
Aiden terus saja mengecupi setiap inci wajah Vee membuat Anes merasa tidak di anggap, Anes menimang baby Varo agar tidak menangis.
"Mon maap ni ya bapak dan ibu bisa tolong hargai saya yang tidak ada pasangan, kenapa kalian suka sekali menebar kemesraan di hadapan saya?" Ucap Anes, Aiden dan Vee tertawa kecil.
"Sengaja si padahal agar kamu ingin cepat menikah." Ucap Aiden.
"Kok lucknut sekali anda jadi kakak, saya sudah baik loh mau mengancam istri anda sampai dia kejang-kejang dan bangun." Ucap Anes, Aiden dan Vee mengernyit. Vee kira tadi ia sedang bermimpi, ternyata benar Anes mengatakan semua itu.
"Hah?" Sahut Aiden, Anes menceritakan semua yang ia katakan kepada Vee tadi. Dan Aiden tersenyum mendengar perkataan Anes.
"Kenapa gak dari dulu aja kamu ancam Vee nes, kenapa baru sekarang." Ucap Aiden, Anes mencebikan bibirnya membuat Vee tersenyum.
"Inilah yang dinamakan orang dikasih hati minta ampela, bersyukur aku udah ada usaha bikin kakak ipar bangun masih aja di protes." Ucap Anes, Aiden tertawa dan bangun dari duduknya.
"Ngapain tuh?" Tanya Anes, saat melihat kakak nya mendekat.
"Sini mau peluk ga." Ucap Aiden.
"CK, peluk lah yakali enggak. Udah kerja keras ni pak." Kekeh Anes, wanita itu memeluk Aiden membuat Vee merasa terharu.
Setelah itu Anes memberi tahu semua keluarga jika Vee sudah sadar dan sudah boleh pulang, jika kondisi nya sudah semakin baik dan stabil.
...
Satu Minggu berlalu akhirnya Vee di perbolehkan untuk pulang, hal itu membuat para keluarga bahagia karena mereka bisa menjaga Vee di rumah saja.
Tidak hanya itu ternyata Adelle juga sudah melahirkan, Anes senang karena kini ada dua baby yang akan memanggil nya aunty.
"Panggil aku aunty cantik oke." Ucap Anes, para keluarga tertawa dengan tingkah random Anes.
"Cantik darimana si Bu horor iya." Goda Axel, Anes menoleh menatap Axel.
"Cieee suka gitu, kalo kita bukan saudara juga kamu pasti suka ye kan." Goda Anes.
"Haha, di karungin mau?" Tanya Axel, Anes mencebikan bibirnya.
"Yakali cantik seperti ini dimasukin karung si pak, suka aneh-aneh ah." Ucap Anes, Axel dan semua keluarga tertawa bahagia.
Keesokan harinya Anes, Axel dan yang lain sudah pergi ke kantor nya masing-masing. Anes berjalan tepat di belakang Axel, Axel yang tidak hati-hati menabrak Tiana yang sedang membawa minuman
"Akh." Pekik Axel.
"Ma_maaf pak saya tidak sengaja sungguh." Ucap Tiana.
"Kenapa setiap saya bertemu dengan kamu itu selalu si*l, dan kamu kenapa tidak pernah berhati-hati dalam bekerja." Bentak Axel, Anes menarik tangan Tiana dan menyembunyikan wanita itu di belakang nya.
"Axel cukup, kamu jangan marahi dia di depan banyak orang." Ucap Anes.
"Tapi dia selalu seperti itu nes, dia tidak pernah berhati-hati." Ucap Axel.
__ADS_1
"Cukup Axel, jelas-jelas kamu yang tidak hati-hati. Kamu berjalan sambil memainkan ponsel, setelah ada kejadian seperti ini kamu menyalahkan dia." Ucap Anes.
"Kamu kenapa si nes kok malah belain dia?" Ucap Axel.
"Axel come on aku wanita dan Tiana juga wanita, gak enak di bentak-bentak di hadapan banyak orang. Kalau kamu mau marah kamu bisa ajak Tiana ke ruang kerja kamu, dan kamu selesaikan secara baik-baik disana." Ucap Anes.
"Nona tidak apa-apa ini memang salah saya." Ucap Riana.
"Gak Tiana ini bukan salah kamu." Ucap Anes.
"Ada apa ini?" Tanya Alexi, yang kebetulan ada urusan di kantor Axel.
