adalah Kenny wanita yang pernah mengejar Aiden.
"Azka." Sapa nya.
"Kau mau membicarakan mengenai kontrak kerja." Tanya Azka.
"Hmmmmm, dimana Aiden." Ucap nya.
"Kau itu tidak berubah, aku dan Axel yang akan menangani kerjasama denganmu." Ucap Azka memberi tahu, wanita itu tersenyum tipis.
Ternyata Aiden masih sama seperti dulu sulit untuk ditemui, padahal dulu saat Aiden belum pacaran dengan Adelle lelaki itu pernah berkata.
Kejarlah karier mu sampai kontrak kerja yang akan mempertemukan kita, Aiden mengatakan itu agar Kenny menjadi teman nya dan tidak berharap lebih.
"Dia masih sulit untuk ditemui ternyata." Gumam nya.
"Tidak juga, Aiden memang sulit untuk membuat janji dengan orang. Tapi jika hanya untuk melihat nya sekilas, itu kau pasti akan melihat nya." Ucap Azka, Kenny mengangguk.
Tak lama pandangan wanita itu menatap gadis cantik yang melenggang masuk kedalam perusahaan, Azka yang mengerti tatapan Kenny pun tersenyum.
"Kau melupakan nya Kenny." Ucap Azka, Kenny menoleh meminta Jawaban.
"Anes." Nama itu keluar dari mulut Azka membuat Kenny tidak percaya, Anes begitu cantik dan make-up nya pun tidak terlalu nyala.
__ADS_1
"Dia cantik." Kekeh Kenny dan Azka mengangguk.
"Jangan lupakan bagaimana kakak nya yang tampan, dan mommy nya yang cantik." Ucap Azka, lagi-lagi Kenny mengangguk.
Di ruang kerja Aiden Anes memberikan berkas tentang Kenny yang kembali ke tanah air, dan menjalin kontrak kerja dengan perusahaan sang kakak.
"Apa tidak ada model lain?" Tanya Anes, Aiden mengernyit melihat wajah adik nya.
"Ini bukan aku yang mengurus nya." Ucap Aiden.
"Aku tidak bo*oh kak, mereka pasti meminta persetujuan dari kakak." Ucap Anes.
"Anes bukan aku yang menangani hal ini, ini pekerja Axel dan Azka." Ucap Aiden, Anes menghela nafasnya dan duduk.
"Kau itu benar-benar, bagaimana dia bisa masuk perusahaan yang sama dengan Adelle." Kesal Anes, ah bo*oh kenapa Aiden baru sadar jika Adelle pun memiliki kontrak kerja dengan perusahaan nya.
"Sungguh aku tidak tahu." Ucap Aiden memelas.
"Dulu memang kau yang menggiring Adelle untuk kembali agar kau bisa terus dekat dengan nya, tapi apa ini bahkan sekarang Kenny kembali kesini. Untuk apa kak?" Ucap Anes tidak habis fikir.
"Tanyakan kepada dua adik sepupu kamu yang lucknut, sepertinya mereka sengaja akan membuat adu kecantikan disini." Canda Aiden.
"Loh kamu ada disini." Ucap Axel.
"Apa yang kau rencanakan." Tanya Anes.
"Apa maksudnya." Jawab Axel takut-takut.
"Kenapa model kedua ini harus Kenny, apa tidak ada model lain?" Ucap Anes.
"Hei, tenang dulu ini pilihan dad Justin." Ucap Axel, membuat Anes dan Aiden saling menatap.
"Apa-apaan ini." Ucap Anes dan Aiden.
"Mungkin dad ingin Kenny menarik perhatian Alexi, bukan kah setelah dulu di tolak oleh Alexi baru Kenny menyukai Aiden." Ucap Axel.
"Apa kau yakin Kenny mampu?" Tanya Aiden dan Anes.
__ADS_1
"Tentu saja tidak, adik kalian itu dingin nya melebihi dingin es balok!" Ucap Axel, benar juga kenapa Daddy nya tidak kefikiran sampai kesitu.
Biarlah kita lihat saja, selagi Kenny tidak mencari masalah dengan Adelle maka ia akan aman-aman saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Alexi udah punya gue Thor gaada kegoda😂
A: Bangun Uun udah siang mimpi Mulu 😌
N: Yaampun Thor biarin gue seneng apa meskipun sedikit 😒
__ADS_1
A: Kaga Yee kaga, Jan hallu Mulu Uun 😌
N: okelah 😁*