Melihat kedatangan Alexi Axel langsung pergi ke ruang kerja nya, sementara Anes wanita itu menatap Tiana yang sejak tadi menunduk.
"Tidak perlu di pikiran Axel memang seperti itu, dan lain kali kamu hati-hati dalam bekerja." Ucap Anes.
"Baik nona, terimakasih karena sudah membela saya." Ucap Tiana, Anes mengangguk lalu pergi dari hadapan Tiana.
"Anes." Panggil Alexi, Anes mendongak menatap adik kembarnya.
"Ada apa?" Tanya Anes.
"Hukuman apa yang kamu berikan kepada ibu dan saudara tiri Vee?" Tanya Alexi.
"Hukuman kecil, itumah gak seberapa yaelah." Ucap Anes, Alexi menatap Anes.
"Kenapa gak kamu aja yang lakuin itu?" Ucap Anes.
"Males ah udah terlanjur kamu yang lakuin, yakali aku dapat sisa." Ujar nya, Alexi duduk di sofa ruang kerja Anes.
"Kenapa itu muka murung begitu?" Tanya Anes.
"Heran mantan nya Alea suka banget ganggu Alea." Ucap Alexi.
"Ya resiko lah punya pacar yang memiliki mantan." Ucap Anes.
"Deandra juga memiliki mantan cantik-cantik lagi." Ucap Alexi.
"Ya biarin aja itu kan bukan urusanku." Ucap Anes datar.
"Anes tapi ini serius nih, mantan Alea itu yang nikah sama Alia kakak nya." Ucap Alexi.
"Iya aku tahu, lagian kenapa gak kamu selepet aja itu pala si Haris biar kapok." Ucap Anes.
"Yaelah ribet nanti urusan nya sama Alia, tahu sendiri kita gak ganggu Haris saja dia selalu ganggu Alea." Ucap Alexi.
"Kamu nikahin Alea dan ajak tinggal di rumah beres kan." Ucap Anes, Alexi tercengang mendengar perkataan Anes.
"Ngomong sama jomblo bodong mah gak pernah bener." Ucap Alexi, mengatai Anes jomblo bodong.
__ADS_1
"Apaan tuh jomblo bodong?" Tanya Anes.
"Punya calon suami tapi berasa jomblo, mau ngaku jomblo tapi udah ada kesepakatan antara dua keluarga. Serba salah kan." Ucap Alexi, tertawa kecil membuat Anes tercengang mendengar perkataan adik nya.
"Yee dasar anak Justin." Teriak Anes, membuat Alexi membalikkan tubuhnya menatap Anes.
"Aku aduin Daddy dilarang kerja mamp*s." Ucap Alexi, membuat Anes kelabakan.
"Ish, mulut kenapa pake keceplosan si." Kesal nya, sementara Alexi tertawa puas karena berhasil membuat Anes panik.
...
Di kediaman dad Justin mom Dea menatap Vee yang sedang menimang baby Varo, mom Dea tersenyum dan mengelus pundak Vee.
"Bagaimana kamu sudah merasa lebih baik?" Tanya mom Dea.
"Jauh lebih baik mom, makasih banyak mom sudah mau merawat Vee dan Varo. Maaf juga karena Vee mom dan Anes tidak bisa kemana-mana karena harus menjaga baby Varo." Ucap Vee.
"Hey, itu bukan masalah besar sayang. Mom dan Anes senang melakukan itu, Anes selalu berkata mom jika Anes memiliki anak mungkin akan seperti ini. Dan kamu tahu Anes mengatakan itu sambil menimang Baby Varo, bahkan Anes menyebut dirinya mommy bukankah itu membuktikan jika Anes bahagia." Ucap mom Dea, Vee tersenyum ia tidak menyangka sesenang itu Anes mengurus anak nya.
"Terimakasih, Vee bersyukur karena memiliki mommy dan Anes juga keluarga yang baik." Ucap Vee, mom Dea tersenyum lalu mengecup kening Vee.
"Kami akan selalu ada untuk kamu sayang." Ucap mom Dea, Vee mengangguk dan tersenyum manis kepada mommy nya.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Akhirnya mereka berkumpul kembali 😂
A: Lengkap lagi ye kan 😂
N: Iyoy 😂
A: Vote Jan lupa 😁
N: Ngokhey 😂
__ADS_1